Tukang Intip

“Mbak, di Jogja nanti mau ke mana?” tanya Anazkia pada hari terakhir keberadaan kami di Solo, pekan lalu.

“Aku akan ikut ke manapun kau pergi, Naz,” sahutku lebay, seperti biasa.😀

“Kalau begitu, kita ketemu teman-temanku ya.”

Aku mengangguk saja, karena aku memang tidak mempunyai tujuan pasti saat memutuskan memperpanjang liburan ke Jogja.

Saat tiba di Stasiun Tugu, aku dan Anaz dijemput oleh 2 orang temannya yaitu Mas Bowo dan Mbak Dwi. Kami langsung diantar ke hotel dan para ladies langsung beristirahat karena kelelahan.

Esoknya aku mulai jadi pengamat (dari pinggir) terhadap kegiatan kopdar Anaz dan rekan-rekannya di Kampret, sebuah klub penggemar fotografi Kompasianer. Sebuah rumah makan di kaki merapi menjadi tempat pertemuan itu. Masing-masing mengeluarkan senjata berupa kamera DSLR. Mengintip melalui celah, putar ini itu, lalu tekan tombol jepret. Pembicaraan mereka sama sekali tak kupahami. Namun bagian yang kusenangi adalah saat aku menjadi model, karena jepret-jepret kan perlu obyek.

KampretAnggota kampret sedang berdiskusi

Sore harinya, aku, Anaz dan Mbak Dwi berburu foto di Kawasan Nol Kilometer Jogja, sekaligus kopdar dengan Mbak Phie. Biasanya ‘tukang intip’ ini tidak banyak memiliki foto diri, karena mereka cenderung lebih sibuk untuk memotret obyek-obyek lainnya. Jadinya, saat aku mengarahkan iPod-ku, salah satu dari mereka langsung berkata, “Mbak, fotoin kita dong.”

Tukang intip

Acara Anaz di Jogja masih dilanjutkan malam harinya, yaitu di Alkid. Berburu foto dengan cahaya temaram. Di sini kami banyak bertemu rekan-rekan blogger peserta ABFI 2013. Setelah (sangat) lewat tengah malam, kami lalu ke Tugu. Dan setelah cukup lelah, kami kembali ke hotel yang tidak jauh dari kawasan Tugu .🙂

Hasil dari kegiatanku bersama Anaz dan teman-temannya adalah bahwa aku sangat ingin punya sebuah kamera DSLR, supaya ada yang bisa diutak-atik untuk belajar. Rupanya aku telah teracuni. *mupeeeengg😀

18 thoughts on “Tukang Intip

  1. Hahahah …
    I tell you a secret Kak …
    yang namanya fotografi itu …
    adalah “taste” dan “momentum”
    (apapun kameranya …)

    So … semoga keinginan untuk bisa ngintip lewat DSLR kesampaian …

    Salam saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s