Tujuh Turunan

Aku yakin Sahabat pernah mendengar frase “tujuh turunan“. Biasanya paduan kedua kata itu digunakan pada konteks yang berkaitan dengan harta. Misalnya seseorang yang memiliki harta yang banyak, saking banyaknya harta itu sampai-sampai cukup untuk bertahan hingga tujuh turunan. Tujuh turunan maksudnya adalah 7 generasi, mulai dari anaknya, cucunya, cicitnya, anak dari cicitnya dan seterusnya.

Suatu malam aku sempat berbincang-bincang dengan emak. Saat pertama kali beliau datang ke kampung yang kami diami sekarang ini, beliau tinggal di rumah orang kaya. Saat itu aku belum lahir. Beliau membawa serta 2 orang kakakku. Abah bekerja pada orang kaya itu. Pekerjaan beliau macam-macam. Kadang beliau membantu membuat kapal atau speed boat. Di kesempatan lain abah ikut menangkap ikan di laut. Keluargaku bertumpu pada orang kaya itu. Dulu emak melihat keluarga itu kaya raya. Punya beberapa buah kapal dan hidup mereka nyaman.

“Sekarang coba pikir, kemana semua harta itu? Perabotan bagus, kursi-kursi yang indah… Di mana semua itu…?” ucap emak sambil menerawang. “Belum tujuh turunan, ternyata harta itu sudah habis.”

Tak pelak aku manggut-manggut. Yang kuketahui sekarang adalah keluarga itu tiba pada generasi cucunya. Baru sebatas cucu, tiada lagi terlihat kemewahan. Rumah yang (dulunya) megah, tampak kusam dan sederhana.

“Ketika Allah berkehendak, harta itu akan hilang dalam sekejap,” lanjut emak.

Aku paham maksud emak. Bukan berarti beliau ingin mengumbar kekurangan keluarga lain. Beliau berusaha menanamkan sebuah nilai kepadaku, bahwa harta itu bersifat sementara. Dalam sekejap mata, Allah bisa membalikkan keadaan dari kaya raya ke miskin papa. Tiada guna kita berusaha menumpuk-numpuk harta. Meskipun harta kami tidak banyak, sebaiknya kami mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala.

Bagaimana dengan Sahabat? Apakah ingin pula menumpuk harta yang cukup hingga tujuh turunan?

27 thoughts on “Tujuh Turunan

  1. masalah harta saya hanya berdoa pada Allah mudah mudahan diberi harta yang pas pasan maksudnya pas butuh pas ada, lha kaitannya angka tujuh saya juga berharap gak sampai pusing Tujuh Keliling apalagi keliling simpang tujuh,

  2. tujuh turunan, biasanya dikaitkan dengan harta atau dendam yaa…

    aku juga punya tetangga yang hampir mirip tuh
    dulunya super kaya raya, seakan akan hartanya tak habis dimakan tujuh turunan
    tapi karena anak cucunya tidak becus mengelola harta sebegitu banyaknya, mereka hanya suka menghambur hamburkan uang… alhasil sekarang jadi hidup mengenaskan. sangat bertolak belakang….

  3. kalo saya yang penting berkahnya dan biasanya kalo penghasilan yang berkah itu akan dilipatgandakan. berkah dari mendapatkannya dan dalam menggunakannya.

    contoh seperti di atas di daerahku ada. tapi yang dari aku kecil sampai sekarang tetap kaya juga ada, malah semakin kaya, fakir miskin dan janda-janda tua jadi tanggungannya setiap bulan. Alloh mempercayakan itu lewat beliau.🙂

  4. Dalam sekejap mata, Allah bisa membalikkan keadaan dari kaya raya ke miskin papa

    Betul sekali Kak …
    So …
    Jika sedang kaya harus banyak bersyukur dan berbagi
    Jika sedang miskin harus banyak bersyukur dan berikhtiar

    Salam saya Kak

  5. Cucu sudah tanggung jawab orangtuanya nduk.
    Kami hanya membimbing dan membantu sesuai kemampuan saja.
    Apa yang ditumpuk ? Paling buku
    Tapi sawah mungkin bisa sampai 7 turunan asal nggak ada yang menjualnya atau hancur karena kuasa Allah swt
    Salam hangat dari Surabaya

  6. Pesen dari mamahku seperti ini “gak usah ngoyo2 pingin kaya, yang penting hidupnya berkecukupan”. . .🙂

    Untuk tujuh turunan kayaknya terlalu muluk2 deh, kak. sing penting cukup wae lah. . .:)

  7. Kalau bisa sih mau Mbak Akin..Tapi sukses yg paling nikmat adalah, harta yg tak habis sampai tujuh turunan itu juga barokah bagi orang banyak🙂

  8. Orang tua seringkali menuturkan bahwa harta yang langgeng adalah harta yang dipenuhi keberkahan. Yang didapat dengan cara yang benar, dimanfaatkan dengan cara yang benar dan ada kewajiban di dalamnya yang diberikan dengan benar. Kerberkahan ato harta yang barokah tidak bisa diukur dari tumpukan jumlah, tapi dari kualitas kemanfaatan untuk orang lain, karena dengan harta kita bisa mendulang pahala yang dengan itu Insya Alloh bisa dinikmati sampai 7 turunan. Wallohu’alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s