S.I.B.U.K

Dengan MaeAkin dan Mae

Yang di sebelah kanan adalah Mae, sepupuku yang (insya Allah) akan menikah kurang dari 3 pekan mendatang. Calon mempelai perempuan ini sekarang sedang berada di Surabaya untuk melanjutkan kuliah strata 2-nya di ITS. Aku salut dengan keputusannya untuk melanjutkan studi, sementara ia dan calon suaminya telah merencanakan pernikahan.

Beberapa anggota keluarga menyayangkan Mae yang resign dari perusahan bonafid yang ada di Kota Balikpapan. Syukurlah, kedua orang tuanya tetap mendukung keinginannya untuk sekolah lagi, meskipun nantinya ia akan LDR-an dengan suaminya yang bekerja di Balikpapan.

Mbahnya Mae bingung, “Loh, nanti bagaimana… Pengantin baru kok sudah harus misah?”

“Mbah, Balikpapan dan Surabaya itu cuma ‘sak-nyu’an’. Satu jam juga udah nyampe,” sahutku.

“Oh, iya ya. Naik pesawat sebentar, udah bisa ketemuan lagi,” ucap Mbah sambil tersenyum.

Bagiku, hal yang menyenangkan dari keputusan sepupuku untuk kuliah lagi -di Surabaya pula- adalah aku bisa saja iseng-iseng berangkat ke sana dengan alasan mengunjungi sepupuku. Lalu aku ujug-ujug nongol di Galaxy, atau kopdar dengan Si Gingsul dan sahabat yang lain. Horeee… \^-^/

Lalu, relevansi tulisan ini dengan judul sebenarnya apa? Hehe…😛

Ternyata mempersiapkan pernikahan, sementara calon mempelainya tak ada di tempat itu ‘sesuatu’ banget ya. Butuh waktu dan pulsa lebih banyak untuk masalah koordinasi ini dan itu. Ya, namanya juga mengadakan hajatan pernikahan, terlebih lagi menggunakan acara adat (Jawa), pasti S.I.B.U.K sangat. Kalau mau tidak sibuk sih tiduran saja. Hehe…:mrgreen:

Eh, sebenarnya aku masih mesti mempersiapkan bahan untuk rapat panitia malam ini. Aku malah sambil menulis postingan. Baiklah, kembali fokus. Tringggg!!

31 thoughts on “S.I.B.U.K

  1. semoga segala persiapan Mae sampai hari H berjalan lancar..
    panitia yang satu ini juga harus jaga kesehatan.. selaku tangan kanan harus prima sampai acara selesai..😛

  2. Wah…, sibuk banget tuh. Acaranya kurang dari 3 pekan ya…
    Tentu senang ya ketemu sama si gingsul manis segala, hehe…

    Ohya, Mbak, hadiah buku telah saya kirim tadi pagi via Pos Indonesia.
    Bila sudah sampe, kabar2 ya… agar hati ini tak khawatir.

  3. memang benar, mbak akin. Dulu fety waktu mau nikah, baru balik ke rumah seminggu sebelum walimahan. Alhamdulillah walimahan fety bareng nikahnya adek, jadi gak ngerasa ngebebani adek karena adek juga nyiapin pernikahannya sendiri😀

  4. setali tiga uang, mempersiapkan pernikahan dengan kondisi kedua mempelai beda tempat memang sesuatu banget. Harus siap riwa-riwi dan pastinya H-1 br Off kerja juga. Dnikmati saja, sesuatu yang unik dan penuh tantangan semoga berlimpah berkah dan Alhamdulllah saya dbantuin oleh sodara, jd lumayan gak stress sendiran. Nti hbs menikah jg masih harus siap jd psangan yg LDR MOde ON..

    At least Mbak Mae hanya perlu waktu sekira 1 jam utk sampai Balikpapan, Kalau saya semalaman br bisa sampai rumah neh Mbak, maklum transportasi darat only Eh, kok jd ikutan curcol yaaa…maaaf

    #And, selamat mempersiapkan pernikahannya..semoga jd keluarga sakinah mawadah warohmah:)

  5. hihihi…jadi inget waktu nikah dulu Ka, aku ‘cuma’ kebagian nyiapin kartu undangan, yg lainnya diberesin ortu *ups* hihihihi..

    Semoga pernikahan Mae nanti lancar2 aja ya Ka, met jadi panitia😉

  6. Persiapan pernikahan berbumbu kesibukan, semoga acaranya lancar. Kakaakin seksi sibuknya juga jaga kesehatan agar cerlang di hari H nanti. salam

  7. Benar sekali, aku termasuk orang yang sedang mempersiapkan Pernikahanku, tapi aku masih kerja di Kota lain pulang saat menikah nanti, hmm.. harus sabar2 banget, sering banget salah paham masalah koordinasi, bener-bener cobaan menjelang pernikahan…:D Salam Kenal ya..:)

  8. waahh…ngurus nikahannya dari jarak jauh gitu selain sibuk pikiran juga biasanya jadi banyak khawatirnya, maklum deh..beda juga kalo ngerjain sesuatu sendiri tapi karna keadaan mesti dikerjain orang lain, sukses buat nikahan dan studinya mbak mae\^^/

  9. Kuat banget keinginannya belajar, kalau saya sudah dapat kerjaan bagus dan menikah mungkin ogah utk ambil s2, makanya sama Bokap disuruh lanjut kuliah dulu sambil nyambi jualan, kalau tidak biasanya malas melanjutkan kuliah. Salut juga sm mbak Mae.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s