Once Upon A Time

“Kamu akan menjadi istri dari seorang master. Jadi, kamu harus mengubah penampilanmu supaya lebih rapi dan intelek…”

Tya menggeram, kala sesekali kalimat itu terngiang-ngiang di telinganya. Ia sebal, mengapa kemarin harus bertemu dengan orang yang sudah mengucapkan kalimat itu padanya.

Memangnya ada apa dengan master? Apakah sudah melewati jenjang pendidikan S2 lalu membuatmu begitu keren? Tya masih tak bisa menghentikan rutukannya dalam hati.

“Sebentar lagi aku akan melanjutkan sekolah ke S3…”

Stop! Oke, aku tahu pendidikanmu memang tinggi. Lalu apa? Bukankah kamu tetap tinggal di bumi yang sama denganku!

“Aku akan mengajakmu touring dengan motorku. Tetapi, kamu harus pakai jeans. Kamu harus tampil modis seperti cewek lain…”

Cukup! Kamu kira aku suka naik motormu. Aku hampir terjengkal saat akan menaiki motormu, tau! Terlalu tinggi.😦

Tya menghela napas. Ia berharap tak akan berpapasan dengan orang itu lagi di manapun, kapanpun. Ia bersyukur bahwa ia telah menyudahi hubungannya dengan lelaki itu…

Tak sengaja Tya melirik ke cermin besar di kamarnya. Apakah penampilanku begitu buruk ya…?

Aarrgh… Tya semakin kesal saja.

___________________

16 thoughts on “Once Upon A Time

  1. Wah, memang nggak bisa dipungkiri kalau banyak orang yang udah naik kelas (pendidikan/pekerjaan) biasanya ada sedikit rasa eo dgn lingkungan sekitar sehingga kadang memaksa orang2 terdekatku untuk berprilaku mengikuti gaya hidupnya. Kalau positif sih tidak apa2. Tapi kalau berdampak negatif dan membuat orang2 terdekat malah tertekan, sangat disayangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s