AGS (Agak Gondrong Sedikit)

Semalam adalah giliranku jaga malam di Puskesmas. Kebetulan hanya ada 1 pasien yang mengisi kapasitas 8 tempat tidur kami. Saat masuk ke kamar pasien, kulihat seorang pasien terbaring di salah satu tempat tidur pasien. Ada 2 orang temannya duduk di tempat tidur yang lain. Mereka semua adalah laki-laki. Sepertinya mereka orang baru, karena aku belum pernah melihat mereka berobat ke Puskesmasku.

Jantungku langsung berdetak cepat. Di hatiku terbersit rasa was-was. Penampilan mereka yang menyebabkannya. Rambut yang AGS (agak gondrong sedikit) dan tampak tak rapi. Namun tentu saja sangatlah picik bila masalah penampilan, menjadikanku berprasangka buruk kepada orang lain. Bisa-bisa aku diprotes oleh kedua sahabat ini.:mrgreen:

Tato. Kombinasi antara penampilan awut-awutan dan beberapa tato yang tertoreh di lengan mereka, itulah yang membuatku bergidik dan lebih waspada. Terlebih lagi, aku hanya jaga berdua dengan rekanku yang juga perempuan. Wakar kami entah mengapa malam itu tak hadir di Puskesmas. Suasana terasa lebih horor karena saat itu adalah tengah malam dan hanya kami berlima yang ada di tempat itu.

Beberapa menit melewati pukul 00.00, aku dan rekanku memberikan injeksi ke pasien dan sekalian mengganti cairan infus yang habis.

“Bu,” salah seorang teman pasien berbicara.”Di sini aman ya?”

Awalnya aku tak paham maksud dari pertanyaannya. Kupikir ia akan menanyakan apakah di Pusksesmas itu sering terjadi pencopetan atau ada pasien yang kehilangan barang-barangnya. Memang sudah lazim terjadi di Puskesmas rawat inap atau di Rumah Sakit, ada maling yang berkeliaran di antara pasien atau keluarganya yang lengah terhadap barang berharga milik mereka. Sering kali ponsel yang dicuri, namun tak jarang juga dompet atau tas.

Aku baru paham, setelah orang itu kemudian melanjutkan ucapannya.

“Apakah di kamar ini ada yang pernah meninggal, Bu?” ucapnya perlahan sambil tersenyum malu-malu. “Kami kan orang baru di sini. Siapa tahu nanti…”

Sampai disitu, aku sudah mengerti apa yang dimaksudnya. Ia -atau mereka- takut. Mereka takut bila mendiami kamar bekas orang meninggal dunia. Terlebih lagi semalam adalah malam Jum’at. Aku tersenyum dalam hati. Lalu mencoba memberi penjelasan.

“Pak, biasanya bila ada pasien gawat, kami akan mengirimnya ke Rumah Sakit,” kataku.

“Oo… Begitu ya, Bu,” sahutnya sambil manggut-manggut dan tertawa lega.

Kemudian aku mengajak rekanku kembali ke ruang perawat. Aku ngakak dalam hati. Sebagian menertawakan kekhawatiranku sebelumnya, sebagian lagi menertawakan ketakutan mereka. (#eh, padahal dilarang menertawakan orang lain ya…)😆

Tentu saja pernah ada yang meninggal di ruang pasien itu. Namanya juga Puskesmas rawat inap, yang sudah berdiri belasan tahun. Namun tak mungkin fakta itu kuungkap semalam. Bila kuberitahu mereka tentang hal itu, bisa-bisa mereka berkata:

“Ibu tidur dimana? Kami ikut ibu aja ya? Kami takut!”

What? No way!:mrgreen:

Oh iya, bagaimana dengan Sahabat sekalian? Apakah Sahabat merasa takut setiap kali berada di Rumah Sakit?

