Jalan-jalan Singkat ke Tempat Pengolahan Kemiri Tradisional

Menyaksikan tayangan pengetahuan di televisi memang sangat menyenangkan. Aku sangat tertarik saat melihat tayangan mengenai bagaimana cara melakukan sesuatu, atau bagaimana sesuatu itu dibuat. Tak jarang aku manggut-manggut dan berucap, “Oo, ternyata begitu caranya…”. Bagi yang berkesempatan bertualang a la Si Bolang, atau mengunjungi pabrik-pabrik seperti yang ‘dilakukan’ Si Unyil dalam acara “Laptop Si Unyil” tentu baik sekali. Namun bagi yang tidak mendapatkan kesempatan seperti itu, tentu tak perlu bersedih. Karena di sekitar kita juga banyak hal-hal menarik yang bisa disaksikan langsung.

Beberapa hari yang lalu aku ke tempat pengolahan kemiri secara tradisional. Kebetulan emak memang minta dibelikan kemiri langsung di tempat pengolahannya. Lokasinya adalah rumah salah seorang warga di wilayah Gunung Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Kota Samarinda.

(Sumber gambar)

Sejak kecil aku sudah mengenal kemiri sebagai bumbu yang sering dipakai emak untuk memasak. Awalnya kukira kemiri itu ya memang sudah seperti itu dari pohonnya. Ternyata setelah melihat pohon kemiri, aku bertanya-tanya, “mana buah yang putih itu…?”.

(Sumber Gambar)

Akhirnya aku tahu bahwa biji kemiri itu berasal dari buah yang harus diolah terlebih dahulu. Gambar di atas merupakan buah kemiri yang berisi beberapa biji. Biji-biji ini bercangkang keras, sehingga harus dikelupas dulu untuk mendapatkan biji kemiri yang bisa dijadikan bumbu masakan. Untuk produksi skala besar, biasanya orang menggunakan mesin untuk mengupas cangkang kemiri. Untuk skala rumahan, biasanya digunakan cara tradisional.

Di rumah warga yang kudatangi, akupun menanyakan bagaimana proses pengolahan kemiri dengan cara tradisional. Usaha tersebut sudah mereka lakukan selama beberapa tahun. “Lumayan, kerja seperti ini di rumah, bisa sekalian menjaga anak,” ucap Bu Ati (bukan nama sebenarnya).

Biasanya keluarga Bu Ati membeli biji kemiri yang sudah dikupas kulit buahnya, dari warga lain yang memiliki kebun kemiri. Lalu, apakah biji kemiri yang bercangkang keras itu bisa langsung dipecah? Ternyata tidak!

Pertama-tama, biji kemiri yang masih segar itu dijemur selama beberapa hari.

Penjemuran awal

Penjemuran awal

Setelah cukup kering, biji-biji tersebut direbus. Untuk menghemat bahan bakar, biasanya Bu Ati merebus biji kemiri dalam wajan-wajan besar dengan menggunakan kayu bakar.

“Merebusnya berapa lama, Bu?” tanyaku.

“Tidak perlu lama-lama. Setelah rebusannya mendidih beberapa menit, selesai. Bila terlalu lama merebusnya, maka kemirinya tidak akan berwarna putih, namun cenderung kuning kemerahan. Jadi kurang bagus,” papar Bu Ati.

Setelah kemiri direbus kulihat kemiri dimasukkan dalam bak-bak besar berisi air untuk mendinginkan. Lalu kemiri siap dipecahkan.

Kemiri yang sudah direbus, siap dipecahkan

Kemiri yang sudah direbus, siap dipecahkan

Pemecahannya menggunakan cara sederhana, yaitu cangkang kemiri dipecahkan di atas batu.

Pemecahan cangkang kemiriUsai dipecahkan dengan batu, cangkang kemiri ini belumlah lepas seluruhnya. Masih ada yang harus dilakukan untuk melepaskan cangkang dari biji dalamnya. Mengupas cangkang kemiri-1

Alat mengupas cangkang kemiri

Alat mengupas cangkang kemiri

Cangkang kemiri yang sudah dipukul hingga retak-retak, lalu dikupas dengan menggunakan alat yang mirip obeng. Ternyata membuka cangkang ini tidak mudah. Saat aku mencobanya, biji dalam kemiri ini jadi terbelah atau tidak bisa berbentuk utuh. Padahal menurutku kemiri itu lebih cantik bila bulat utuh, tidak terbelah.😀

Setelah biji kemiri terlepas dari cangkangnya, lalu dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari. Cara ini memang beresiko bila sedang musim hujan.

Kemiri yang dijemur

Kemiri yang dijemur

Setelah kurasa cukup ‘bermain-main’ di tempat pengolahan kemiri, lalu aku meminta Bu Ati untuk membungkuskan kemiri sebanyak 2 kilogram. Kemiri ini untuk dijual di warung emak. Yang pasti, harganya lebih murah dibandingkan bila aku membelinya di pasar. Dan juga dengan membeli langsung di tempat pengolahan kemiri seperti rumah Bu Ati ini membuat kita yakin bahwa kemiri yang kita beli masih baru, bukan yang apek karena telah lama tersimpan di gudang.🙂

Tulisan ini disertakan dalam 1st Giveaway : Jalan-jalan Seru untuk Keke dan Nai

20 thoughts on “Jalan-jalan Singkat ke Tempat Pengolahan Kemiri Tradisional

  1. semasa bundo kecil, persediaan di rumah hanya ada kemiri dengan cangkang.. jika hendak digunakan baru dipecahkan. Sekarang beli yang sudah dibuka saja.🙂

    tujuan merebus itu mungkin agar cangkang gampang lepas ya Kin.. supaya biji kemiri keluar dengan bulat utuh cantik.

  2. Oh jadi gitu ya Mbak, ribet juga ya caranya. Padahal harga jualnya murah meriah, sebungkus cuma 500 rupiah, isinya 3 biji.
    Btw, difoto itu ukuran kemirinya kok kecil-kecil ya mbak?

  3. di ktr ku ada pohon kemiri…tiap pagi ada buah yg jatuh…tak pungut lalu tak kumpul…weh udah banyak..tp tdk tau cara bukanya…tiap kali di buka berhamburan kemana2..jd mau tak coba cara ini…makasih.

  4. kebetulan kemaren dikasih oleh2 kemiri yang masih bercangkang lalu aku praktekan metode diatas teernyata tingkat keberhasilan menjadi kemiri utuh cuma 30%,,hiks
    susah yach memecahkan cangkang biar kemiri tetap utuh..mungkin ada metode pemecahan cangkang yang bisa menghasilkan kemiri utuh??? ditunggu yach info lainnya

    makasih

  5. Salam,
    Saya sangat tertarik dengan Auleritus trisperma (kemiri sunan) ini. Dimana pak saya dapat memperoleh bibit (berupa biji) nya pak. Kalau boleh ang bersertifikat. Sy sudah coba beberapa balai benih baik swasta/kel.tani namun hasilnya nihil alias tidak ready. Mohon pencerahannya, bila ada link ke sana.
    Trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s