Tidak Takut Miskin (Juga)

Dari sekian banyak tulisan yang kita baca setiap kali blogwalking, tentu ada beberapa yang begitu melekat di hati dan pikiran. Lalu, bila ditanya tulisan mana yang paling berkesan dari blog Mbak Erry, maka yang paling kuingat adalah 2 buah tulisannya. Bagiku, kedua tulisan ini terasa berbeda. Bila biasanya aku akan tertawa, atau minimal senyam-senyum saat membaca tulisan Mbak Erry, maka saat membaca kedua tulisan ini aku mewek. Layar monitorku terlihat kabur, karena ternyata pandanganku terhalang oleh genangan di pelupuk mata.

Tulisan pertama adalah tulisan tentang interview yang membawa Mbak Erry ke Korea. Betapa terasanya sebuah cinta dalam keluarga besar dunia perblogan. Lalu tulisan yang kedua adalah tulisan yang terbit setahun sebelumnya, yang berjudul “Gak Takut!“. Nah, tulisan kedua inilah yang ingin kubahas.

“Gue *selalu berusaha untuk* gak takut miskin!”

Kalimat di atas adalah pembuka pada tulisan yang berjudul “Gak Takut!”. Gaya tulisannya juga Mbak Erry banget. Yang membuat rasanya jadi berbeda adalah konten tulisan itu dalem banget. Sebuah hal lumrah yang terjadi pada manusia, yaitu rasa takut akan hidup miskin. Namun karena sudah dibalut oleh pengalaman, maka Mbak Erry tidak termasuk dalam jajaran orang yang takut itu.

Aku membayangkan bagaimana waktu Mbak Erry muda (sekarang sih masih muda juga😀 ) yang tumbuh dalam sebuah keluarga yang makmur, lalu karena suatu hal keluarga itu menjadi tersungkur. Kata orang, hidup itu bagai roda yang berputar dan saat posisi kita berada di bawah memang sangatlah tidak nyaman. Namun orang tua Mbak Erry telah memberikan bekal yang keren mengenai konsep rejeki,

rejeki kita sebenarnya adalah apa apa yang sudah ada di dalam perut kita, sedangkan barang-barang lain yang ada di sekeliling kita sifatnya hanyalah titipan (Allah) yang bisa diambil kapan aja

Dengan quote di atas, maka kondisi kekurangan yang dialami bisa diterima dengan baik, tanpa perlu meratapi nasib berkepanjangan. Tentu konsep tersebut bisa diterapkan pada keluarga manapun.

Dari pengalaman Mbak Erry aku belajar beberapa hal tentang perekonomian keluarga. Seperti saat Mbak Erry sudah berkeluarga, dimana ia harus bertanggung jawab atas anak, ternyata terbersit juga kekhawatiran tak dapat memberikan penghidupan yang baik bagi anak. Sebagai orang tua, anak memang layak untuk dijadikan prioritas, karena ini bagian dari tanggung jawab atas amanat yang sudah diberikan Allah Ta’ala. Yang terpenting adalah orang tua tidak boleh bermalas-malasan dalam menjemput rejeki, untuk menghindari hidup miskin dan menyengsarakan keluarga.

Banyak yang menganggap bahwa tidak miskin itu artinya kita memiliki banyak barang yang keren. Namun perlu diperhatikan satu quote Mbak Erry yang bagus banget. Ini bisa kita contek agar kita menghindari mengeluk-elukkan berbagai barang keren yang katanya bisa menjadikan kita sebagai ‘sesuatu’.

Gue pengen mengajarkan Kayla bahwa hanya karena kita tidak memiliki satu barang tertentu, hal itu bukan berarti menjadikan kita ‘bukan apa apa’.

Tapi satu hal yang selalu gue tanamkan dalam hati gue adalah…ketika lo memakai barang barang yang keren, itu tidak menjadikan lo sebagai orang yang keren. Itu hanya menjadikan lo sebagai orang yang memakai barang keren. Harus mampu memisahkan kedua hal tersebut. It doesn’t define who you really are, or who you wanna be. Semua barang yang lo punya, tidaklah menentukan diri lo yang sebenarnya. Sehingga ketika pada suatu saat nanti, benda benda itu tiba tiba saja harus terenggut dari lo, you’ll be fine. Karena lo dan barang barang keren lo itu adalah 2 hal yang berbeda.

Memang, aku tumbuh dalam keluarga yang sederhana, di mana kekurangan sudah menjadi hiasan hidup kami sehari-hari. Namun membaca tulisan Mbak Erry membuatku manggut-manggut dan lebih memahami bahwa harta benda bukanlah segala-galanya. Jadi saat kita jatuh miskin, kita tidak akan mati, kerena hidup kita akan terus berlanjut sesuai jalan-Nya.

