Pengantinku

Jalan raya lengang. Bus yang kutumpangi tadi sudah tak terlihat lagi di kejauhan. Aku berdiri di pertigaan.

“Desa Parta?”

Sesosok laki-laki dengan truknya tiba-tiba muncul di sampingku, entah dari mana datangnya. Degup jantungku meningkat.

“Bagaimana kau tahu…”

Tanpa menyahut, lelaki itu memberi tanda padaku.

Kuambil ransel kuningku dan segera masuk ke dalam truknya. Aku melirik sosok kasar di sampingku, semakin membuatku bungkam. Aku berusaha menyibukkan diri dengan memikirkan pengantinku.

*****

“Mengapa kau memilihku, Adam?” tanya Linda perlahan.

Kutatap lekat sosok di balik layar 100 inci di depanku. Sudah setahun sejak aku memilihnya dari kotak “Pick Me”.

“Banyak gadis yang lebih cantik dariku.”

“Kamu memang tidak cantik,” sahutku sambil mengusap bagian pipinya di atas layar. “Tetapi aku suka rautmu.”

Linda tersipu-sipu. Aku sangat suka saat melihat pipinya yang memerah.

Setahun yang lalu kantor pusat mengirimkan email yang mengatakan bahwa aku sudah boleh memiliki seorang perempuan, serta password yang bisa kugunakan untuk membuka kotak “Pick Me” di database kantor.

Aku langsung terpikat melihat sosok perempuan dengan tampilan sederhana, namun tampak elegan dengan rambut yang tergerai panjang.

“Linda, sampaikan pada keluargamu, aku akan datang ke Parta,” ucapku pasti.

*****

Debu tebal menyadarkanku dari lamunan. Aku terbatuk. Truk yang kunaiki berhenti di depan sebuah rumah besar berhias.

Tiba-tiba lelaki di sampingku merenggut ranselku dan memasukkan sesuatu ke dalamnya.

“Buka bila saatnya tiba,” ucapnya sambil mengembalikan ranselku.

Perlahan aku turun dari truk.

“Ini dia pengantinnya sudah datang.”

Beberapa lelaki berjas hitam muncul di depanku.

“Ini, gantilah pakaianmu…”

Aku menerima setelan jas hitam yang disodorkan. Aku meletakkan ransel kuningku di pojok halaman.

Sepintas kupandangi wajah-wajah itu. Mereka sangat ramah dengan senyum selalu tersungging.

Sebuah prosesi kujalani. Aku membaca surat pernyataan pernikahan yang sudah kuunduh dari file kantor pusat dan membubuhkan tanda tangan.

Tirai tersibak. Pandanganku terpaku pada perempuan yang melangkah perlahan. Cantik. Untuk pertama kalinya aku melihat Linda secara langsung.

 “Hai, Adam,” ucap Linda.

“Hai,” sahutku sebelum mendaratkan kecupan di keningnya.

*****

Pesta belum usai, namun aku tak sabar untuk berduaan dengan Linda. Aku menariknya ke kamar pengantin.

“Kau mencintaiku, Adam?”

“Iya…”

“Kau ingin tinggal bersamaku?”

“Iya, Istriku.”

Kemudian yang terlihat adalah pahatan tubuh sempurna.

“Kita akan bersama selamanya. Mendekatlah, Adam…”

Perlahan kulit Linda yang halus ditumbuhi bulu-bulu kasar. Sebuah ekor tampak melambai-lambai di belakang Linda.

Aku terkejut. Tak kusangka perempuan yang kupilih dari kotak “Pick Me” adalah seekor serigala. Aku berlari ketakutan.

Tiba di halaman, beberapa lelaki ramah yang kutemui sebelumnya mengerubungiku. Mereka sudah berubah serupa dengan Linda.

“Kau takkan bisa lepas dari ratu kami,” ucap salah seorang dari mereka.

“Kalian tahu apa yang harus dilakukan, Anak-anak. Aku menginginkan jantung hari ini,” sosok Linda menyeruak dari balik kerumunan serigala.

Kawanan serigala bergerak maju. Aku semakin terdesak. Kematian membayang.

Tiba-tiba tanganku menyentuh ranselku. Aku teringat ucapan lelaki pengemudi truk. Perlahan aku membukanya dan menemukan sebuah kotak dengan tombol aktivasi. Entah siapapun lelaki itu, aku patut berterima kasih padanya di neraka nanti.

Gemetar aku menekan tombol. Terlihat angka penunjuk waktu bergerak mundur. Sepuluh detik. Aku memakai ranselku dan menghitung dalam hati, lalu menghambur ke tengah kawanan serigala.*****

Jumlah: 500 kata

QUIZ MONDAY FLASHFICTION #2 – Sekilas Sekitarmu

Catatan : Saat melihat ke samping kanan, ada ransel kuningku teronggok. Ide yang terlintas di kepalaku untuk sebuah ransel adalah bom. Terciptalah cerita di atas.🙂

49 thoughts on “Pengantinku

  1. ck. lagi demam flash fiction dan aku prustasi. kekmana sih caranya bikin flash fiction yang endingnya mbikin surprise gini?
    harus banyak-banyak baca flash fiction ini sepertinyah.
    lanjutkan Kaaaak!

  2. Emm, ide ceritanya udah oke mbak. Cuma endingnya masih agak kurang nendang, deh. Kaya kekurangan satu bumbu. Di cerita tidak tergambar jelas kenapa si tokoh utama lebih bunuh diri bersama serigala ketimbang melempar bom begitu saja ke arah kawanan serigala. Jadi seperti pasrah gitu. Padahal di tengah2 dia mau berjuang buat tetap hidup (dengan cara berlari ke luar). Menurut saya sih, mbak. Hehe

  3. great story kak… saya kira cerita romantis..ternyata….
    kalo menurut saya endingnya justru keren..karena pembaca dipaksa menafsirkan sendiri apa kotak itu… harusnya gak usah dikasih informasi kalo itu bom..
    sebelum saya tau, saya kira kotak itu adalah sebuah mesin waktu kak…😀

  4. Komen saya hampir sama kayak mas Sulung
    Kenapa nggak dilempar aja daripada jadi korban bom bunuh diri?
    Hehehe

    Tapi ide ceritanya keren banget mbak. Saya paling suka ide memilih calon pengantin dari kotak “Pick Me” Kerreeenn😀

  5. huwaaa keingetan jacob.

    mba, neurut saya ini masih bisa dipadatin lg. ga usah banyak sampirannya. karena ini mbacanya jd kyk cerpen yg disingkat. da iya, terlalu banyak ide dari kotak jodoh, serigala, dan bom. maaf, ini menurut saya loh ya..

  6. Denger kata ‘pengantin’ dan tas ransel memang saya udah kepikiran ke arah BOM. Tapi yang saya nggak menduga di bagian serigalanya..😀

    Keren imajinasinya kakak..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s