SDSB

Bagi yang lahir beberapa tahun setelahku mungkin tidak mengenal istilah SDSB. SDSB adalah kependekan dari Sumbangan Dana Sosial Berhadiah. Entah siapa pemrakarsa SDSB, yang jelas seingatku masa aku kecil dulu kampungku sangat suram. SDSB yang tak berbeda dengan judi ini begitu populer.

Kalau tidak salah setiap Hari Rabu warga kasak-kusuk sibuk membeli semacam kupon, untuk diisikan beberapa angka yang ditebak. Lalu malam harinya akan ketahuan siapa yang tebakannya benar, yang akan mendapatkan uang dalam jumlah tertentu. Hal ini mungkin sama dengan togel yang masih marak sekarang ini ya…

Nah, yang ingin kuceritakan adalah pengalaman Pak Abi, seorang perawat gigi senior di puskesmasku. Aku teringat tentang SDSB ini gegara mendengar beliau bercerita.

“Waktu jaman SDSB dulu, aku pernah duduk semalaman di atas kuburan.”

Aku memang pernah mendengar ada orang yang (maaf) melakukan kebodohan dengan menunggu diberi wangsit di kuburan. Harapan mereka supaya bisa tembus menebak angka SDSB.

“Lalu, dapat gak nomornya, Pak?” tanyaku iseng.

“Tidak ada! Aku cuma dapat bentol-bentol gigitan nyamuk. Padahal aku sudah nunggu sampai subuh.”

Spontan aku ngakak. “Ya iya lah, Pak.”

Setelah itu beliau masih banyak bercerita tentang pengalaman beliau sendiri, masih berkaitan dengan menunggu di suatu tempat yang dianggap keramat, demi angka-angka Si SDSB itu. Ada beberapa juga pengalaman orang lain yang lebih tidak masuk akal.

Ah, negara kita… Kuharap warga Indonesia kini semakin cerdas. Tentu juga jangan sampai terpengaruh dengan SMS promosi kemampuan menebak angka togel, yang sekarang marak terkirim ke ponsel-ponsel.

Bagaimana dengan Sahabat? Apakah ada yang pernah punya pengalaman mengenai SDSB ini?

29 thoughts on “SDSB

  1. Adaaaaa. Saya pelaku sejarah.
    Dulu di Surabaya ada yang namanya Lotto (Lotre Totalisator). Akibat keterpengaruhan lingkungan setempat sayapun ikut pasang SDSB. Uang sekolah dan sangu gak sampai sebulan amblas. Judi itu benar-benar ada setannya bho.
    Di sekolahpun diskusi masalah Lotto.
    Herannya, buanyak peminatnya mulai dari tukang becak, anak sekolah, ibu rumah tanggga dan lain-lainnya. Semua jadi ahli matematika. deh.

    Salam hangat dari Surabaya

  2. duh, udah lama aku gak denger kata SDSB ini deh Kin…hihihi…
    Dan baru tahu kepanjangan nya dari post ini lho…

    tapi dulu kayaknya happening banget yah…
    Sekarang sih emang udah gak ada…

    Tapi masih banyak lah yang sejenis dan terselubung😦

  3. Aku pernah dengar yg soal SDSB ini dari Ibuku, tapi gak pernah dengar cerita-cerita yang seru..
    hahaha..

    SMS info togel itu aneh bgt. Kalo memang dia bisa ngasih tahu nomor yang kena, kenapa gak pasang sendiri aja, kok mlah dikasih tahu ke orang lain ya…

  4. temen bundo anak bandar SDSB.. dia satu2nya anak yang pake mobil ke sekolah.. rambutnya dicet pirang.. sekarang sudah nikah sama polisi.. #info gak penting, wkwkk

  5. Kadang-kadang sikap beginian di dorong semangat ingin merubah nasib Mbak Akin, tapi gak tahu caranya. Dan kalaupun tahu kadang malas melakukannya. Jadi kalau melihat ada peluang dan jalan pintas di lakoni🙂

  6. jaman aku SD nih kak aku dengarnya. sama aja judi kan ya makanya dihilangkan. banyak orang yang mencoret2 kertas untuk mendapatkan angka buat dipasang kalau tidak salah

  7. Dulu waktu KKN pernah mengadakan penyuluhan ttg dampak buruk SDSB. Dari tanya jawabnya luar biasa orang2 di desa itu… SDSB itu lbh penting dr pada makan keluarganya.
    Semua angka mendadak mistis.
    Tanggal ulang tahun mendadak keramat…

  8. saya malah baru tau ada SDSB…. saya cuman taunya Togel ama adu jago….tapi, eits, saya belum pernah melakukan keduanya lho ya😀 cuman tau aja….

  9. zaman saya SD saya masih mengenal SDSB dan kalo para orangtua ngobrol pasti ada kalimat “nanti kalau menang SDSB bla bla bla ” hahaha
    Dan ada tetangga yg menang dapat sampai puluhan juta dia langsung beli tanah hihihi

  10. Aku tahu SDSB mbak … dulu banyak yang suka otak-atik nomor, biar dapat peruntungan, terutama sih memang pria. Setelah SDSB dihapuskan, rasanya togel makin meraja lela …😦

  11. Hahahahah SDSB ya, saya dan teman-teman pernah urunan beli kuponnya. Eh, kebetulan menang dan dipake traktir sekelas… Entah ilham dari mana kita masang nomornya…. nggak pake ke kuburan asal ide terbriliant aja kita pasang hihihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s