Gak Ada yang Bernama Akin di Sini!

Gue memang gak nyalahin orang yang gak tau nama gue sebenarnya. Setiap kali berkelana di dunia maya, bahkan pula di dunia nyata, gue seringkali pake nama Akin, atau Kaka Akin. Tentu saja orang bakal ngenalin gue sebagai Akin. Hanya segelintir sahabat yang ngerti nama asli gue, Mariatul Kibtiah.

Ada kejadian (yang bagi gue) lucu berapa hari yang lalu, saat gue janjian ketemu dengan Mas Ocekojiro di rumah mbah gue di Pondok Labu, Jakarta. Malam Sabtu gue nginap di rumah Una di Tebet. Lalu Sabtu pagi gue ngabarin Mas Oce bahwa gue akan meluncur ke Pondok Labu sekitar pukul 11.00 WIB. Karena Andi #uhuk datangnya telat, bakda dzuhur barulah kami berjalan ke halte dengan diantar Una.

Kami lalu menuju Blok M dengan menumpang di bus transjakarta. Saat turun di terminal Blok M, hape gue bunyi, ada telpon dari Mas Oce. Rupanya beliau sudah terlebih dahulu tiba di rumah mbah.

“Kin, namamu itu siapa sih?” Suara Mas Oce terdengar dari seberang sana.

“Mariatul, Mas,” gue nyahut.

Gue tersenyum. Pastilah keluarga gue yang ada di Pondok Labu gak paham siapa Akin yang ingin ditemuin Mas Oce. Karena ngerasa gak enak dengan Mas Oce yang duluan nyampe, akhirnya gue mutusin naik taksi saja dari Blok M menuju rumah mbah.

With Mas Oce

Saat tiba di rumah mbah, gue menghambur ke dapur untuk menyapa mbah.

“Siapa nama orang itu?” tanya mbah.

“Namanya Mas Oce, Mbah. Rumanya di Pondok Cabe.”

“Tadi mbah bilangin dia, di sini gak ada yang namanya Akin. Memang ada sih keluarga yang mau datang dari Kalimantan, tapi namanya bukan Akin.”

Gue terkekeh. Secara gue memang gak pernah koar-koar ke keluarga gue, bahwa gue punya nama panggilan “Akin”.

Ah, senangnya. Akhirnya gue ketemu Mas Oce! Setelah saling kenal di dunia maya, lewat perantara blog, sejak tahun 2009, akhirnya Mas Oce ada di depan gue. Setelah gue nge-review blog Ocekojiro beberapa waktu yang lalu, gue udah pengen ketemu beliau dalam waktu dekat.

Kesan gue tentang Mas Oce? Seandainya gue gak tau bahwa beliau adalah penyitas leukemia, gue akan bilang beliau sehat wal afiat. Selain kulitnya yang sedikit pucat, tak ada tanda lain yang menunjukkan apa yang telah beliau derita selama 10 tahun ini. Ngobrol dengan Mas Oce itu seru. Banyak topik yang bergulir di antara kami, antara lain tentang blog, tentang per-leukemia-an, tentang keluarga beliau, atau tentang kondisi seputar Jakarta.

Hujan yang mengguyur Jakarta Selatan di Sabtu sore itu membuat gue, Andi dan Mas Oce memiliki waktu yang lebih panjang untuk berbincang-bincang. Senang banget pas Mas Oce nawarin buat nginap di pondok beliau, namun gue tolak karena ada hal lain yang udah gue rencanain. Gue berharap, mungkin lain kali gue bisa menuhin tawaran itu dan berkenalan dengan keluarga Mas Oce. Bakda magrib Mas Oce mengantar gue dan Andi ke terminal Lebak Bulus.

______________

Aih, ternyata seru juga rasanya menulis secara bebas. Tanpa memikirkan apakah kata yang kugunakan baku atau tidak, sesuai EYD atau tidak. Namun, tetap saja, tulisan semacam di atas memang bukan gayaku.😉

42 thoughts on “Gak Ada yang Bernama Akin di Sini!

  1. Ohhh…baru tau kalau namanya Kak Akin itu Mariatul Kibtiah, sama dengan nama Istri Nabi SAW Mariatul Al Qibtiyah🙂

  2. Ya iyalah bukan gaya elu! Itu kan gaya gue, bhahaha. Tp sjauh ini gue kenal elu emg udah gaul begono, kok! Itu pun kalo pemilihan bhs bisa jadi indikasi org gaul apa gak?

    Tp gak juga, ding! Gue pikir org keren dan gaul tuh kayak Mas Oce! Katanya doi sakit, tp dia bs nutupin rasa sakit itu. Ampe doi masih smpet jd pembina di ekspedisi mapala. Ampe maksa buat nganterin kita pake mobilnya, pdhal kondisi doi bikin khawatir. Doi juga ujung tombak dari temen2 komunitas leukimianya, Dan ayah yg baik buat anak2nya yg mulai beranjak dewasa!

    Dan thanks bgt akhirnya gue bisa ketemu ama org2 cool, smart, keren dan gaul kayak kalian berdua! Hehe, eh iya si tante ama simbah juga gaul kok! Ckckck

  3. heuheuheu…keluargaku jg suka bingung kalo ada telepon en nyariin ‘Orin’, salah sambung kali ya, disini ga ada yg namanya itu qiqiqiqiqi

  4. Waaahh …
    saya ketinggalan berita …
    Kakaakin dari Jakarta ya ?
    Pondok Labu itu deket dari rumah saya padahal …
    🙂

    Salam saya Kak
    (iya ya … tumben pake gue gue an … )(Hahaha)

    • Ehm, berarti lain kali kalo pas saya nginap di rumah mbah, saya bisa main ke rumah Om Trainer dong ya🙂
      Pake gue-gue an karena niru blog sebelah, Om #eh

  5. hihihi aku punya pengalaman sama mbak, teman sekolah main kerumah cari nama Lidya gak ada bahkan waktu telp yang angkat sepupu dibilang salah sambung karena cari nama Lidya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s