Sebuah Pertanyaan Untuk Mas Gol A Gong

Beberapa hari yang lalu aku dicolek salah seorang rekan #BloggerSamarinda di twitter. Ia mengabarkan bahwa Gol A Gong akan mampir ke Samarinda. Kupikir ini adalah kesempatan yang sangat sayang untuk dilewatkan, bertemu dengan penulis yang sudah menghasilkan begitu banyak karya. Nama beliau cukup akrab di pendengaranaku sejak lama. Ehm, sebenarnya aku sudah lupa, apakah pernah baca karya beliau atau belum *blush.😀

Di Kaltim, Mas Gong mendatangi beberapa daerah, salah satunya adalah Samarinda. Di kotaku ini, beliau hadir di beberapa acara. Yang kuhadiri adalah sebuah acara santai di saung Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Jawsika di Jalan Pramuka 5A Samarinda, Senin malam lalu (7/10). Pada awal pertemuan, Mas Gong memaparkan riwayat hidup beliau, hingga kemunculan Rumah Dunia. Banyak cerita seru di balik Rumah Dunia, sebuah tempat yang memiliki konsep yang sangat bagus. Semoga suatu hari nanti aku bisa mengunjungi tempat keren itu.🙂

Dengan diselingi beberapa pembacaan puisi oleh kawan-kawan dari Perempuan Penulis Kaltim (PPK), yang ini bukan Perempuan Pencinta Kenangan, pertemuan dilanjutkan dengan panyampaian materi singkat kepenulisan. Mas Gong menekankan bahwa seorang penulis haruslah memahami tentang unsur intrinsik dalam tulisan. Baru setelah itu penulis bisa menulis dengan menggunakan naluri. Kemudian ada pula pemahaman tentang alur dan plot, serta bagaimana cara menulis yang ‘Show! Don’t Tell’.

Pada sesi tanya-jawab, pada kesempatan terakhir, aku mengangkat tangan untuk bertanya. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya hanya aku yang mengetahui jawabannya. Mas Gong menjawab panjang lebar. Beliau memberikan pandangan padaku.

“Sering-seringlah pergi ke toko buku. Lalu pandangi rak-rak di toko tersebut dan bayangkan bahwa ada empat atau lima buku Mbak berjejer di situ.”

Ehm, apakah Sahabat bisa menebak, dari jawaban Mas Gong, apa sebenarnya pertanyaanku?   Satu orang yang bisa menjawab dengan benar, Insya Allah akan mendapatkan pulsa Rp 10 ribu.😉

Pertemuan interaktif itu dihadiri oleh beberapa wakil dari berbagai komunitas di Samarinda. Yang turut membuat seru malam itu adalah kehadiran Mas A dan B (maaf, lupa nama mereka berdua😀 ). Masing-masing mereka berkelana mengelilingi Indonesia dan kebetulan sedang mampir di Samarinda. Mas A mengelilingi Indonesia dengan Vesva modifikasi miliknya, sedangkan Mas B dengan cara ngompreng, nebeng sana sini.

Sesi terakhir, foto-foto! Rekan #BloggerSamarinda menyerahkan dua buah buku keroyokan kami untuk Mas Gong. Tak ketinggalan kami berpose dengan buku-buku tersebut, bersama Mas Gong.

Bersama Gol A Gong

Bersama Gol A Gong

23 thoughts on “Sebuah Pertanyaan Untuk Mas Gol A Gong

  1. ‘Show! Don’t Tell’.

    Ini pelajaran baru bagi saya … terima kasih ya Kak …

    Saya tau pertanyaan Kakaakin … yang hanya kakaakin sendiri yang bisa menjawab …
    Pertanyaannya kurang lebih mungkin adalah .. “Bagaimana sih supaya kita bisa menulis atau menerbitkan Buku ?”

    Salam saya

    • Katanya penulis itu harus bisa ‘menunjukkan’ lewat cerita, bukan ‘memberitahukan’.
      Misalnya kata ‘cemas’ bisa diganti dengan “Dia meremas-remas tangannya, sambil berjalan hilir-mudik. Sesekali tatapannya terarah ke pintu tertutup ruang UGD.”
      Kira2 begitulah😀

      Ehm, pertanyaan yang Om tulis masih kurang tepat dikit😀

  2. Wah! Keren bisa ketemu ama pentolan rumah dunia. Tp gue tahu pertanyaan elo: “Mas Gong kalo ke toko buku ngapain aja? Soalnya saya bingung mo ngapain setiap kali ke toko buku! Jawab ea … “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s