Strabismus dan Ayunda

@the beach

Strabismus merupakan istilah kedokteran untuk mata juling. Strabismus adalah suatu kondisi dimana kedua mata tampak tidak searah atau memandang pada dua titik yang berbeda. Hal ini merupakan kelainan. Karena kondisi mata yang tidak berada dalam satu garis, maka kedua bola mata tidak berfokus pada obyek yang sama.  Pada anak, otak belajar untuk mengabaikan mata yang tidak normal dan berusaha menggunakan mata yang normal, sehingga akan mengalami gangguan persepsi jarak, ukuran dan kedalaman penglihatan. Pada orang dewasa, kondisi ini menimbulkan penglihatan ganda.

Terdapat beberapa jenis strabismus. Dibandingkan dengan posisi mata yang normal, sebelah mata mungkin mengarah ke dalam (esotropia), ke luar (exotropia), ke atas (hipertropia), atau ke bawah (hipotropia).

Strabismus biasanya disebabkan oleh ketidak seimbangan tarikan otot yang mengendalikan pergerakan mata, kelumpuhan otot, gangguan persyarafan, atau kelainan refraksi yang tidak diperbaiki.

Sebaiknya orang tua memperhatikan mata anaknya. Bila memang terjadi kelainan seperti strabismus, maka hendaknya ditangani sejak dini. Untuk menghindari gangguan penglihatan, strabismus bisa dikoreksi/diperbaiki. Misalnya dengan menggunakan kacamata prisma, latihan penglihatan, dan/atau operasi. Penanganan strabismus ini disesuaikan dengan kondisi juling mata anak. Anak yang julingnya hilang timbul, tidak perlu dioperasi.

Mungkin banyak orang yang mengalami strabismus tidak mengeluhkan gangguan penglihatan. Namun lebih ke permasalahan psikologis yang berkaitan dengan rasa percaya diri. Terlebih lagi bila lingkungannya tidak mendukung, misalnya bila ada orang lain yang mengolok-oloknya karena kondisi matanya yang juling.

Adalah Ayunda, nama salah seorang keponakanku. Kini usianya sekitar 13 tahun dan duduk di kelas 1 SMP (atau kelas 7 ya?). Beberapa waktu yang lalu ia mengeluh kepada ibunya (kakak iparku), ia ingin pindah saja dari sekolahnya. Ia menceritakan bahwa hampir seisi kelasnya tidak menyukainya dan selalu mengejeknya.

Gadis yang ada pada foto di atas adalah Ayunda. Cukup manis bukan? Lalu mengapa gadis kecil ini diejek teman sekelasnya sampai-sampai ia minta dipindahkan ke sekolah lain?

Keponakanku ini terkadang terlihat strabismus. Ya, ia sesekali terlihat juling. Karena itu ia mendapatkan ejekan dari teman-temannya. Yang parahnya lagi, bahkan teman-temannya enggan duduk di bangku bekas duduk Ayunda.

“Mereka takut ketularan juling, Mak…” kata Yunda saat curhat pada Ibunya.

Betapa perihnya hati kakak iparku saat mendengar cerita anak gadisnya ini. Ia pun ingin bergegas mendatangi sekolah Ayunda. Lalu segera mempertimbangkan sekolah-sekolah mana saja yang mungkin bisa menjadi sekolah Ayunda yang baru. Saat kakak iparku menceritakan hal ini kepada suaminya (kakakku), ternyata kakakku punya pemikiran lain.

Kakakku berusaha untuk bijaksana. Ia lalu memberi nasihat kepada Ayunda.

“Yunda, kamu tidak usah cemas, Nak. Biarkan saja teman-temanmu itu mengolok-olok kamu. Kamu santai saja, karena sekali mereka mengejekmu, maka kebaikan yang teman-temanmu miliki, termasuk pahala-pahala mereka akan mengalir ke diri Yunda. Jadi Yunda sama sekali tidak rugi, malahan untung,” urai kakakku panjang lebar.

“Oh begitu ya, Pak.”

“Iya. Kamu juga harus paham bahwa semua perbuatan mereka itu adalah atas ijin Allah. Allah sedang melatih kamu, apakah kamu bisa bersabar dalam menghadapi cobaan ini. Jadi besok sebelum berangkat sekolah, kamu berhenti sebentar. Kamu pikirkan dan harus yakin bahwa insya Allah teman-temanmu akan berubah menjadi baik terhadapmu. Kamu harus yakin, Nak.”

Lalu apa yang terjadi?

Subhanallah. Aku kemudian mendengar cerita dari kakakku bahwa keesokan harinya jumlah anak yang mengejek keponakanku ini sudah banyak berkurang. Allah sungguh sangat menyayangi keponakanku.

Kini tersisa segelintir anak yang masih mengejek Ayunda. Menurutku mungkin ini berasal dari tontonan yang tidak mendidik, di mana sering diperlihatkan anak yang suka memperolok temannya, bahkan dengan tega mengerjai temannya. Namun kakakku sangat bersyukur karena dengan ijin Allah keponakanku mampu mengatasi sendiri krisis yang dialaminya.

Bahkan kini Ayunda bisa dengan santai menyahuti teman yang mengejeknya.

“Sana, jauh-jauh deh. Nanti kamu ketularan juling loh,” ucap Ayunda sambil tersenyum.😀

Aku ingat dulu kakakku pernah bertanya padaku, sebaiknya apa yang dilakukan pada mata keponakaku, waktu Ayunda masih kecil. Namun karena minimnya pengetahuanku, sehingga aku tidak dapat memberikan solusi yang tepat. Syukurlah, kini Ayunda juga tidak pernah mengeluhkan adanya gangguan pada penglihatanya.

