Pamer Suami

Aku mengutip pembicaraan sesama jomblowati di tempat kerjaku beberapa pekan silam. Kebetulan topiknya adalah seputar lelaki impian. Aku sih tetap dengan standar impianku, yaitu lelaki yang sholeh. Pun beberapa rekan lain juga sama. Namun ternyata ada seseorang yang berpendapat berbeda.

“Aku sih pengennya punya suami yang cakep,” ujar T.

Yang lain menatap T keheranan dan mengira ia hanya bercanda. Menurutku, kebanyakan orang mengharap mendapatkan suami yang baik, beriman, taat beribadah, serta standar-standar kebaikan lainnya, namun bukan yang berkaitan dengan fisik.

“Beneran,” ucap T serius, “Kalau kita punya suami cakep, kan gak malu-maluin kalau dibawa kondangan.”

Sontak saja ucapan T mengundang senyum di antara kami semua. Ah, rupanya bagi T begitu penting untuk terlihat berjalan bersama dengan lelaki tampan. Entah apa yang akan terjadi kelak bila ternyata ia dikaruniai lelaki yang tak seberapa tampan. Apakah sang suami hanya akan diumpetin di rumah? *ngikik

“Memangnya tujuan menikah itu buat mamerin suami, T? Nggak kan?” ucapku.

“Yeee, Mbak T ini maunya yang cakep. Percuma juga punya suami cakep, kalau tiba-tiba dia sakit, hilang deh cakepnya,” sahut yang lain.

“Nauzubillah. Semoga gak sakit deh,” ucap T.

Ketampanan atau kecantikan memang kerap menjadi standar dalam memilih pasangan. Terlebih lagi dari tontonan kita banyak melihat orang-orang yang memiliki wajah tampan/cantik. Tentu aku juga mengakui bahwa Lee Min ho itu tampan. #salah fokus😀

Sesuai dengan apa yang telah diajarkan pada kita, bahwa kita tak boleh meletakkan standar penampilan tersebut di atas masalah agama. Bagaimanapun, agama atau keimananlah yang kelak membawa kita pada kebahagiaan hakiki. Terlebih lagi ketampanan/kecantikan itu hanya bersifat sementara, mudah hilang.🙂

Tentu saja kami para jomblowati ini juga harus belajar memantaskan diri untuk bersanding dengan lelaki sholeh yang telah dipersiapkan Allah untuk kami. Insya Allah. (Ini sebuah optimisme dan do’a)😀

26 thoughts on “Pamer Suami

  1. Cakep/cantik gak begitu penting, yang penting bisa membawa keluarga kearah yang benar dan baik, kalau sudah baik insya Allah akan cakep/cantik . . DIJAMIN !!!🙂

  2. Menurut saya …
    lelaki sholeh itu akan selalu tampak tampan …

    Mengapa ?
    sebab … paling tidak … lima kali wajahnya (juga anggota tubuh lainnya) selalu dibasuh dengan Air wudhu … itu pasti bersih … dan insyaALLAH … selalu memancar sinar kesegaran.

    Belum lagi … hati yang terjaga … tidak berfikiran negatif … akan juga terpancar dari sorot mata dan perilakunya … semakin kharismatik …

    Salam saya Kak

  3. Dulu saya juga salah satu syarat suami dilihat dari kegantengan (bukan untuk dipamerin) tapi bisa memperbaiki keturunan (tinggi, putih, dan berhidung mancung) biar anaknya cantik/tampan bisa cari uang untuk jadi model/artis.
    OOT : Kakaakin kok pulsanya ga sampai2, apa tetap tidak bisa ditransferkah?

  4. Saya sepakat dengan komentar Om Nh.
    Keshalihan pribadi yang terbangun indah Insya Alloh memancarkan kebaikan-kebaikan dari panca inderanya. Ini sebuah pesona yang melegakan rasa siapa yang memandangnya

  5. Tiap wanita punya kriteria tentang lelaki yang akan membuatnya bahagia..Apapun isinya, kriteria itu berakhir kepada keuntungan bagi si wanita..Entah cakep atau sholeh ya Mbak Akin. Jarang deh kita mencari lelaki untuk membahagiakannya🙂

  6. Hohoho. .
    Dulu pas aku masih awal2 kulaih juga pinginnya punya suami yang cakep, kak.
    Tapi sekarang gak. Eh, dapat cakep ya Alhamdulilaah deh.
    yang terpenting sekarang tuh Iman dan Eman.🙂

    Mba T bukan Uti Tt, kan?😆
    OOOoooooh lee mihoo.😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s