Madu

“Ini minumannya, Sayang.” Tya meletakkan air madu kesukaan Andi di nakas dan mendapati suaminya itu tertidur. Tya menatapnya lekat.

“Jangan menatapku seperti itu,” ucap Andi berpuluh tahun lalu. “Kuharap… kamu tidak meminta cerai…”

Tatap tajam Tya terganti linangan air mata. “Baiklah, aku rela…”

Setelah 30 tahun mendua, kini suami Tya kembali. Tya mengendus aroma yang menguar. Ia lalu bangkit untuk mengganti popok suaminya.

42 thoughts on “Madu

  1. Hmm..masih ada kata tentang Aroma..Kak Akin memang pencinta aroma sejati

    Sukses ngontesnya, Kak. Semoga menang

  2. madu memang manis..tapi bisa membuat terlena sehingga lupa akan pasangannya yang sejati..setia menunggu dan merawatnya…walau fisiknya sudah seperti bayi..lemah tak berdaya…nice story,,,,selamat berlomba semoga menjadi salah satu yang terbaik…salam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s