Suatu hari kakakku berkata padaku mengenai perasaannya saat mendengar cerita keponakanku yang di-bully di sekolahnya.

“Sebenarnya aku mau marah waktu itu. Rasanya aku tidak terima bila anakku diperlakukan seperti itu. Ingin kumarahi saja setiap anak yang mengejek Ayunda. Tetapi kemudian aku sadar, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Bila aku marah, bagaimana nantinya dengan anakku. Untungnya Yunda mau mendengar nasehatku.”

Aku tersenyum dalam hati. Alhamdulillah, akhirnya satu permasalahan dalam keluargaku yang bisa terlewati.

Kita semua adalah makhluk ciptaan Allah. Sangat tidak pantas bila kita menghina siapapun di antara kita, karena itu berarti kita juga menghina Allah. Semoga kita diampuni oleh Allah Ta’ala.

Bagaimana dengan Sahabat? Apakah juga memiliki pengalaman atau permasalahan yang  berkaitan dengan strabismus?

______________________

Bahan bacaan:

1. http://health.kompas.com/read/2012/06/06/13565879/Strabismus.Bisa.Dikoreksi
2. http://www.aapos.org/terms/conditions/100
3. http://www.klinikmatanusantara.com/read/29/strabismus

23 thoughts on “Strabismus dan Ayunda

  1. Alhamdulillah.. Selamat buat Yunda yang berani menghadapi tantangan yang ada, bukannya lari menghindar.. karena di manapun berada akan selalu ada orang2 yang punya kebiasaan mengejek dan menghina sesama makhluk Allah.. yang Yunda lakukan oke banget, perkuat diri.. hadapi dengan senyum.

    salam buat ayah dan ibu yunda…

  2. bully verbal ini sekarang memang rasanya makin banyak aja…….
    untungnya Yunda bisa bicara terbuka dengan orang tuanya ya, dan nggak mendam sendiri……
    alhamdulillah Yunda semakin percaya diri sekarang ya…
    salam buat Yunda

    • Syukurlah Yunda terbiasa berbicara dengan orang tuanya. Dia juga memberi tahu siapa nama anak yang masih mengoloknya hingga kini. Syukurnya lagi, kedua orang tuanya tidak serta merta mendamprat anak itu🙂

  3. Semoga teman-teman yang mengejek AYunda diberikan kelapangan untuk terbuka mata hatinya agar mereka menyadari bahwa yang mereka ejek adalah ciptaan Alloh.
    Syukurlah peran ayah sangat tepat memberikan dorongan dan semangat untuk lebih percaya diri, dan mendo’akan kebaikan pada orang-orang yang menyakitinya.

    • Aamiin…
      Mungkin ada yang pernah bilang bahwa ejek mengejek itu biasa terjadi di antara anak-anak, namun ternyata efeknya lumayan dahsyat. Semoga anak-anak itu akan berubah seiring berjalannya waktu…

  4. Saya baru tau kalau istilah kedokterannya itu …

    semoga saja keponakan kakakakin tidak patah semangat
    dan saya rasa … ejekan itu akan hilang dengan sendirinya
    mudah-mudahan …

    salam saya Kak

  5. Yunda memang manis. . .
    Alhamdulillah kak masalah satu terselesaikan. . .🙂

    Semoga yunda senantiasa diberi kesehatan dan ketegaran. . .
    Disekitarku ada satu anak yang strabismus, tapi udah dewasa kak. . .
    Strabismus dan mines juga. . .

    Kalau strabismus bisa disembuhkan gak, kak?

  6. Alhamdulillah gak pernah kaka, cuman dulu pernah ada temen waktu kecil. karena dulu masih kecil ya seeanknya aja ngomong. Matamu Kenapa? sakit ya? koq gak sama, coba dibawa ke dokter biar dibenerin… hehehe…. emang ada mata dibenerin. sebenarnya saran ini sih biasa buat anak kecil, tapi yang jadi gak enak dia lapor juga ke ortunya…. jadi malu deh…

    Memang bener bisa dikoreksi kalo bisa sejak di ketahui gejalanya….. cuman gak tau apaan yang dikoreksi….

  7. anak kecil memang kebanyakan seperti itu, apa yang dilihat langsung diucap, tanpa memikirkan sebab akibat. itulah pentingnya didikan moral bagaimana mengarahkan mereka untuk memiliki akhlak mulia.

  8. subhanallaaah… padahal Ayunda cantik sekali lhooo….

    anak anak jaman sekarang, kok semudah itu jadi “jahat” yaa
    apa kebanyakan nonton sinetron yang kejam kejam itu…

    saya gak ngerti penanganan soal mata Ayunda
    semoga segera mendapatkan masukan dan saran yangberguna deh

    salam untuk si Cantik Ayunda

  9. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Akin…

    memang perit rasanya jika menerima ejekan dari orang lain.
    Alhamdulillah, Ayunda punya kecerdasan memahami kondisi yang berlaku dan terbuka hatinya untuk menerima kenyataan dirinya.

    Tidak ramai anak-anak seusia Yunda berani menghadapi keadaan ini. Insya Allah, Yunda bisa menjadi anak yang hebat di kenudian hari.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.😀

  10. Apresiasi dengan keterbukaan komunikasi Ayunda dengan orang tuanya sehingga krisis tertangani dengan apik. Terima kasih kakaakin telah berbagi pengalaman berharga ini. Salam

  11. saya kadang2 aja kaya gitu. biasanya salah satu mata gerak sendiri. kadang jadi ngerasa serem sih… tapi, jarang ada temen yang tahu kecuali yang udah sering berinteraksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s