Topeng Monyet

Siapa di antara Sahabat yang suka menonton pertunjukan topeng monyet? Biasanya topeng monyet beredar dari kampung ke kampung dan akan melakukan pertunjukan di tempat-tempat yang sekiranya cukup ramai. Kampungku juga kerap disambangi oleh rombongan topeng monyet. Kusebut rombongan karena kulihat kini ada lebih dari satu orang dalam pertunjukan itu.

Bila dulu topeng monyet hanya dimainkan oleh satu orang yang berlaku sebagai penabuh gendang, pawang monyet dan pengumpul saweran, maka kini kegiatan itu dilakukan oleh 2 sampai 3 orang. Satu orang khusus bertugas menangani si monyet dengan menggunakan tali yang cukup panjang, agar jangkauan pertunjukan bisa lebih luas. Maka biasanya pertunjukan ini dilakukan di jalan raya. Menurutku hal ini sangat berbahaya, karena si monyet bisa saja tertabrak oleh kendaraan yang lalu-lalang.

Topeng monyetSementara anggota rombongan yang lain, memainkan alat musik berupa gendang dan entah apa namanya (alat musik yang dipukul mirip alat yang dipakai untuk memainkan musik gamelan). Suaranya lebih nyaring dan menarik perhatian orang banyak.

pemusik topeng monyet

Saat menyaksikan pertunjukan topeng monyet, tentu ada orang yang merasa terhibur. Tetapi tak sedikit pula orang yang merasa miris tatkala melihat si monyet beraksi. Ya, bila kita mengetikkan tag “eksploitasi monyet” pada kolom pencarian Google, maka kita akan menemukan banyak tulisan mengenai eksploitasi di balik hiburan topeng monyet.

Aku termasuk orang yang merasa miris melihat pertunjukan itu. Kadang aku bertanya-tanya, apakah si monyet sudah makan? Apakah si monyet merasa lelah? Aku kerap berdo’a dalam hati, semoga orang-orang dalam robongan topeng monyet itu tidak berbuat dzalim terhadap si monyet.

Bagaimana dengan Sahabat? Apakah termasuk yang tersenyum atau meringis saat melihat pertunjukan topeng monyet?

37 thoughts on “Topeng Monyet

  1. kethek ogleng kalo di solo mah namanya.

    leat aja udah ngenes, d rantai sama ditarik2 gitu.
    udah jelas ekspresinya kayk nggak ma, tapi tetep ajaj di paksa..

    dilaaporin aja ke Komnas HAm

    hak asasi monyet :p

  2. sampai hari ini, saya tidak pernah menonton pertunjukan topeng monyet, hanya sekedar melihat di tv saja
    karena di sumatera barat sepertinya topeng monyet tidak populer🙂

  3. Bundo gak tega nontonnya, Kin.. lihat sirkus yang ada hewannya juga gak begitu nyaman..

    tapi klo lihat sirkus yang ada orang-orang akrobat justru senang banget.

  4. Mmmm…
    Tergantung penanganannya …
    Ada orang yang lembut memperlakukan partnernya … Ini saya suka …
    Tapi ada juga yg kasar … Partnernya di tarik-tarik …kasihan … Saya kurang suka yg begini…

    Salam saya kak

  5. kalau melihat topeng monyet, aku merasa senang dan terhibur, kak.
    kasian juga karena pastinya si topeng monyet capek berkeliling.

    sayangnya gak ada yang tau isi hati si monyet.😆

  6. biasanya kalo liat topeng monyet saya suka senyum2 karena monyetnya lucu. tapi pas baca postingan mbak ini saya baru sadar ni monyet pasti melalui pelatihan yang kurang mengenakkan kali ya mbak.. ah monyet. tp biasanya kasian juga yang bawa monyetnya biasanya dikit dapat sawerannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s