Gaptek

Sekarang sudah tahun 2012. Di mana-mana sudah banyak yang mengenal komputer dan internet. Namun tak mengherankan bila orang yang sering mengoperasikan komputer ternyata tidak bisa mengetik. Tak jarang mereka menyebut diri mereka dengan sebutan ‘gaptek‘.

Cobalah tengok di beberapa kantor/tempat kerja. Banyak orang yang bisa bermain Zuma atau Onet di komputer. Tetapi saat diminta untuk mengetik dokumen, kebanyakan dari mereka akan menyerah. Jadinya saat mereka ditunjuk untuk memegang suatu tugas, mereka akan menolaknya dengan alasan “tidak bisa (mengetik di) komputer”.

Mengapa tidak belajar? Padahal fasilitas di tempat kerja sudah ada. Bahkan mungkin di rumah juga tersedia komputer/laptop.

“Malas ah…”

“Otak sudah buntu. Maklum, faktor U…”

“Repot, banyak kerjaan…”

Inilah beberapa alasan yang biasa terdengar dari orang-orang yang enggan belajar kembali. Malas melanda, mungkin juga belajar komputer itu dirasa menyusahkan. Lalu merasa tua untuk belajar? Rasanya tak sedikit orang yang terus belajar hingga usia lanjut. Kemudian alasan repot juga tidak tepat, karena toh ternyata masih sempat untuk berlama-lama main di komputer. Semoga saja bukan karena menghindar dari limpahan tugas, sehingga membiarkan dirinya bodoh kurang pandai.

Fiuh… *cukup sekian curcolnya:mrgreen:

Ada sebuah cerita fresh dari tempat kerjaku. Sanah, salah seorang rekanku yang sudah menjadi emak-emak dari beberapa orang anak. Pada suatu malam Sanah asyik bermain game di laptop. Lalu Della, anaknya, menanyakan apakah ibunya sudah selesai bermain.  Della sudah mengantuk dan ingin tidur.

Mengapa Della bertanya apakah ibunya sudah selesai atau belum? Ternyata Sanah meminta anaknya untuk menunggunya selesai bermain game, karena ia akan menyuruh Della untuk mematikan laptop. Hal ini dikarenakan Sanah sama sekali tidak mengerti cara mematikan laptop! :mrgreen: #ceritagaptek

34 thoughts on “Gaptek

  1. Salam kenal.
    Kunjungan balik.
    Tulisan yang menarik dan menggelitik. karakter2 seperti dalam tulisan diatas khas indonesia banget, faktor kultur dan budaya yang mempengaruhi, kita memang pekerja keras tapi tak suka hal2 baru yang keluar dari mainstream, khususnya para org org tua kita.
    Salam.

  2. Addooohhh …
    Cuma disuruh nungguin …
    Seharusnya kalo bisa main game pasi bisa juga mengoperasikan komputer doongg …
    Kalo nggak itu namanya bukan gaptek …
    Tapi males ..!

    Salam saya kak

  3. Beberapa orang memang ada yang malas belajar lagi karena merasa sudah tidak butuh untuk pekerjaan atau kehidupan mereka. Ya standar saja kali ya. Tapi kalau di kantor kan itu beda, tetap harus mau belajar karena bagaimanapun sewaktu2 kalau digeser karena dianggap sudah tidak mampu lagi, gimana. Kan dia juga yang rugi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s