40 thoughts on “AGS (Agak Gondrong Sedikit)

  1. muahahahahahah,,
    Tampang AGS jg takut ma ya namanya hantu ya..
    Kalo one sih dulu pernah ngalamin kejadian aneh pas nungguin sodara di rumah sakit,
    tapi ya untungnya one bkn termasuk orang yg parnoan..😀

    • Cerita-cerita unik seputar rumah sakit memang sudah melegenda diantara pekerja atau mahasiswa yang praktek disitu. Hehe…
      Ambulan yang berisik? atau tempat tidur yang melayang??😀

  2. Berada dirumah sakit kalo siang sih gak masalah, tapi kalo malam, hmmmm….jangan harap bunda berani jalan sendirian di lorong yang sepi, walaupun lampur terang benderang. Huuuhh….no way juga deh.

  3. hahaha. ada-ada aja. aku pernah juga nginep di rumah sakit, dan memang rasanya horor. untung aja diinfus, dan lelap tertidur setelah operasi.😀
    jadi ga sempet mikir yang aneh-aneh,mba. hehe

  4. Hahahahaha ….
    Wajah Rambo …
    Hati Rinto …

    Dont judge the book by its cover …

    Tapi …
    saya rasa … kewaspadaan selalu harus dikedepankan … apalagi di tempat umum … seperti di Puskesmas ini ..

    Salam saya Kak

  5. Bukan cuma rumah sakit atau puskesmas yang punya cerita serem gitu. Kak..

    Sekolah-sekolah juga punya banyak cerita begitu. Contohnya sekolahku dulu yg konon katanya bekas gedung peninggalan Belanda..❗

  6. Gondrong juga manusia. Manusia pasti punya rasa takut. Takut dengan hantu. Apalagi diruangan tersebut pernah ada yang meninggal, pasti kesan seram akan muncul kalau diceritakan. Ndak pernah takut sih, soalnya jarang kerumah sakit.

  7. waaah.. ternyata walau tampilan sangar tetep aja takut ya kak..
    mungkin itu jawaban dari kekhawatiran kakak..
    begitu mas2 gondrong tadi menanyakan tentang orang meninggal itu, udah ga was2 lagi to?

  8. Agak takuuut juga apalagi kalo tengah malam dan nunggui di rumah sakit cuma sendiri tapi aku berterima kasih sama perawat-perawat yang jaga, dua kali semalam mereka pasti ngider menolong pasien kalau ada yang butuh pertolongan, tapi kalo yang serem-serem ngga kepikir wong pikiran anak sakit aja udah menyita pikiranku jd yg lain-lain ngga kepikiran

  9. kalau saya bukannya takut mbak, tapi sedih karena tiap hari kalau mau ke kampus, kendaraannya pasti lewat tempat nenek saya meninggal, jadi kalau lewat yah kebayang lagi ketika nenek dikamar pasien:(

  10. Saya pernah merasa takut waktu rawat inap di rumah sakit. Pasalnya, tidak jauh dari kamar saya ada ribut2 yang ternyata ada pasien meninggal. Kalau tidak salah, ada juga tetangga saya yang masuk rumah sakit waktu itu, dan meninggal juga. Mendadak takut saya dapat giliran, tapi Alhamdulillah, masih diberi umur.

    Kalau takutnya tentang hantu2 sih sepertinya tidak terlalu.

  11. AGS: Agak Ganteng Sedikit. nah yang ini gue banget. minimal buktinya adalah diriku pernah dipanggil sebagai ‘mas anjasmara’ sama bencong di acara gathering kantor. pasti dia rabun jauh. gue gak seganteng itu kalee….😀

    berada di rumah sakit, takut sih nggak. cuma karena dikasih tau kalo di rumah sakit itu berkumpul segala virus dan bakteri, dan juga tingkat infeksi nasokomial yang tinggi, dirikut selalu hit n run kalo di rumah sakit. kalo mbesuk ya sepantasnya dan segera check out🙂

  12. AGS = Agak Gila sedikit :p

    Saya takut kalau ada di rumah sakit mbak. Dulu waktu operasi usus buntu takutnya setengah mati kalau malam2 kebangun sendiri :p

  13. whuahahaha….makasih ya Ka, baca ini ngantukku ilang, tergantikan ngakak tanpa henti. Ternyata, para mas2 AGS ini tatut sodara-sodara qiqiqiqi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s