Desember yang Manis

Aku sangat suka membaca majalah Anita Cemerlang (AC), tapi itu dulu banget. Biasanya aku meminjam majalah yang berisi kumpulan cerpen itu dari Mbak Nanik yang bekerja di rumah tanteku. Aku sangat suka membaca cerpen-cerpen yang ada di majalah itu. Aku terkagum-kagum dengan kemampuan penulis cerpen yang bisa membuat cerita yang kusuka. Meskipun saat itu aku masih SMP, tapi hati rasanya turut berbunga-bunga saat kebetulan membaca cerita cinta.😳

Aku tidak tahu, apakah sekarang majalah AC masih terbit atau tidak. Tetapi yang kusadari kini adalah malah aku sendiri berkutat dengan tulis-menulis cerita. Ya, memang masih berantakan, tetapi aku sangat senang karena ternyata aku bisa terlepas dari belenggu stuck di paragraf pertama. Entah ada pengaruh dari bacaanku dulu atau tidak, karena ternyata beberapa tulisanku juga bertema cinta.:mrgreen:

Desember ini genap setahun aku mulai memberanikan diri untuk menulis cerita selain untuk blog. Aku ingat pada Desember 2011 lalu aku baru mulai menggabungkan diri pada beberapa grup di FB yang sedang menyelenggarakan event kepenulisan. Mulai dari cerpen, sampai flash true stories (FTS) yang biasanya untuk dibukukan dalam buku kumpulan antologi cerpen. Entah sudah berapa puluh event audisi yang kuikuti. Segelintir naskah yang lolos, membuatku bersyukur. Saat naskahku tidak lolos, aku tak patah semangat. Aku kembali belajar menuliskan cerita untuk disertakan pada event lainnya.

Mengikuti lebih banyak grup penulis di FB, membuka mataku bahwa ternyata dunia tulis-menulis itu luas. Selain berupa buku antologi, masih ada koran dan majalah. Menurut pandanganku sepertinya agak sulit bagi tulisan kita untuk menembus media cetak itu, terutama sebagian media nasional yang memiliki standar yang tinggi (sebanding dengan honornya😀 ).

Lalu kebetulan aku membaca sebuah tulisan, entah di mana, bahwa bila ingin menembus media nasional, hendaknya kita mencoba untuk mengirimkan tulisan di media lokal terlebih dahulu sebagai ajang uji coba kemampuan. Setelah merevisi salah satu cerpenku yang sempat tak lolos audisi antologi, bismillah, aku mengirimkan cerpen itu ke koran lokal di daerahku.

Alhamdulillah, Desember ini memang manis. Kemarin aku mendapat mention dari temanku di twitter bahwa di koran Kaltim Post (9/12) ada cerpenku. Segera saja aku berburu Kaltim Post edisi Minggu itu. Sebuah cerpen yang berjudul “Pelungsur” bertengger manis di halaman 22.

Cerpen di koranSemoga nantinya aku bisa lebih berani untuk mencoba mengirim lebih banyak karya ke berbagai media. Aamiin🙂

_____________________

Demikianlah tulisanku tentang Kenangan Manis untuk Giveaway Manis-Manis.

39 thoughts on “Desember yang Manis

  1. luar biasa manis, Akin…

    bundo ikut bangga melihat nama Akin di sana.. menulis cerpen yang diterbitkan oleh sebuah koran besar, itu adalah sebuah loncatan yang keren abis.

  2. Wah…keren habis… Benar-benar pengalaman manis yang pasti akan menjadi penyemangat untuk terus menulis yang manis-manis.

    Salam manis dari Titik yang konon manis ^_^

  3. Dulu Anita Cemerlang menjadi bacaan idola remaja. Sekali beli bisa dapat puluhan cerpen romantis…
    Sekarang nggak tau kemana majalah itu…
    Selamat atas dimuatnya karya Kakaakin di surat kabar, semoga makin semangat dalam menulis.
    Terima kasih sudah ikut GA Manis-Manis.
    Salam

  4. alhamdulillah, hal yang sangat diinginkan oleh kebanyak penulis yaitu karynanya muncul di media yang dikomsumsi secara langsung masyarakat luas. Semoga ini menjadi penyemangat dalam berkarya. Kapan-kapan cerpennya di share dong mBak

  5. saya juga suka majalah itu mbak. masi ada di rumah sampe sekarang, saat tetanggaku pindah smua buku dan majalah lamanya dikasi ke kami, ada anita juga. memang cerpennya keren-keren mbak

  6. Desember tahun ini juga Desember manis untuk saya, kak. #gak tanya.😀
    Emang majalah AC terbit tahun berapa, Kak?🙂

    Senang sekali ya, tulisannya bisa terbit di koran. Dibaca oleh orang banyak. ^_*

  7. Selamat ya atas dimuatnya karya cerpen di koran, asik juga bila di share di blog mengobati rasa ingin menikmati karya sahabat. Selamat berkarya terus.

  8. Sama, Ka.. Aku juga fans nya majalah AC, pinjam dari temannya kakakku yang langganan. Mau beli sendiri takut, kan masih kechiiill..😀
    Pas SMP pernah nyoba-nyoba ngirim cerpen ke AC, tapi nggak jelas nasibnya. Entah dibuang ke tong sampah ntah dijual buat bungkus ikan asin..hihihi… Pede habis ya, ngirim cerpen pertama kok ya langsung ke AC… *geli ngebayanginnya*

    Selamat ya, Ka.. Cerpennya berhasil menembus pasar lokal🙂
    Oya, dan semoga menang di GA Pak Mars, aku mau ikut, tapi masih draaaaaafft aja dari kemarin😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s