Jalan Tembus Aminah Syukur

Jalan tembus Aminah Syukur merupakan salah satu ruas jalan penting di Kota Samarinda. Jalan yang hanya satu arah ini menghubungkan Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan P. Hidayatullah. Biasanya warga yang melewati jalan ini adalah mereka yang berkendara dari arah Jalan Arif Rahman Hakim menuju ke arah Pasar Sungai Dama – Jalan Tenggiri – daerah Sambutan dan seterusnya. Namun tak sedikit juga pengguna jalan ini adalah warga dari pusat kota yang akan menuju Mall Samarinda Central Plaza. Ruas Jalan Aminah Syukur semakin banyak dipakai semenjak Jalan Imam Bonjol yang posisinya paralel dengan Jalan Aminah Syukur, diubah menjadi satu arah. Continue reading

Just For You

Lagu yang paling berasa di hati, mungkin bagiku adalah lagu “Just For You” yang dinyanyikan oleh Richard Cocciante, seorang penyanyi asal Itali. Kalau tidak salah, lagu ini muncul sekitar tahun 1970-an. Aku tak dapat menuliskan banyak hal tentang penyanyi yang satu ini karena minimnya informasi yang kudapat saat berselancar di dunia maya. Continue reading

Kopdar dengan Bunda Yati Rahmat

Senangnya bila kita bisa bertemu dengan sahabat blogger di kota-kota yang kita kunjungi. Beberapa hari sebelum aku memulai perjalanan dengan Jakarta sebagai tujuan pertama, aku menghubungi Mbak niken. Berharap bisa bertemu dengan beliau. Namun karena sesuatu hal, rencana pertemuan kami tak dapat terrealisasikan. Aku juga menghubungi beberapa rekan lain. Ternyata waktunya kurang tepat, karena aku datang pada hari-hari kerja dan rata-rata rekan blogger adalah karyawan. Continue reading

Turut Belajar HTML

Sebuah acara bertajuk #bloGodok mulai diadakan oleh beberapa blogger senior Samarinda. Pesertanya adalah para blogger atau yang baru akan membuat blog. Acara yang direncanakan sebagai acara dwimingguan itu sudah memasuki #bloGodok #02. Acara ini mirip dengan Akademi Berbagi (Akber), namun materi yang dibahas dikhususkan hanya seputar dunia blogging. Continue reading

Samarinda Bekesah #01

Samarinda bekesah

Judul Buku : Samarinda Bekesah #01
Penulis         : Warga Samarinda
Halaman      : 162 Hal.
Harga            : Rp 38.000

Bila ada yang betanya, seberapa cintanya diriku terhadap Samarinda, kota kelahiranku? Rasanya tak berlebihan bila kemudian aku menjawab, “BANGET!”. Ya, dengan huruf besar dan tanda seru. Aku yakin jawaban yang kurang lebih sama juga akan dilontarkan oleh beberapa orang warga Samarinda yang kemudian turut berkontribusi dalam sebuah buku kumpulan cerita tentang Samarinda. Adalah buku Samarinda Bekesah yang menjadi salah satu bentuk kecintaan itu. Continue reading