Kehilangan Kepercayaan = Rugi

Kepercayaan itu mahal,” kata Pakdhe Cholik. Aku sangat setuju dengan ungkapan ini, karena sebuah kepercayaan itu tak ternilai harganya. Seorang juara yang lancung, akan membuat orang lain tak lagi mempercayainya. Saat ia mengukir prestasi lagi, orang hanya akan berpikir “mungkin ia menyogok”, padahal mungkin saja ia telah bersusah payah untuk meraih prestasi itu. Betapa ruginya ia yang telah tak dipercayai lagi oleh orang lain.

Contoh yang lain adalah sebuah kejadian di sekitarku. Salah seorang tanteku menggunakan jasa loundry kiloan untuk meringankan pekerjaan rumah beliau. Sekitar beberapa kali dalam sebulan beliau mengantarkan cucian ke tempat loundry langganan yang berslogan ‘bersih, rapi, wangi’. “Disana cucian lebih rapi dan wangi,” kata tanteku. Sehingga meskipun harga perkilogram-nya lebih mahal dibanding tempat lain, tanteku tetap memilih tempat itu.

Suatu hari tanteku mendapati pakaian yang usai dicuci tidak tersetrika dengan rapi, misalnya bagian belakang baju yang masih berkerut, atau bawahan mukena ternyata tidak disetrika, serta rok yang gosong. Tanteku menjadi kecewa atas pelayanan yang didapatkannya. Lalu perlahan-lahan tanteku mencari tempat loundry lain dan menemukan tempat yang pelayanannya lebih baik, yaitu ada layanan antar jemput dan biaya lebih murah, namun cucian juga tak kalah rapi dan wangi.

Cerita di atas menunjukkan pentingnya menjaga sebuah kepercayaan. Bila kepercayaan sudah hilang, maka kerugianlah yang didapat. Tempat loundry yang tidak menjaga kepercayaan pelanggan dengan menjaga kualitas layanannya, pada akhirnya hanya akan ditinggalkan oleh pelanggan. Betapa besarnya kerugian yang akan ditanggung saat pelanggan tak lagi datang ke tempat mereka.

Kepercayaan memang mahal. Selain harganya yang tak ternilai, untuk kembali bisa dipercayai oleh orang lain itu tidaklah mudah. Butuh perjuangan berat. Terlebih bila orang lain terlanjur kecewa terhadap kita. Karena sangatlah penting menjaga sikap dan perilaku kita agar kita tidak mengalami kerugian bila kehilangan kepercayaan orang lain terhadap kita.

(Sumber gambar dari sini)

Artikel  ini untuk menanggapi artikel BlogCamp berjudul Kepercayaan itu Mahal tanggal 21 Juni 2012.

10 thoughts on “Kehilangan Kepercayaan = Rugi

  1. benar sekali, untuk mengembalikan kepercayaan yg hilang butuh: 2x(permintaan maaf + ganti rugi) + komitmen diatas kertas bermaterai bahwa bila terjadi kesalahan lagi akan ada sanksinya.

  2. Iya Akin…..dan pelanggan menjadi kecewa serta pindah ke tempat lain. Jika tantemu protes, kemudian jasa laundry tersebut minta maaf dan mengganti kerugian, tentu tante mu masih mau berlangganan di tempat tsb. Makanya ada pepatah, sebaiknya pelanggan yang kecewa langsung datang ke kita sehingga kita bisa memperbaiki kesalahan, dibanding pelanggan yang diam-diam kecewa dan tak mau datang lagi.

  3. tapi, jangan menaruh kepercayaan kita terlalu berlebihan pada orang lain, karena, sekali kita dibohongi, rasanya pasti ‘nyelekit’ banget~😡

  4. Jadi ingat…
    salah satu teman KKN-ku, Ibunya punya usaha Rumah Makan. Waktu kami berkunjung ke rumahnya, dia bercerita tentang masalah yang pernah terjadi di Rumah Makannya.

    Dulu, ada salah satu supplier bahan makanan yang men-sia-sia-kan kepercayaan yang diberikan oleh temanku itu. Supplier bahan makanan itu mengirimkan bahan makanan yang udah gak segar lagi. Alhamdulillah gak terjadi masalah yang lebih besar karena bahan makanan yang udah gak segar. Akibat kejadian itu, supplier itu benar2 gak dipercaya oleh temanku itu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s