Penggemar

Apakah kamu punya penggemar yang suka menghubungi ponselmu? Annoying? Cukup mengganggu?

Berikut ini adalah cara yang (seolah-olah) efektif untuk menghindari penggemar:

1. Pasang modus silent!

Daripada bosan mendengar ponsel yang selalu berdering, lebih paik pasang modus diam saja. Aman. Setidaknya telinga bisa istirahat.

2. Manfaatkan momen “saved by the bell“.

Bila kamu terlalu berbaik hati, sehingga mengangkat satu di antara 10 kali miskol-nya, manfaatkan saja lingkungan sekitarmu. Misalnya, “maaf ya, aku dipanggil emak,” atau “eh, telpon rumahku bunyi tuh,” dll.

3. Buat sebuah kebohongan kecil.

Entah apakah ini termasuk white lie atau tidak, tetapi kadang sebuah kebohongan kecil bisa menyelamatkanmu. “Maaf ya, aku sudah punya calon suami.” Mungkin kalimat ini bisa efektif dan membuatnya menjauhi bahkan sama sekali berhenti menelpon kita. Be creative!

4. Ganti nomor HP.

Ah, cara ini sih percuma. Terlebih lagi bila si penggemar itu tau alamat rumahmu.😦

5. Tegas!

Ini adalah cara terbaik. Tapi sayangnya aku tidak dapat mencontohkan bagaimana cara untuk tegas.

Hmmmpp… Ternyata aku tidak tahu cara eylekhan untuk menghindari penggemar.

Any idea, Guys?

33 thoughts on “Penggemar

  1. Hmmm …
    Gandeng Sodara dekat Kakaakin yang lelaki …
    Kalau bisa yang perawakannya tinggi besar dan ganteng …

    Lalu lewat didepannya … dikenalkan …
    “Mmm ini tunangan sayaaa …”

    Hahaha

    Salam saya

  2. Atau kalau kotanya sama …
    ajak ketemuan …
    4 mata … ditempat umum …

    lalu katakan .. “Terima kasih telah menelpon saya … adakah yang teramat penting untuk dibicarakan dengan saya … jika tidak maka saya akan lebih berterima kasih jika anda tidak menelpon saya lagi, mohon maaf saya terganggu “

  3. klo cuma telepon iseng sih apalagi tengah malam gitu, mama saya berjurus, menebalkan suara dan berkata “Selamat malam, dengan kantor polres purwakarta, ada yang bisa dibantu!” dan ampuh, bebas dari gangguan penggemar tengah malam😛

  4. Cari teman atau saudara yang suaranya gede mbak.. Biar dia yang jawab “ada perlu apa sama anak saya?”

  5. saran saya sich…sebaiknya membalas sapa atau panggilan telpon mereka. demi menjalin silaturahmi, jujur saja kepada mereka bila tak bisa ngobrol berlama-lama, semakin banyak teman berarti semakin banyak rejeki…. salam🙂

  6. penelepon setiaku adalah petugas pemasaran tv kabel yang merasa aneh akibat kutolak berkali-kali. Kok ada ya manusia yang hidup di masa modern ga pake tv kabel? Bwahahaha..Akhirnya sekarang ponsel memang selalu berada pada modus sunyi tanpa getar, Kak. Minim polusi suara pulak! :p

      • Betul banget. Kami rasa belum butuh, jadi tak perlu dipaksa. TV di rumah aja jarang banget kami tonton–dan memang sengaja mengurangi tontonan–ngapain juga malah membayar televisi kabel? Bahaya tar kalau mengisi waktu dengan tontonan aja? Hehe…Ngeles sih karena ga bisa bayar hehe :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s