Selera Makan

Sebelumnya aku ingin memperingatkan, mungkin tulisanku di bawah ini agak sedikit kasar. Jadi harap mempersiapkan diri😉

Biasanya rekan kerjaku di Puskesmas yang bertugas di bagian rawat jalan akan berkumpul di lobi UGD sambil menantikan saat pulang untuk absen dengan menggunakan finger print. Aku mendengar percakapan antara 2 orang rekan yang sedang duduk di kursi tunggu, sedangkan aku dan beberapa kru rawat inap duduk di balik meja konter perawat. Kebetulan saat itu sedang tidak ada pasien dan perutku juga lapar. Jadinya aku sambil makan beberapa buah gorengan.

Percakapan antara kedua orang itu bertambah seru. Rupanya mereka sedang share tentang tetangga yang datang meminta bantuan mereka di rumah.

Ibu A: “Ibu itu datang ke rumah saya, minta tolong karena anaknya lagi mencret.”

Ibu B: “Oh, terus bagaimana, Bu?”

Ibu A: “Saya sarankan untuk berikan … (sejenis obat) ke anaknya. Saya juga sarankan agar anaknya diberi obat cacing.”

Ibu B: “Kok diberi obat cacing, Bu?”

Ibu A: “Iya, soalnya di kotoran anaknya itu banyak cacingnya, malahan cacing melulu yang keluar. Tapi awalnya ibu itu menolak memberi obat cacing, karena anaknya masih kecil katanya. Tapi bagaimanapun kan tetap harus diberi obat cacing, kerena cacingnya sudah jelas-jelas terlihat seperti itu.”

Ibu B: “Oo…”

Sementara itu, yang terjadi di balik meja konter perawat adalah rekan-rekanku memandangiku yang sedang sibuk makan gorengan.

“Sabar ya, Mbak…” kata salah seorang rekanku.

“Ah, Mbak ini sih sudah biasa. Jadi nggak masalah…” timpal rekanku yang lain.

Aku hanya tersenyum-senyum. Aku paham rekanku mengira aku akan merasa jijik dan kehilangan selera makan saat mendengar orang yang bercerita tentang hal-hal yang membuat mual.:mrgreen:

“Biasa saja…” selorohku, sambil terus mengunyah. Kebetulan bakwannya sangat enak dan sambal kacangnya yang agak pedas, jadinya aku menyantapnya dengan lahap.😀

Hehehe….😛

Memang cenderung demikian bagi sebagian orang yang bekerja di bidang kesehatan. Selera makan sama sekali tidak terganggu meski baru saja sehabis membersihkan luka busuk sekalipun. Bahkan ada di antara rekanku ada yang malah semakin lapar setiap setelah menerima pasien yang berdarah-darah banget.😀

Bagaimana dengan Sahabat? Apakah kehilangan selera makan usai membaca tulisanku ini? Atau malah merasa biasa saja?😆

22 thoughts on “Selera Makan

  1. Kalo hanya membaca begini, kayaknya tidak masalah dengan selera makan saya. Tapi, ga tahu kalo mendengar langsung, apalagi nyebut mencret, cacing, kayak di atas (halah malah diulang), hehe… Atau ketika melihat tayangan telvisi sambil makan, biasanya saya menghindari berita kriminal. Lebih enak, kalo ada, sedang nayangin kuliner tentunya.

  2. wkwkkk.. bener Kin, gak ngaruh yaa.. dulu sblm jadi mhs fkg bundo gak kebayang ini tangan bakal ngubek2 mulut pasien.. serem mbayanginnya, bakal ilang selera makan .. tyt setelah dijalani, gpp.. makan tetap lahap..😀

  3. Wah, mengerikan juga ya mbak karena harus mendengarkan hal2 yg mengerikan disaat hendak makan. Sepertinya bagi aku pribadi akan sangat mengganggu selera makan. Tapi kalau memang sdh lapar berat pasti apapun hal yang menjijikkan, kadang tdk diperdulikan lagi😦

  4. “Sabar ya, Mba.” Kataku sambil mengunya anggur.😀

    Ada2 aja ya, kak. Padahal udah tau ada orang yang lagi makan.
    Aaaaaah, semoga si ibu gak sengaja ya kak ngomong kayak gitu.😆

  5. Itu yang saya kagumi dari perawat … dan juga insan yang bergelut dibidang keseharan, sanitasi lingkungan dan yang sejenisnya …

    Mereka mempunyai “mental” yang kuat …
    sehingga apapun yang terjadi tidak membuatnya menjadi hilang selera makan …
    karena sudah terbiasa …

    Kalau saya …
    Mmmmm … saya relatif juga tahan dengan segala “gangguan” itu …
    hehehe

    salam saya Kak

  6. kalau saya siih masih belum berpengaruh mbak, karena biasa sudah jika anak saya lagi sakit saya juga turut meawatnya entah itu mencret ataupun sakit karena luka luka

  7. gara2 ngeliat foto isi daleman perut sendiri mbak, sampai hari ini aku masih pilih2 makanan. yang rada2 berminyak gitu langsung mual😀
    kebayang terus tuh …
    salut euy sama mbak akin😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s