MAJALAH INDONESIA

Secara rutin aku mendapatkan kiriman majalah KOREA setiap bulannya. Amplop putih besar yang berisikan satu eksemplar majalah itu bertuliskan pengirimnya adalah Korean Culture and Information Service (Layanan Kebudayaan dan Informasi Korea), yang berada di bawah Ministry of Culture, Sport and Tourism (Kementrian Kebudayaan, Olah raga dan Pariwisata Korea Selatan). Bayangkan, setiap bulan akan ada ribuan, bahkan mungkin lebih, majalah KOREA yang dikirimkan kementrian ini ke seluruh dunia. Cara mendapatkannya yang mudah, hanya perlu mengisi format berlangganan yang ada di korea.net, maka majalah yang berbahasa Inggris itu akan dikirimkan ke alamat kita. Gratis.

Membuka-buka majalah KOREA ini, seolah-olah kita akan dibawa ke sebuah ruangan besar dengan berbagai hal di dalamnya. Meskipun yang menerbitkannya adalah Kementrian Kebudayaan, Olah Raga dan Pariwisata Korea, namun informasi yang ada di dalamnya tak melulu tentang ketiga hal tersebut. Misalnya pada terbitan Mei 2012, ada artikel tentang kegiatan wakil Korea dalam membantu rekonstruksi di Afganistan. Atau pernah pula pada sebuah terbitan tertulis tentang kegiatan pertemuan kepala-kepala negara di Korea, yang membicarakan masalah hubungan internasional, lengkap dengan foto para  kepala negara berjejer, termasuk Presiden RI.  Majalah Korea benar-benar memenuhi dahaga para pemerhati Korea di seluruh dunia.

Setiap kali membaca majalah KOREA aku sangat takjub. Bagaimana sebuah bagian dari pemerintahan di Korsel, dalam hal ini Kementrian Kebudayaan, Olah raga dan Pariwisata-nya, begitu royal dan serius membagikan informasi yang membanggakan tentang negara mereka. Mereka begitu bangga akan pencapaian-pencapaian yang telah mereka raih. Misalnya ada artikel yang memuat tentang salah satu suku di negara kita tercinta, Indonesia, yang mengadopsi huruf Korea (Han-gul) sebagai huruf mereka, yaitu suku Cia-cia. Terlebih lagi kebanggaan mereka mengenai prestasi di bidang teknologi, olah raga dan kebudayaan.

Usai membaca majalah KOREA, aku berpikir… mungkinkah akan ada majalah INDONESIA?

Mari kita bermimpi sejenak. Mungkin saja beberapa kurun waktu ke depan, Indonesia belum bisa mencapai popularitas seperti yang dicapai Korsel sekarang. Namun anggap saja tetap ada niat yang tulus dari pemerintah untuk membuat negara kita lebih dikenal oleh negara lain. Tentu saja besar harapan hal yang dikenal dari negara kita bukanlah kasus korupsi seperti sekarang ini. Kemudian Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, atau yang sekarang bernama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menerbitkan pula majalah INDONESIA. Majalah tersebut dalam bahasa Inggris dan berupa cetakan yang akan dikirimkan ke pihak-pihak yang berlangganan dari seluruh dunia.

Majalah INDONESIA sama halnya dengan iklan. Bagaimana kita mempromosikan negara kita, agar negara lain berpandangan positif tentang Indonesia. Majalah INDONESIA nantinya akan berisi informasi segala hal yang membanggakan tentang Indonesia. Misalnya tentang indahnya pantai di Pulau Derawan, nikmatnya lesehan di Malioboro, anak-anak muda yang berkalungkan medali usai turut dalam Olimpiade Sains, atau mungkin pembinaan bulu tangkis yang semakin maju. Bisa apa saja.

Majalah INDONESIA juga bisa menjadi katalog. Beribu tempat wisata di Indonesia bisa ditampilkan secara bergantian. Tatanan dan pilihan gambar yang apik, terlebih lagi bila disertai informasi yang lengkap dan akurat, maka akan membuat para pembaca merasa tertarik dan memutuskan untuk berlibur ke Indonesia dibanding ke Pulau Jeju, Korsel.

Baiklah, sekarang mari kita akhiri mimpi kita. Apakah ada yang merasa optimis? Atau sudah terlanjur pesimis?

Berbicara mengenai pemerintah, memang cenderung menimbulkan rasa pesimis. Misalnya saja bila kelak majalah INDONESIA jadi diterbitkan, tentu akan melibatkan dana yang tidak sedikit. Sebagaimana yang telah terjadi selama ini, adanya dana dalam jumlah yang besar akan mengundang penyalahgunaan. Tak ada yang bisa menjamin bahwa kelak tak akan ada pemberitaan bahwa seseorang terlibat korupsi dana penerbitan majalah INDONESIA.

