Riuhnya Lomba Beduk Sahur

Jum’at malam lalu aku dikejutkan oleh keramaian di sepanjang jalan menuju rumahku. Aku baru saja pulang dari belanja, dan waktu yang ditunjukkan jamku sekitar pukul 22.00 WITA. Aku mendengar suara klakson yang aneh dari kendaraan di belakangku. Saat kuintip lewat kaca spion, ternyata klakson itu berasal dari motor patroli yang sedang mengawal iringan kendaraan.

Adanya iringan kendaraan tersebut membuatku berpikir, pastilah ada orang penting di dalam rombongan itu. Akupun menepi untuk memberi jalan. Ternyata hanya ada 2 mobil berplat hitam yang dikawal. Pada bagian belakang nomor plat mobil pertama tertera huruf “AF”, aku menduga mobil itu adalah milik orang nomor 1 Kaltim. Akan kemanakah beliau? Aku jadi kepo.

Ah, ternyata ada kegiatan lomba beduk sahur di kampungku! Aku lupa! Pantas saja ramai kerumunan warga di kampungku, dan yang membuka kegiatan itu adalah Bapak AF. Aku terpaksa menitipkan sepeda motorku di rumah tetangga karena tak bisa menembus keramaian di sekitar panggung kehormatan.

Pembukaan Lomba Beduk Sahur

maaf, si spasi_A dilarang lewat😀

Letak panggung kehormatan itu sekitar 100 meter dari rumahku. Rupanya sudah ramai peserta berbaris mulai dari di dekat panggung, hingga entah di mana, karena sepertinya peserta lomba beduk sahur selalu banyak setiap tahunnya. Aku suka memperhatikan para peserta ini. Meski panitia meneriakkan agar para peserta tidak memainkan alat musiknya saat acara pembukaan akan dimulai, tetap saja ada yang mencuri-curi memainkan musik mereka, semacam gladi resik untuk grup mereka sendiri.

Di barisan peserta yang agak jauh dari panggung malah lebih berantakan lagi. Banyak peserta yang masih latihan pemantapan formasi barisan grup mereka. Seperti yang kulihat di depan rumahku, ada yang masih berdiskusi juga. Bahkan ada pula yang meletakkan ‘alat musik’ mereka dan menonton grup lain yang sedang latihan.

Peserta Lomba Beduk SahurAlat musik berupa jerigen dan tangki petromaks yang dicat warna-warni😀

Untuk memikat juri, para peserta juga tampil dengan pakaian yang menarik. Ada yang mengenakan kaos komunitas hingga pakaian daerah. Sekarang peserta sudah jauh lebih kreatif dibanding masa-masa awal diadakannya lomba beduk sahur ini sekitar belasan tahun silam.

Peserta Lomba Beduk Sahur-1Wow, topinya tinggi…

Peserta Lomba Beduk Sahur-2Kuning nge-jreng di malam hari🙂

Lomba ini diadakan dalam beberapa kategori. Ada kategori anak-anak, dewasa, dll. Keponakanku pernah memenangkan salah satu kategori pada lomba ini tahun lalu. Sayangnya tahun ini mereka tidak ikut lomba.

Jangan tanya padaku siapa yang memenangi perlombaan beduk sahur semalam, karena aku tidak menontonnya sampai selesai, aku sudah sangat mengantuk.

Apakah di tempat Sahabat juga ada lomba beduk sahur?

12 thoughts on “Riuhnya Lomba Beduk Sahur

  1. acaranya kreatif sekali ya mbak..
    kalau di saya sih gak ada lomba seperti itu, tapi pernah ada sekali, waktu itu yang ngadain salah satu radio . kalo itu lebih ke siapa yang paling lama mukul beduknya.. dan jreng…jreng.. ternyata yang menang ibu-ibu lo mbak

  2. setau saya yg memenangkan lombanya juara 1 dari grup THE KOLLER boleh di cek sama panitia hehehehe sekedar informasi tambahan saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s