Akhirul kalam, Mbak Erry sekeluarga patut bersyukur atas harta tak ternilai yang Mbak miliki, yaitu pengalaman. Mbak sudah kaya akan pengalaman yang kelak bisa menjadi panduan bagi kehidupan Mbak. Terima kasih karena telah berbagi sebentuk tulisan pada sahabat di dunia maya, karena (seperti yang saya bilang di atas) kami bisa menyontek ilmu yang ada pada tulisan itu.

________________________

Tulisan ini disertakan pada Bibi Titi Teliti’s Korean Giveaway.

26 thoughts on “Tidak Takut Miskin (Juga)

  1. sipp..! tulisan yang keren direview secara baik sekali oleh Akin.
    dinamika hidup, jatuh dan bangun.. jangan pernah takut..
    karena seperti yang dibilang Ajuj,
    Tuhan mencintai kita lebih dari yang kita perlu.

    sukses ya Kin..!

  2. rejeki kita sebenarnya adalah apa apa yang sudah ada di dalam perut kita, sedangkan barang-barang lain yang ada di sekeliling kita sifatnya hanyalah titipan (Allah) yang bisa diambil kapan aja <~~ suka quote yang inih. daleeem.

  3. Aku setuju dg apa yg diajarkan mbak eri pada anaknya kayla, membahagiakan anak tidak dg cara membelikan semua keinginan anak. Hanya karena kita tdk memiliki barang tertentu tidak menjadikan kita bukan siapa-siapa.

  4. Sesuatu banget untuk pembelajaran dalam pegangan hidup. Walau memang tidak mudah dalam menerapkannya. Biacara hati merupakan bicara perasaan dalam mengendalikan ego dalam diri. Wah…jadi bingung mau komennya niha. He….x9

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  5. Akiiiiiiiiin…
    makasih udah memilih postingan ku yang itu yaaaaah….

    *tadinya aku pikir Akin bakalan milih salah satu postingan drama korea ku ato postingan yang ‘terima kasih sudah diijinkan mengintip’ itu lho Kin…hihihi…*

    Sungguh aku gak menyangka bahwa post ku yang ini ternyata meninggalkan makna cukup mendalam buat Akin🙂

    Sebenernya di post ini aku sedang berusaha untuk jujur dan memotivasi diri sendiri akan ketakutan ke-duniawi-an ku Kin, sampai saat ini pun masih terus berusaha…
    Makasih sudah mengingatkan aku kembali yah Kin🙂

    Sukaaaaa banget ama post inih🙂
    Makasih udah ikutan GA ku dan udah aku catat sebagai peserta yaaaaah🙂

  6. Rezeki memang sudah ditentukan oleh Yang Di Atas ya. Jadi kita manusia tinggal mengusahakan dan menjaganya sebaik dan semampu mungkin. Bila bukan milik kita, tentu bisa saja suatu waktu diambil kembali…..

  7. elo emg te o pe Bi…segala hal yg ada di elo emg loe banget dan manfaat bgd bagi org2 di sekitar elo…

    utk kaka akin,,sukses ya, semoga menang juga😀

  8. saya salut buat mereka yang belajar tidak takut miskin, ternyata ketika kita mampu bersyukur dengan rejeki yang kita terima sekarang bahkan berusaha untuk menjadi lebih baik setelah sempat terjatuh seperti menemukan sebuah titik cahaya dari sebuah lorong gelap gulita …. Inspiratif dan sesuatu banget yah …

  9. Saya setuju dengan Kakaakin …
    Saya pernah membaca juga postingan Bibi yang Kakaakin maksud …

    Roda berputar …
    (kadang sedemikian cepat rotasinya …)
    Ini bisa membuat pribadi Bibi yang menjadi lebih tahan uji … dan mature

    salam saya Kak

  10. Rejeki sdh ada yg atur, kita sbg mns berusaha mendptkan rejeki itu. Ga perlu iri dg rejeki org lain. Bersyukur itu kunci utama. Reviewnya keren dan dalem mb.. Smg menang yaa..

  11. Yang saya ingat dari Mba Erry adalah gaya tulisannya yang meledak-ledak bak letusan meriam. Kadang saya juga dibikin kaget dengan pemakaian metafora yang lain dari yang lain. Kalau nulis soal Korea, saya liat kayaknya dia bisa lupa segala, hehehe. Peace, mba Erry.

  12. Sehingga ketika pada suatu saat nanti, benda benda itu tiba tiba saja harus terenggut dari lo, you’ll be fine. Karena lo dan barang barang keren lo itu adalah 2 hal yang berbeda.

    suka kata-kata ini, mba. jadi tau deh kalo segala hal di dunia itu kadang butuh hilang juga agar tidak tertanam dalam hati untuk selamanya. sikap suka sama barang seperti itu bikin kita suka menghamba sama benda.😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s