Celoteh Lucu Keponakan

Senang rasanya saat punya beberapa orang keponakan. Karena diriku belum punya anak sendiri, jadi yang menjadi hiburan adalah anak-anak dari kakak-kakakku. Aku punya 8 orang keponakan. Yang terbesar saat ini sedang kuliah di tahun pertama, dan yang terkecil saat ini berusia 2 tahun.

Jadi yang paling lucu saat ini adalah keponakanku yang berusia 2 tahun itu, namanya Dzakhwan. Biasanya kami memanggilnya Wawan. Saat ia mulai bisa berbicara sepatah dua patah kata, setiap ucapan yang keluar dari mulutnya, selalu terdengar lucu. Misalnya saat ia meminta pasta gigi untuk anak, yang satu set dengan sikat giginya, yang dijual emakku di warung. Ia menarik tangan ibunya terlebih dahulu.

“Ma… ma… tu.. tu..” ucap Wawan sambl menunjuk-nunjuk pasta gigi yang tergantung di rak.

Ibunya paham bahwa yang Wawan inginkan sebenarnya bukan pasta gigi atau sikat giginya, tetapi mainan -entah itu mobil-mobilan atau pistol air yang menjadi bagian dari paket- yang menarik perhatian Wawan. Jadi ibunya mengabaikan permintaan Wawan.

Rupanya Wawan tidak habis akal, ia lalu menarik tanganku.

“Tidak usah dipedulukan,” kata ibu Wawan, “Dia cuma mau mainannya tuh.”

Akupun cuek dan berusaha mengalihkan perhatian Wawan. Rupanya Wawan masih belum mau menyerah. Setelah gagal merayuku dan ibunya, iapun merayu nenek, emakku. Yang namanya nenek, memeng cenderung sangat sayang pada cucu.

“Ne… ne… tu… tu….” Dan yup, Wawan berhasil mendapatkan set pasta gigi, sikat gigi dan mainan yang menjadi hadiahnya.

Aku dan emak sering mengunjungi Wawan di rumah kakakku. Biasanya kami membawa jajanan yang disukai Wawan, seperti roti atau bakwan.

Beberapa hari yang lalu, saat aku pulang dari Jogja, aku tidak langsung pulang ke rumah. Aku mampir ke rumah kakakku, karena mobil travel yang kunaiki dari bandara tidak mau mengantarkan ke rumahku yang masih cukup jauh. Aku meminta tolong kakakku untuk mengantarkanku pulang.

Saat aku turun dari mobil, Wawan berlari menyongsongku dari dalam rumah.

“Neneeee….” teriak Wawan.

Aku tergelak. Rupanya wawan salah panggil. Karena biasanya yang datang adalah aku dan emak, sepertinya ia masih merasa bingung, bagaimana cara memanggil sosok nenek atau tantenya.

“Bukaaan, yang ini bukan nenek, Wan,” ucapku sambil menunjuk diriku. “Ini Acil Ria.”

“Aci Ya…” Akhirnya Wawan membetulkan panggilannya.😀

Oh iya, bahasa sehari-hari yang digunakan dalam keluargaku adalah bahasa Banjar (Kalsel). Acil artinya tante dalam bahasa Banjar. Dan aku biasanya dipanggil Ria dalam keluargaku (dari Mariatul).😀

Wawan dan Aci Ya

“Cerita lucu ini ditulis untuk acara Vania’s May Giveaway”

27 thoughts on “Celoteh Lucu Keponakan

  1. hahahaaa… Kak.. aku punya anak dan punya ponakan, dan skrg ini, ponakanku itu lebih lucu celotehnya drpd Vania deh.. apa krn Vania udah mulai nyebelin yak ahahahaa…

    Sala sayang utk Wawan imutz… pipinya tembem, cubit yakk, mudah2an Acilnya gak marah.. ahaha..

    maafkan kakak aku baru ninggalin komen.. hiksss… makasih ya Kakak sudah berpartisipasi di acaranya Vania… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s