Tour de Jatim

Perjalanan yang mengarah dari Pulau Kalimantan ke Pulau Jawa, kumulai pada tanggal 12 Maret 2013 lalu dengan Jakarta sebagai pijakan pertama. Kopdar pertama terlaksana, yaitu sebuah perjumpaan indah dengan Bunda Yati. Setelah itu, tanggal 14 Maret 2013 aku terbang ke arah timur Pulau Jawa, untuk mengunjungi sepupuku yang sedang kuliah di Surabaya.

Menjejak di Bandara Juanda, hari sudah memasuki malam dan aku disambut hujan yang lebat serta sesekali terlihat petir di kejauhan. Keesokan harinya aku kebingungan akan melakukan apa saat berada di Surabaya, karena sepupuku harus pergi ke kampus. Syukurlah, ternyata kemudian Pakdhe mengundangku dan 2 rekan lain untuk makan siang di rumah beliau pada pukul 13.00 WIB. Setelah mengantar sepupuku ke ITS, aku menghabiskan waktu di Galaxy Mall, sembari menunggu siang. Karena aku tidak tahu letak rumah Pakdhe, akupun meminta arahan dari Mbak Yuniari Nukti.

Sekitar 30 menit dari waktu pertemuan, aku memacu sepeda motor sepupuku mengikuti arahan Mbak Yuni. Mungkin karena aku tidak mengenal medan, aku tidak menemukan rumah Pakdhe. Hingga kemudian hujan turun begitu lebatnya, memaksaku untuk berteduh karena tak ada mantel hujan di jok motor. Kemudian aku nekat menembus hujan karena khawatir Pakdhe dan yang lain menunggu lama. Setelah aku yakin aku salah arah, aku memutar balik dan mencoba bertanya di sebuah warung tenda. Akhirnya aku bisa menemukan gerbang perumahan Galaxy Bumi Permai. Ternyata tidak jauh dari kos sepupuku tempat aku menginap di Keputih.

Bersama PakdheDengan keadaan basah kuyup, aku disambut Pakdhe di pintu dan kamera Kang Yayat pun beraksi.

Kopdar GalaxyAkhirnya aku bisa juga mencoel-coel pipi Bella yang chubby itu. Saat sesi pengambilan gambar, aku baru menyadari ternyata jilbabku dan Mbak Yuni sama-sama merah.😀

Pada hari Sabtu (16/3) pagi aku dan sepupu berniat pergi ke Sidoarjo, untuk mengunjungi keluarga almarhum kakak sepupuku yang meninggal sekitar 2 pekan yang lalu. Pagi itu juga aku tercetus ide pada sepupuku untuk berangkat ke Jember, karena kami juga punya seorang tante di sana. Sepupuku setuju, lalu kami meminta ijin pada orang tua kami. Aku juga menghubungi beberapa rekan blogger yang ada di Jember. Setelah nyekar ke makam, aku dan sepupuku lalu membeli tiket kereta api di Indomaret untuk pemberangkatan dari Jember-Surabaya pada hari Minggu (17/3). Lalu untuk pergi ke Jember kami naik bis PATAS dari terminal Bungur Asih.

Perjalanan menuju Jember cukup menyenangkan. Banyak kota yang kami lintasi. Yang menarik adalah saat berhenti di sebuah terminal suatu kota, mendadak belasan pedagang asongan menyerbu masuk ke dalam bis dan menawarkan barang dagangan mereka dengan cara yang sudah umum dimana-mana. Bungkusan kacang rebus, tahu sumedang, kerupuk, majalah, dll, di letakkan di atas pangkuan penumpang, dari baris depan hingga belakang. Lalu setelah itu mereka mengambil kembali barang-barang tersebut bila tak dibeli.

Akhirnya bis kami memasuki terminal Jember, setelah sekitar lebih dari 5 jam perjalanan. Hari sudah malam saat itu.  Aku menelpon tanteku yang sudah berjanji akan menjemput di terminal. Saat sebelum memasuki kota Jember, aku juga melakukan kontak dengan rekan-rekan blogger di Jember. Lalu setelah tanteku tiba, salah seorang lelaki tak seberapa tampan datang menghampiriku dengan menunggang kuda putih mengendarai sepeda motor. Aku dijemput Mas Akbar untuk menghadiri undangan Prit dan lelaki tak seberapa tampan yang satunya di Panaongan. Setelah tawar menawar yang lumayan alot dengan tanteku, akhirnya aku diijinkan untuk duduk di belakang Mas Akbar, dengan catatan kami ikut rombongan tanteku terlebih dahulu untuk makan malam.

