Tumbuh ke Samping

Tahu guntingParah!

Tinggal di rumah di pinggir jalan raya itu memang terlalu banyak resikonya. Selain kemungkinan mengalami kecelakaan karena lalu lintas yang ramai, juga berbahaya bagi isi lemari. Foto di atas kuambil saat salah satu hal berbahaya singgah di depan rumahku. Seporsi tahu seharga Rp 2.000 itu pun tak menunggu lama untuk segera berpindah ke dalam perutku.

Saat malam sedikit beranjak dari senja, sebuah gerobak tahu tek-tek sudah terparkir dengan manis di depan rumah. Suara tahu yang digoreng solah-olah memberitahuku bahwa makan malam yang tadi kumakan itu baru menyentuh lantai dasar perut. Belum sampai ke lotengnya!

Kadang bila cuaca di malam hari cukup dingin, aku hanya perlu melangkah tak sampai 10 langkah dari rumahku dan memilih antara bakso atau mie ayam yang akan menghangatkanku. Atau bila ingin melakukan senam mulut, aku bisa menyetop mas-mas yang mendorong gerobak berisi jagung dan kacang rebus.😀

Belum lagi warung emak yang juga mengandung bahan berbahaya, seperti kue titipan tetangga, dll. Fiuh

Itulah mengapa kubilang hal-hal di atas berbahaya bagi isi lemariku. Karena beberapa pakaian sudah memberi peringatan, kemungkinan karir mereka akan terhenti.

Hari ini, Hari Rabu. Saat aku harus bekerja dengan seragam waskat berwarna coklat beige. Tetapi, sepertinya aku harus rela membiarkan kaitan belakang rok seragamku tak bisa dikaitkan.

Semangat!!

33 thoughts on “Tumbuh ke Samping

  1. xixi.. meskipun di depan rumah bundo jarang ada penjual jajanan.. klopun ada yg lewat hanya satu2 dan kurang bervariasi..

    tapiii tetep kok bundo juga tumbuhnya ke samping.. pulang kerja bawa jajanan dr puskesmas.😛

  2. xixixixixix…ah kaka,dulu q jg gitu..tp sekarang udah q stop gara2 takut aja gemuk,bukan apa2 tapi takut kenap2..maklum orang gemuk kay=tanya rawan penyakit jd saya stop sekarang kak😀
    **saiyya doyannn banget nyemil soalnya,dan alhasil gemuk deh😦

  3. hahaha kirain teh tadi apaan yg tumbuh ke samping
    gak taunya body toh
    xixixi … ada2 aja mbak akin ini lhooo
    di sini juga jajanan sliweran gak ngeliat jam mbak😀 tinggal sendiri aja kuat2 tahan hasrat hehehe

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Akin…

    Hehehe… “aku harus rela membiarkan kaitan belakang rok seragamku tak bisa dikaitkan.”… ada potensi jadi gemuk nih.

    Hati-hati mbak. Misi harus menjaga kesihatan dan jadi panutan kepada pesakitnya.😀

    Mbaaaak… saya juga seperti mbak, suka makaaan dan akan berbuat sama kalau “stall” seperti ini di depan rumah saya.

    Salam manis buat mbak Aakin.😀

  5. Hehe, jadi sering jajan dan ngemil.
    Ada perbedaan antara istriku dengan dua adik perempuannya yg masih lajang. Istriku nyantai saja meski banyak ngemil, sementara adik2nya suka stres pasca ngemil dan ngeh berat badannya nambah. Jadi biar bebas ngemil nikah dulu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s