Blogger Samarinda di Asean Blogger Festival Indonesia 2013 (Part 1)

Asean Blogger Festival Indonesia (ABFI) 2013 digelar di Kota Solo atau yang kini bernama Kota Surakarta. Sebagai utusan dari komunitas blogger Samarinda, aku antusias mengikuti kegiatan ini. Setibanya di Bandara Adi Sumarmo, aku bertemu dengan beberapa blogger. Sebuah mobil jemputan telah disiapkan di bandara. Saat di mobil, terjadilah perkenalan singkat dan seru antar blogger yang baru pertama kali bertemu. Lalu kamipun diantar ke hotel tempat menginapnya sebagian peserta ABFI dan sekaligus tempat penyelenggaraan kelas-kelas ABFI. Continue reading

Aroma Kekasih

Ada yang mengatakan bahwa aroma kekasih tak akan terlupa. Memangnya, aroma apakah yang dapat tercium dari seorang kekasih? Apakah aroma nafasnya saat sedang berbicara begitu dekat? Ataukah aroma tubuhnya saat berpeluk erat? Atau mungkin aroma yang begitu manis, karena merupakan gabungan antara aroma fisik dan cinta? Kurasa itu adalah perpaduan antara sensasi yang pernah diterima oleh hidung, ditambah dengan rasa rindu. #eeaaaa πŸ˜€ Continue reading

Background

Jalan-jalan memang menyenangkan. Lalu untuk mengikat sebuah kenangan terhadap tempat yang telah kita kunjungi, biasanya kita mendokumentasikannya dalam sebuah foto. Latar atau background menjadi penanda bahwa tempat tersebut pernah kita kunjungi.

Bersama keluarga Mbak Erry

A Happy Family πŸ˜€

Pada foto di atas, latar kami adalah wallpaper yang cukup terkenal seantero jagad maya. Wallpaper itu pula yang menandakan bahwa aku pernah ke rumah Teh Erry. Senangnya, karena akhirnya aku sempat berfoto dengan Kayla dan Fathir. πŸ˜€

Tea WalkFoto dengan latar perkebunan teh

Sebenarnya masih banyak tempat-tempat lain yang sangat ingin kukunjungi. Namun aku teringat ucapan bunda yang akan menjadi pimpinanku di tempat kerja yang baru. Kata beliau aku harus mengurangi kegiatan jalan-jalanku, karena aku harus serius bekerja.

Per 1 Juni 2013 (insya Allah) aku akan bekerja di tempat yang sama sekali berbeda dengan yang sedang kujalani sekarang, namun masih berada dalam kedinasan yang sama. Pekerjaan non shift, 5 hari kerja dalam seminggu dan layar monitor, tengah menantiku. Tentu saja tak akan ada waktu libur yang bisa dicolong-colong seperti yang selama ini aku lakukan, untuk bisa punya cukup waktu untuk bertamasya. πŸ˜€

Jadinya aku harus memendam hasrat untuk mengunjungi berbagai daerah di Indonesia, yang tentu saja dalam rangka mengunjungi rekan-rekan blogger. Bukittinggi masih menanti dengan Bundo Adel dan jam gadangnya. Kemudian ada juga Palembang, Semarang, Malang, Bali, Makassar, dan lain-lain, yang kesemuanya ingin kukunjungi.

Sementara ini, karena aku belum pernah ke Bukittinggi, jadinya aku pajang foto diri dengan latar jam gadang saja deh. Hehe… πŸ˜€

Jam gadang.Keren juga nih editan sotosop :mrgreen:

Hore-hore di Solo

Keriuhan Asean Blogger Festival Indonesia 2013 Solo, perlahan-lahan sudah menyurut. Namun hingga sekarang aku merasa buntu. Sebenarnya, banyak hal yang bisa ditulis sebagai bahan update blog, namun ternyata aku tak dapat menuangkannya. Mungkin sebagai langkah awal, aku ingin menampilkan segelintir rekam peristiwa melalui kamera iPod-ku yang sangat sederhana. πŸ˜€

Di SoloBu Evi, aku dan Mbak Lusi

Pertama kali menjejak bandara Adi Sumarmo, aku bertemu dengan beberapa rekan yang juga kebetulan menuju hotel tempat peserta ABFI menginap. Syukurlah ada jemputan saat itu, jadi aku tak perlu naik taksi. Ternyata seorang blogger perempuan yang bersamaku saat itu adalah Mbak Lusi, pemilik blog burselfwoman.com, yang juga salah satu juri saat event Srikandi Blogger. Saat turun di depan Hotel Kusuma Sahid, aku melihat seorang perempuan dengan bandana di kepalanya.

Aku langsung berseru, “Bu Evi!”

Bu Evi memang gampang dikenali dari penampilan beliau. Langsung kami foto-foto. Sayangnya Bu Evi tidak bisa mengikuti seluruh acara ABFI, karena berita duka yang beliau terima.

Acara kuis kecil-kecilan yang kuadakan di dekat kamar hotel, dianggap teman-teman sebagai acara terseru di sela-sela kegiatan ABFI. Insya Allah kisah ini akan kutuliskan di postingan yang berbeda.

Banyak lagi hal lain yang bisa diceritakan. Oh iya, karena peserta tidak mendapatkan makam malam, maka peserta berburu kuliner Solo di malam hari. Seperti yang terekam pada gambar di bawah ini. Lumayan, bisa makan gratis, karena sang tuan rumah, Qempor, mentraktir kami semua. Kebetulan dia juga sedang berulang tahun. Horeee πŸ˜€

Makan bareng

Sebuah postingan yang naggung banget, karen buru-buru mau ke bandara. *lambai-lambai ke Jogja πŸ˜€

Lain Padang Lain Belalang

Yang pertama-tama ingin kuucapkan adalah bahwa aku iri dengan Bu Evi Indrawanto. Itu terjadi beberapa waktu yang lalu, saat beliau berhasil terpilih sebagai salah satu peserta dalam acara Jelajah Gizi dengan mengunjungi Gunung Kidul, Yogyakarta. Lalu bermunculanlah di blog beliau cerita yang berkaitan dengan perjalanan beliau tersebut. Salah satu tulisan yang paling kuingat adalah mengenai makanan yang ada di Gunungkidul, yaitu pada tulisan berjudul Gunungkidul, Sego Abang & Belalang Goreng. Continue reading

[Giveaway] Cerita di Balik Aroma

Pengantar Giveaway

Suatu ketika aku berjalan di samping sebuah rumah. Lalu aku mencium sebuah aroma yang sangat khas, yaitu aroma mesin. Saat kulirik (bukan bermaksud mengintip) melalui jendela yang terbuka lebar, rupanya di dalam rumah itu ada mesin yang cukup besar. Aku tidak paham itu mesin apa, hanya yang kutangkap adalah aromanya. Menurutku, aroma mesin itu seperti aroma oli atau pelumas yang melumasi bagian-bagian dalam mesin. Biasanya mesin yang sudah agak lama, yang terlihat warna olinya menghitam di sana-sini, akan semakin tercium baunya. Bau yang sama juga bisa tercium di bengkel motor, atau yang lainnya. Continue reading

Once Upon A Time

“Kamu akan menjadi istri dari seorang master. Jadi, kamu harus mengubah penampilanmu supaya lebih rapi dan intelek…”

Tya menggeram, kala sesekali kalimat itu terngiang-ngiang di telinganya. Ia sebal, mengapa kemarin harus bertemu dengan orang yang sudah mengucapkan kalimat itu padanya. Continue reading