Buah Tangan

Apakah Sahabat suka bepergian jauh? Suka membeli oleh-oleh? Aku termasuk orang yang suka berbelanja setiap kali bepergian jauh. Tentu saja dengan mempertimbangkan kesehatan dompet. Aku berbelanja aneka barang, tetapi bukan untuk diriku. Sangat jarang sekali aku membeli sesuatu untuk diriku sendiri. Aku membeli oleh-oleh untuk keluargaku.

Pengalaman pertamaku pergi jauh dari rumah adalah saat studi banding di semester akhir perkuliahanku (tahun 2000). Separuh waktu kami dijadwalkan untuk mengunjungi beberapa rumah sakit besar di Jakarta. Selebihnya adalah bagian tur-nya. Aku membeli beberapa barang di tempat-tempat yang kukunjungi. Yang paling kuingat adalah saat berada di Gunung Tangkuban Perahu aku membeli sebuah angklung pajangan untuk keponakanku.

Karena waktu itu aku masih belum terbiasa membeli oleh-oleh, untuk mudahnya, aku membuat sebuah daftar panjang di buku coretanku. Siapa, kubelikan apa.

1. Abah : kemeja

2. Emak : daster

3. Tante 1 :

4. Tante 2 :

5. Kakak pertama:

  • Kakak ipar :
  • Keponakan 1 :
  • Keponakan 2 :

6. Kakak kedua :

  • Kakak ipar :
  • Keponakan 1:
  • Keponakan 2:

7. Kakak ketiga :

  • Kakak ipar :
  • Keponakan 1 s/d 4

8. Sepupu-sepupu

Daftarnya cukup panjang, bukan? Yang barangnya sudah ada, kucentang.

Karena terbatasnya kondisi keuangan, aku tidak membeli barang yang mahal. Aku lebih mementingkan semua dapat. Bahkan ada keponakanku yang hanya kubelikan kaus kaki lucu atau bando devil. Alhamdulillah semua keluargaku senang, karena diriku yang baru pertama kali bepergian, bisa pulang dengan selamat, plus dengan oleh-oleh pula.

Perjalanan-perjalanan selanjutnya adalah saat aku sudah memasuki dunia kerja. Awalnya aku masih membutuhkan coretan daftar keluargaku, karena khawatir ada yang ketinggalan. Lama-lama aku sudah hampir hapal di luar kepala.

Oleh-oleh yang paling sering kupilih untuk lelaki dalam keluargaku adalah kaos. Beberapa kali menjejakkan kaki di ibu kota negara, aku bersyukur karena bisa membeli kaos yang berbeda tema. Suatu ketika aku membeli kaos Istiqlal, kesempatan sebelumnya adalah kaos Monas. Pada kesempatan lain, aku membeli kaos Jakarta Fair. Awal tahun 2013 kemarin, saat berada di Bandung, aku meminta bantuan Teh Nchie Hanie untuk menemaniku berburu kaos Bandung.

Lalu, bagaimana bila aku kekurangan dana untuk beli oleh-oleh? Masih bisa diakali, yaitu dengan membeli camilan/makanan khas daerah yang kukunjungi. Saat aku tiba di rumah, biasanya aku dan emak langsung bergerak membagi-bagi oleh-oleh dan memasukkannya dalam kantung plastik. Semua keluarga dekat dapat bagian, meski hanya serba sedikit.

Yang paling seru adalah saat mengantar oleh-oleh ke rumah-rumah keluargaku. Kadang aku menghabiskan waktu berjam-jam di rumah kakakku, sambil menceritakan pengalamanku saat sedang berada di luar kota. Seperti saat aku pulang dari Jogja tempo hari, kakakku dan istrinya mendengarkan ceritaku. Mereka sambil sesekali menimpali, dan sambil mengunyah brem, kripik jamur dan bakpia yang kubawa.

Demikianlah sebuah cara yang kutempuh untuk menaburkan cinta kepada keluargaku. Pemberian oleh-oleh atau buah tangan menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan. Kita jadi memiliki kesempatan untuk menyambung tali silaturrahim, dan bertemu keluarga yang (mungkin) sudah lama tidak kita kunjungi.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani

29 thoughts on “Buah Tangan

  1. waaaks, Kakaakin.. me like this banget… ^_^
    jadi terharu membacanya..
    dan memang Kak.. bukan price-nya tapi valuenya..
    apapun barangnya, oleh-oleh saudara, ituuu sesuatu banget…
    beda yah kak “rasa hati”nya jika mendapat sesuatu, dan tau bahwa “dia membelikan ini utk aku”… hehe…
    *masih terhenyak oleh posting sebelumnya* wkwk..

    • Sekarang keponakan udah pada besar2. Jadi nggak bingung lagi pas nyariin oleh2. Beli t-shirt agak banyakan aja, bisa buat semuanya. Kalo yang perempuan, tinggal dibeliin jilbab. Lumayan lah, bisa dapat harga grosiran😀

  2. Sepakat Mbak, bahwa bukan perkara harga dan nilai dari oleh-oleh yang kita bawa, tetapi dengan ada hal yang kita berikan pada anggota keluarga ketika kita ke luar daerah, rasanya mendatangkan banyak kebahagiaan sebagai bentuk perhatian dan rasa kebersamaan dalam keluarga

  3. Oleh-oleh sepertinya memang sudah harus mendapat budget sendiri kalo kita bepergian jauh. Setuju dengan mempertimbangkan keuangan. Jangan memaksakan diri.

    Mbak Akin sudah membiasakan hal ini sejak lama, bagus lho mbak. Merasa diperhatikan oleh saudara, wah, sesuatu deeh.

  4. Oleh-oleh memang kelihatannya sederhana ….
    tapi sangat besar maknanya …

    Dan memang … harus pintar-pintar mengelola dana dan bagasi …
    jangan sampai … keduanya memberatkan

    Salam saya Kakaakin

  5. Sungguh orang yang baik untuk keluarganya.

    Berhubung aku kurang punya banyak keponakan, aku lebih mementingkan untuk memberikan uang saku untuk adikku David.

    Semoga selalu ada cinta untuk keluarga.

  6. setiap minggu dhe selalu membeli oleh-oleh kak. seneng bener kalo pas pulang itu membawa buah tangan, meskipun hanya jajanan ringan atau beberapa bungkus bakso.

    eh nanti kalo kapan2 dhe main ke Samarinda, kakak yaa yang khusus nyiapain oleh-oleh untuk dhe.. :p

  7. Wah saya sangat jarang memberikan oleh oelh untuk keluarga saya,, bukannya saya gak mau kasih ya.. tapi aku sendiri paling gak suka belanja, jadi kalo sudah berpergian ya gak pernah belanja, bingung mau beli apa. seperti perlengkapanku baju, semuanyalah saja yang belikan istri saya.. Salut saya sama anda mbak…

  8. dengan ada hal yang kita berikan pada anggota keluarga ketika kita ke luar daerah, rasanya mendatangkan banyak kebahagiaan sebagai bentuk perhatian dan rasa kebersamaan

  9. Kita sma bgt Mbak kl kmn2 sibuk Bli oleh2…. Rasanya kl bsa smua mo dibliin…. Buatku oleh2 jg g hrs mhal yg ptg tanda perhatian kita sma mereka..Btw dlm knal Mbak.. Jgn lupa kl jln2 oleh2in aku ya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s