The Old and New Photos: Guratan itu nyata…

Ada sebuah foto yang terselip di dompetku sejak lama. Bukan foto kekasih, apalagi Nicholas Saputra. Foto itu adalah pas foto-ku saat kuliah di tahun pertama. Saat itu usiaku baru beranjak ke angka 17 tahun nan belia. Kulit halus dengan sapuan bedak bayi saja. Binar mata mengukir semangat jelang masa dewasa.

Akin-jadul

Adakah aral di depan sana? Kurasa aku tak melihatnya. Hanya ada aku dan hidupku tuk taklukkan dunia.

Namun, setelah belasan tahun dititi. Satu bintik menambah kumpulan bintik yang lain yang memberitahu bahwa menua itu pasti. Bedak bayi sudah tidak mempan lagi. Kulit halus telah berhias guratan di sana sini. Binar di kedua mata itu menjadi sepi. Sederajat binar meredup, segores gurat terbentuk, untuk setiap aral yang dihadapi.

Blushing

Setelah kenal dengan Bunda Yati Rahmat, ada rasa malu yang mencuat. Tak usah ditanya lagi berapa banyak beliau memiliki gurat. Binar matanya memancar kuat. Adakah separuh dari beliau aku memiliki semangat? Ingin rasanya mendekati Bunda tanpa sekat.

Kutahu, tulisan keseharian Bunda Yati di blog yang sangat berisi. Segala cerita pengalaman hidup yang takkan pernah basi. Pun tak kusangka ternyata Bunda Yati pandai menulis fiksi. Teringat saat bersama beliau mengejar audisi. Tak sabar membuka Facebook untuk membaca notifikasi. Tulisan yang lolos audisi menjadi suatu prestasi.

Terima kasih, Bunda Yati Rahmat
Yang telah menularkan semangat
Lupakan gurat
Gunakan urat

Terus berkreasi
Bukan mencari sensasi
Meski bukan demi sesuap nasi
Agar hasrat hati (tuk jadi penulis) bisa terealisasi.

_________________________

Foto dan tulisan diikut-sertakan pada GiveAway – Pertamaku untuk Ultah Blog MISCELLANEOUS.

42 thoughts on “The Old and New Photos: Guratan itu nyata…

  1. Akin yang suka mingkem, Akin yang sederhana, namun kaya akan ilmu. Kesempatan bertemu tak pernah bunda sia-siakan. Menjadi MENTOR kilat Akin bunda jadikan, hehe.. Makasih. Kirain gak bakalan ikut nih. Makasih ya. Mbak Akin, gara-gara sibuk nge-check list GA ini, jadi lupa deh kalo tgl. 26 Maret itu hari terakhir Jumiati Lely Bukit di Pamulang. Kaget setengah idup tuh, tadi siang bunda di telpon kalo Lely udah di Bandara, hiks, hiks..gak ketemu Juan.

    • Senang sekali waktu itu bisa langsung berinteraksi dengan Bunda, sekaligus utak-atik blogspot pula. Lumayan, bisa sekalian nambah-nambah ilmu saya yang cekak.😀
      Semoga lain kali Bunda bisa bertemu dengan Juan lagi.
      Sayangnya meski sama-sama berada di Borneo, saya tak dapat memperpendek jarak dengan Mbak Lely.😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s