Nama-nama Ikan

Sangat menyenangkan saat mendengar cerita teman-teman tentang anak-anak mereka. Maklum, karena aku belum berkeluarga, jadi sementara ini aku cukup memperhatikan anak-anak orang lain saja dulu. Kebanyakan cerita-cerita itu lucu-lucu, karena berkaitan dengan tingkah laku anak kecil yang sering kali menggemaskan.

Kemarin Tia bukan nama sebenarnya menceritakan tentang Alif, anak pertamanya yang sekolah di Taman Kanak-kanak. Kata Tia, waktu itu Alif sedang bercerita kepada Papahnya. Tia juga mendengarkan sambil mengerjakan kegiatan lain.

Alif berkata, “Papah, tadi waktu di sekolah bunda bertanya tentang nama ikan. Kata bunda, siapa yang bisa jawab, angkat tangan. Alif langsung angkat tangan, Pah. Alif jawab ‘ikan pallu kacci’.”

Sontak saja papah dan mamah Alif tertawa mendengarnya, karena pallu kacci sebenarnya adalah nama sejenis masakan ikan khas Makassar.

Lalu Alif menambahkan, “Bunda bertanya, apa itu ikan pallu kacci. Alif bilang ikan yang warnanya emas-emas.”

Rupanya cerita Alif masih berlanjut, “Bunda bertanya lagi siapa lagi yang bisa menyebutkan nama ikan. Sebenarnya Alif mau angkat tangan, Pah. Tapi tidak jadi. Alif mau menjawab ‘ikan asin’.”

Tawa mamah dan papah Alif kembali berderai. Bagaimana tidak, rupanya Alif telah salah faham mengenai nama-nama ikan. Dia mengira nama ikan adalah nama masakannya. Lalu Tia menjelaskan yang sebenarnya dimaksud dengan nama ikan, antara lain ikan lumba-lumba, ikan hiu, ikan bandeng, dll.

Saat Tia menceritakan kisah Alif kepadaku dan teman-teman lain di Pukesmas, kami juga tertawa terpingkal-pingkal. Kami tahu bahwa ikan pallu kacci adalah salah satu masakan favorit keluarga Tia, karena suaminya yang berasal dari Sulawesi. Ikan asin juga cukup sering disajikan di rumah Tia.

“Sepertinya Alif ini menyebutkan nama-nama masakan ikan yang sering kumasak di rumah,” kata Tia sambil tertawa.

Lalu kami menimpali, “Jangan-jangan nanti Alif akan menyebutkan nama-nama ikan selanjutnya ikan goreng atau ikan bakar.”

Hehehe… Ah, Alif… ada-ada saja… 😆 Continue reading

Amazing Artikel

Saat membuka dashboard blogku hari ini, aku menemukan puluhan komentar yang masuk pada kotak spam. Aku secara rutin melakukan pengecekan pada kotak spam, karena selain komentar yang mengandung link, sering juga komentar-komentar normal tersangkut di sana, sehingga perlu untuk dibebaskan. Aku sangat terbantu karena ada satpam Akismet yang menyaring komentar yang masuk. Continue reading

Perpusda Kaltim

Sewaktu masih berstatus mahasiswa, aku memiliki kartu anggota Perpustakaan Daerah atau Perpusda Kaltim dan tentu saja cukup sering berkunjung ke sana. Seolah-olah kesannya belum keren kalau belum menjadi anggota Perpusda. Perpustakaan yang kini memiliki nama resmi Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur ini berlokasi di Jl. Ir. Juanda Samarinda dan selalu ramai oleh pengunjung. Continue reading

Buah Mangga

Musim mangga kali ini benar-benar kunikmati. Hampir setiap hari aku membeli mangga. Kisaran harga mangga di Samarinda adalah Rp 7.500 s/d Rp 25.000 per kilonya. Kalau ingin yang lebih hemat, ada mangga apkiran yang agak kematangan, sekitar Rp 10.000 per 3 Kg. Yuk dipilih…dipilih… 😀 Continue reading

Berduka dan Kehilangan

Pernahkah Sahabat memperhatikan orang yang sedang mengalami berduka dan kehilangan? Atau mungkin Sahabat sendiri yang mengalaminya? Beberapa hari yang lalu ada seorang ibu masuk UGD Puskesmas tempatku bekerja. Ibu itu sangat terpukul karena baru saja kehilangan adiknya, sementara ada beberapa anggota keluarga yang lain sedang sakit. Ia sama sekali tidak mau membuka mata ataupun berbicara, terlebih-lebih makan dan minum. Ia hanya terbaring lemah, seperti orang yang pingsan. Continue reading