Bisa jadi aku juga berada di antara barisan yang merasa pesimis. Namun pesimis bukanlah merupakan sesuatu yang positif. Kita tak dapat membiarkan rasa itu menguasai. Menurutku, bila kondisi belum memungkinkan untuk mempromosikan Indonesia lewat majalah INDONESIA seperti yang kuimpikan di atas, ada hal lain yang bisa kita lakukan untuk negara kita. Apakah itu?

Sebagai pengguna internet yang loyal, kita bisa membuat majalah INDONESIA versi kita sendiri. Dengan memanfaatkan media internet yang mendunia, kita bisa membuat tulisan-tulisan tentang Indonesia, lebih bagus lagi bila dalam bahasa Inggris. Tulisan-tulisan tersebut bisa dimuat dalam berbagai situs atau blog. Cara ini  bisa dirasakan kemudahannya, karena dapat diakses oleh siapapun dan dari belahan bumi manapun. Jauh lebih hemat dari segi biaya dan waktu, serta tanpa menggunakan kertas.

Nah, kini kita tahu bahwa hadirnya majalah INDONESIA bukan hanya mimpi semata. Para webmaster atau pemilik blog bisa berlaku sebagai penulis sekaligus editor pada majalah ini, meskipun tidak bergabung dalam satu wadah. Dengan kata lain, berkiprah pada situs atau blog masing-masing. Bahan yang ditulis pun bisa berkembang seluas-luasnya, sebesar kecintaan pada Indonesia. Kita harus optimis bisa menempatkan negara Indonesia agar bisa sejajar dengan negara maju seperti Korsel.

_____________________________

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp.

26 thoughts on “MAJALAH INDONESIA

  1. menarik sekali pembahasan tentang majalah ini , Akin.
    semoga ada majalah seperti itu tentang hal-hal yang membanggakan dari negeri kita.. untuk blog, bundo suka ngikutin Indonesia Proud.. lumayan bikin bangga membacanya. :D

    sukses kontesnya ya Kin..

  2. Iya ne, mbak. smga indo pnya majalah sperti itu.
    biar orang tau ttg indonesia yg gak kalah dari negra lain dg keberagaman budaya dan keindahan alamnya. Masak orang tau indonesia itu, cuma Bali.

    sukses ngontesnya, ya mbak..

  3. wah wah…ada lagi yang ikutan kontes…jadi mau ikutan kontes nih….saya dari dulu bermimpi semua tempat2 yg bagus di seluruh pelosok Indonesia memiliki infrastruktur yang mumpuni (baik jalan maupun komunikasi)…mungkinkah 5 tahun lagi akan menjadi kenyataan?..mengingat kita punya menteri pariwisata dan industri kreatif…..

    • Wah… masalah infra struktur keknya sulit banget. Contohnya jalan menuju pantai favorit saja biasanya berlubang2…
      Semoga 5 atau 10 tahun lagi bisa menjadi kenyataan, Pak :)

  4. Artikel ini begitu pas untuk Indonesia Bangkit :)

    Kita bisa punya majalah sekeliber korea, semoga lebih baik :)

    Gudlak ngontesnya ya …

  5. Aku udah daftar buat dapetin majalah ini. kok gak dpt kiriman ya kak.

    Kapan Indonesia mau sedikit mengeluarkan uang untuk promosi beginian kak, yg ada dana untuk promosi Indonesia di tilep di korup..hahaha

  6. kak, maaf udah lama nggak main ke sini
    kita sependapat kak
    walaupun lagi ‘seret’ begini, ami merasa bahwa media promosi (seperti majalah dan video) perlu dibuat, tentunya dengan persiapan matang, bukan asal-asalan, dan menarik.
    mungkin bisa dimulai dari kita, sebagai blogger, tetapi media yang dibuat oleh pemerintah tentunya penting karena dapat membuktikan keseriusan pemerintah indonesia dalam mempromosikan pariwisata negeri ini. :D

    *sering iri juga liat arirang yang begitu gencar mempromosikan pariwisata korea*

  7. setuju Kak.. saya rasa dengan blog kita juga bisa berperan serta unutk mengenalkan kepada mata dunia jika Indonesia itu indah :)

    sukses kontesnya Kak

  8. hehe.. bagus.. saya suka postingan ini.
    ide briliant nih mbak…
    semoga kelak Indonesia dikenal dimata dunia. dan semoga apa yang dunia kenal memang benar-benar terjadi di Indonesia, bukan hanya promo belaka yang muluk-muluk tanpa dibarengi dengan tindakan nyata :D
    salam saya

  9. Korea juga nggak sebagus itu kok, Kak. Majalah itu pernah ngebahas betapa rasisnya orang Korea terhadap sesamanya, nggak? Juga betapa perempuan-perempuan Korea terobsesi oplas.
    Kalau Kaka terpikirkan sebuah majalah untuk menceritakan semua hal bagus di Indonesia, saya optimis majalah seperti itu bisa ada, apalagi kalau isinya pariwisata ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s