Di PanaonganMeski sempat berurusan dengan Om Polisi yang berjaga di pertigaan, akhirnya sampai juga kami di Patrang. Saat di Panaongan, aku merasakan keakraban, persaudaraan yang sangat kental. Rasanya seperti mimpi saja bisa berada di Panaongan dengan nyonya-nya yang imut-imut itu. Ya, ternyata Prit itu memang mungil, Masbro itu keren meskipun ceking dan lelaki yang satunya lagi memang tak seberapa tampan. Hehe…😛 Sayang sekali Kang Sofyan tidak bisa datang.

Menurutku tak perlu dibahas siapa yang menjadi topik utama pertemuan semalam. Sepertinya aku sudah terbiasa dengan gaya canda Masbro dan Prit serta kawan-kawan yang lain. Yang terpenting adalah, aku sangat senang dengan sambutan yang diberikan. Sekali lagi kuucapkan banyak terima kasih kepada semua orang yang telah menyambut kedatanganku dengan hangatnya. Meskipun ingin lebih berlama-lama di Panaongan, namun aku harus segera ke rumah tanteku karena beliau ingin aku menginap di rumah beliau. Jadinya selama beberapa puluh menit aku kembali berada di balik punggung Mas Akbar, karena ternyata rumah tanteku lumayan jauh dari Patrang.

Rasanya tak cukup, karena hanya beberapa jam berada di Jember. Siang tadi aku naik kereta  jurusan stasiun Jember-Surabaya Gubeng. Sebenarnya ini adalah saat pertama aku naik kereta api. Aku sangat menikmati perjalanan dengan kereta. Mungkin karena aku membeli tiket eksekutif. Beberapa saat sebelum tiba di stasiun Gubeng, aku mengubungi Niar Ningrum untuk kopdar. Syukurlah, ternyata Niar berada tak jauh dari lingkungan kampus ITS/Keputih.

NiarTernyata Niar itu mungil ya. Haha…😀

With Niar Ningrum

Tour de Jatim kali ini ditutup dengan kopdar bersama Niar Ningrum dan Rifai. Senangnya bisa bertemu banyak rekan-rekan blogger. Insya Allah esok (18/3) aku akan bertolak menuju Kalimantan.

Semoga lain kali aku bisa melakukan perjalanan lagi. Mungkin ke arah Jawa Tengah? Hehe…

44 thoughts on “Tour de Jatim

  1. Naik kereta pasti rasanya maknyus ya mbak. Perjalanan yang sangat panjang dan detail. Bagaimanana rasanya dibalik punggung uncle Akbar. Kok ga da poto unyu2nya. Hi hi hi. Niar mungil. Bahagianya bisa kopdar. Selamat sampai tujuan mba Akin.

  2. Kakaakin riding di Surabaya ???
    Waaahhh salut saya … kehujanan pula … adduuhhh …

    Yang jelas saya salut dengan Kakaakin …
    Senang sekali melihat foto di Jember itu … dan juga di Surabaya …
    terasa kental sekali persahabatan blogger

    this is the beauty of blogging

  3. Wooww… Mbak Akin, pengalaman yang luar biasa ya… Dan saya makin menyesal tdk bisa ketemu waktu dirimu di Jakarta.

    Jember bener2 kopdar yang bikin Hot of the news niiih… Banyak yang pada kepo akan kelanjutannya… #termasuk akiuuu…

  4. Walau sama2 ‘tidak seberapa tampan’ tetapi kenapa hanya Masbro yang dibilang keren?
    Hmm..semakin kepo sayah. Hihihi!

    Mantap Kak kopdarnya, jangan lupa kalau ke Jawa Tengah kabar2i ya🙂

  5. Sayang sekali saya gak bisa berkumpul dan berfoto ria disana😦

    Selamat sampai tujuan Kak, sampai jumpa kembali dilain kesempatan😀

  6. Waah padahal saya lagi di Surabaya. Tapi memang baru bergabung dengan warung blogger. Blogger pemula.

    Salam kenal ya Kaka Akin. Kapan-kapan kita berjumpa ya..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s