Label Undangan

Dalam waktu dekat ini ada 2 orang sepupuku yang akan menikah. Yang pertama adalah sepupuku yang di Bandung, insya Allah resepsinya akan diadakan akhir pekan ini. *kedip-kedip ke Mbak Nchie dan Mbak Erry😉 Yang kedua adalah Mae, sepupuku yang di Samarinda, namun kini bekerja di Balikpapan. Insya Allah resepsinya akan diadakan bulan depan.

Karena aku tinggal di Samarinda, jadi aku turut membantu tanteku -ibu dari Mae- untuk bersibuk-sibuk ria. Oh iya, aku pernah mengajak Mae saat kopdar dengan Pakdhe Cholik dll di Surabaya, waktu itu Mae baru lulus kuliah di ITS. Kemudian ia pernah juga kuajak kopdar dengan Bu Enny di salah satu hotel di Samarinda. Tak terasa… Ternyata kini dia sudah akan menikah. *terharu

Saat ini,  tugas yang kujalani adalah mengetikkan label undangan. Jauh-jauh hari tante memberiku satu berkas yang berisi sekian ratus nama. Untuk undangan teman kantor, om dan tanteku meminta daftar absen dari kantor-kantor tempat beliau bertugas dulu dan kini. Tanteku menandai nama-nama yang akan diundang.

Saat mengetikkan nama-nama itu, aku mengalami kebingungan. Umumnya pada label undangan tertera nama orang yang diundang, serta pasangannya. Bagi yang sudah menikah, ditambah kata “dan suami/istri”. Bagi yang belum menikah, ditambah kata “dan Partner”. Masalahnya adalah tanteku tidak memberikan keterangan seperti itu pada daftar yang beliau berikan padaku.

Akhirnya, dengan semena-mena aku mengetikkan nama pada label undangan. Yang sekiranya berbau maskulin, kutambahkan ‘dan Istri’. Lalu yang feminin, kutambahkan ‘dan suami’. Untuk undangan teman-teman sepupuku, dia sendiri yang mengerjakannya.

Ternyata eh ternyata, aku banyak salah tebak. Contohnya, seseorang bernama ‘Titi’, ternyata adalah laki-laki. Sepertinya, saat mempersiapkan daftar undangan, memang harus diperhatikan dengan baik masalah gender ini. Meskipun sebenarnya tak masalah, namun kita tidak akan pernah tahu bagaimana tanggapan/perasaan orang yang diundang bila terdapat kesalahan saat ia membaca label undangan yang ditujukan untuknya.😀

Ada pula rekan kerja om dan tanteku yang ternyata pasangannya sudah meninggal dunia, jadi tak perlu menambahkan ‘dan suami/istri’. Kemarin ada satu label undangan untuk rekan kerja tanteku yang telah ditempel, dilepas kembali oleh beliau.

“Orangnya baru saja meninggal,” kata tanteku.

Mengurus undangan, ternyata benar-benar tidak mudah. Hitung-hitung ini menjadi pembelajaran buatku, jika saatnya tiba nanti.😀

Persiapan undangan untuk pernikahan Mae memang belum sepenuhnya rampung, karena ada hal lain yang harus dilakukan keluargaku terlebih dahulu. Yaitu packing, mempersiapkan travel bag kami, karena (insya Allah) kami akan ke Bandung untuk menghadiri pernikahan sepupuku.

Semoga sempat kopdar….😀

23 thoughts on “Label Undangan

  1. Saya beberapa kali di kantor dimintai tolong teman kantor untuk mengurus label undangan juga, tetapi khusus untuk yg teman2 kantor. Berbekal daftar pegawai dari kepegawaian, saya list siapa sj yg berpasangan sekantor (karna ada beberapa pasangan sekantor), yg itu artinya cukup 1 undangan saja. Untuk yg lainnya saya print apa adanya nama tanpa tambahan dan istri/suami karna biasanya siapapun yg tertera namanya dia akan dtg bersama pasangannya. Hehe… Semoga persiapan untuk sepupu2nya lancar ya Kak.. Untuk Kakaakin juga🙂

  2. Mbak pijitin dulu kaakinnya biar capeknya hilang heheheh.

    Moga semua acara bisa berjalan lancar ya kaakin. Kalau udah gini nanti bisa tau pas kaakin buat hajatan kan.

  3. semalam mimpi kopdar ma Akin dan Nchie di bandung..trus ketinggalan pesawat wat balik ke bukik…😛

    semoga lancar dua acara pernikahan sepupu ini ya Kin..

  4. kalo zwan dulu sih langsung lempar ke tempat pemesanan undangan,bonus label nama..nggak ribet,tapi yang ribet pastinya yang ngerjain xixixix..kayak kak akin tuhhh hehe….zwan sibuknya bikin souvenir,soalnya zwan rakit sendiri😀

  5. Kiiiin…
    No hape udah aku inbox yah..
    Tanggal 26 jan aku diundang dateng ke semacem workshop gitu di jakarta…
    Udah terlanjur comfirm ama mereka kin…

    Pokoknya ntar sms an lagi yah…

    Dan ngetik undangan kalo gak kenal emang bakalan ribet sendiri..hihihi…

  6. Kak …
    mengenai menulis label nama/alamat undangan ini susah-susah gampang …

    kadang kala ada yang sangat sensitif dengan hal yang satu ini … kurang huruf “K” saja sudah murka tak keruan …
    kurang dicantumkan Titel … pun juga demikian

    Dan yang lebih sensitif lagi … kalau lupa tak ada nama ybs di dalam list undangannya …

    so kita memang harus hati-hati.

    Salam saya Kak

  7. Waaaaahhh Kakaaaaa.. moga bisa kopdar ya dengan blogger Bandung😉
    Iya omku pernah sampe ada yang perang dingin dengan sepupuku karena di undangannya salah tulis gelar. Mungkin kelihatannya sepele, tapi ternyata enggak ya, Kak😉

  8. Kemaren sih, pas mau bikin acara, undangan saya urus daftarnya dulu lengkap dgn kata bpk atau ibu serta dipastikan pasangannya bisa ada.

    Yah kita tunggu aja Kakaakin kapan nyusulnya… hehehe…..

  9. Kalo nggak salah, di pojok kanan bawah biasanya ada tulisan kecil tambahan seperti mhon maaf jika penulisan nama dan titel salah.
    Seharusnya data sebelum diketik, perlu diperjelas biar nggak kerja dua kali

  10. Kaka Akin. Membaca ini jadi ingat bapak saya, kalo di undangan tak tertera namanya, misalnya yang tercantum hanya nama ibu saya. Dia berkeras tak mau pergi, jadi ibu saya pergi sama temannya. Biasanya yang nulis begitu itu teman pengajian ibu saya. Heran juga sih, masa sih gak tau kalo ibu saya masih punya suami. Berarti kasusnya seperti ini juga, tidak dikontrol sama pengundang, main suruh orang saja😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s