Koleksi Novel

Berapa banyak novel yang Sahabat miliki?

Dulu, sekitar awal tahun 2000-an aku pernah memiliki berpuluh-puluh novel. Novel itu bukan kubeli sendiri, namun hibah dari teman kantorku (sebelum aku bekerja di puskesmas). Yup, berpuluh-puluh novel hibah itu adalah novel romance.

Aku yakin ada di antara Sahabat yang mengetahui tentang Harlequin. Saat masuk ke toko buku, pada bagian novel akan terlihat deretan novel berlabel Harlequin.

Bayangkan saja, secara tiba-tiba aku memiliki setumpuk novel romance, gratis pula!

Aku suka membaca novel, namun dulu masih seputar novel misteri, seperti karya Agatha Christie, Sidney Shedon, Stephen King, Michael Crichton dll. Atau yang berkaitan dengan pengacara seperti karya John Grisham. Karena aku suka membaca novel, jadi tak kusia-siakan novel romance Harlequin yang menumpuk di kamarku.

Buku pertama segera kulahap. Segera dilanjutkan buku kedua dan seterusnya, hingga buku itu habis. Tetapi sebenarnya tidak habis, karena setiap kali temanku itu membeli novel, setelah dibacanya lalu diberikan lagi kepadaku. Jadi aku tidak kehabisan bacaan.

Bagi teman-teman yang pernah membaca novel romance Harlequin, pasti tahu persis bagaimana isinya. #ngekek

Hmm… Novel ini untuk dewasa, termasuk jenis bacaan yang tentu saja akan dilarang orangtua untuk dibaca oleh anak yang belum dewasa. Bakal bahaya banget, bisa-bisa mencemari pikiran. Lebih cocok dibaca oleh yang sudah berumah tangga. Hehe…

Apakah pikiranku turut tercemar?? <=== (Hei, pertanyaanmacamapa itu?):mrgreen:

Alhamdulillah, kemudian aku berkenalan dengan karya-karya Kang Abik yang diawali dengan novel Ayat-ayat Cinta. Saatnya memperbaiki bacaan. Aku memilih bacaan yang islami. Menurutku, jauh lebih baik membaca karya yang lebih ada ‘isinya’. Lalu aku juga mulai membaca karya penulis-penulis lokal lainnya, seperti Andrea Hirata, Asma Nadia dll.

Lalu, apa kabar dengan koleksi Harlequin-ku?

Sudah musnah!

Setelah aku mengganti bacaan, aku menyingkirkan novel itu ke rumah dinas di puskesmas. Kusimpan dalam kardus infus. Pada suatu hari, banjir selutut menggenangi puskesmas dan daerah sekitarnya. Kardus itu terendam air dan buku-bukunya rusak. Lalu kubuang ke tempat sampah.

Aku bersyukur, karena buku itu musnah dengan sendirinya. Tentu saja atas kehendak Allah.

Bagaimana dengan koleksi novel Sahabat? Apakah ada juga yang mengoleksi Harlequin?:mrgreen:

40 thoughts on “Koleksi Novel

  1. wah kalau saya baru memiliki 1 novel Om, itupun waktu smp dulu🙂

    Untuk sekarang sebenarnya banyak yang bagus, tapi apa daya dana tak sampai..
    Alternatif, yah ikutan kontes..

  2. salam kenal mbak….koleksi novel nya cukup banyak juga ya mbak…kalo saya nggak ada koleksi novel di rumah…tapi kadang2 saya juga baca novel…tapi minjem dari temen…hehe…

  3. temen dhe ada tuh kak yang doyan baca tuh novel.. tapi dhe belum pernah baca, belum tertarik aja.. dan untung baca postingan ini, jadi tahu gimana isinya.. hehe😀

    kalo dhe, ntahlah.. dhe lbih suka ngoleksi buku2 non fiksi.. paling koleksi novel dhe bisa dihitung dengan jari.. tapi semenjak rajin ikutan GA atau kontes, koleksi novel pun bertambah.. atau kaka akin mau menghibahkan novelnya untuk dhe?? tentu saja bukan harlequin..

  4. Kakaakin … saya gak punya novel ‘Harlequin… malah gak ngert … tapi itu bacaan untuk orang dewasa …?😦
    kalau buku AAC saya punya … dan serial lain dari penulis itu … bahkan filmnya saya nonton …😀

  5. malah gak pernah denger novel seperti itu mbak.. hihihi..

    aku seh kenal novel baru 2004.. itu juga teenlit aja.. skrg lebih suka sama novel fantasi😀

  6. Harlequin ya…, wah…. saya malah belum pernah membacanya…. [hiks…hiks… kasihan aku; hehe… kasihan ato nggak ya…]

    kalo novel islami, kebanyakan saya membaca naskah novel itu sebelum diterbitkan; karena saya secara rutin diminta oleh penerbit sebagai editor freelance, terutama untuk novel2 islami.

  7. Hihi, kalo harlequin aku gak pernah baca, mba. Tapi dulu aku langganan bibliophile dari gramedia. Bibliophile ini semacam katalog untuk para member gramedia. Jadi kalo pas katalog nyampe rumah, semua resensi bukunya aku baca sebelum memutuskan membelinya. Jadi lumayan tau isinya. Hihi, mengerikan memang. Kebanyakan tentang kisah cinta yang terhalang oleh kesenjangan sosial, dan ada bumbu-bumbunya gitu deh ya. Gak cocok buat anak-anak seperti akyuhh.😄

  8. Saya pertama beli novel itu tahun lalu. Belinya Negeri 5 Menara sama Railway Children. Biasanya ogah beli fiksi. Mending pinjem aja kalo buku fiksi mah. Tapi, berhubung novel yang kubeli itu keren (yang Negeri 5 Menara), akhirnya jadi beli lanjutannya dan novel2 penyemangat lainnya.

  9. kalo saya sudah sangat sangat sangat (sampe 3x) lamaaa nggak baca novel. Kalo ndak salah waktu SMA saya justru seneng novel, selain itu juga dulu saya penggembar serial Kho Phing Ho. Pokoknya kalo disuruh baca itu, lupa segalanya. Sekarang, malah ndak punya waktu untuk baca buku cerita.

  10. Koleksi novel yang saya punya …??
    mmm dulu sejak jaman saya SMA – Kuliah …
    saya ini pengkoleksi karya-karya Maria A Sardjono …
    Setiap ada yang terbit baru … pasti saya beli …
    (ini koleksi terbanyak)

    plus banyak lagi novel-novel lainnya …

    Dan lucunya … (jangan diketawain ya Kak …) … semua novel yang saya punya itu … bertema Cinta !!! (alias Roman )

    ahahahahahhaha

    Salam saya Kak

  11. Harlequin cuma minjem Kak, dulu ada temen kostan yg koleksi novel harlequinnya selemari, tapi emang ga pernah tertarik beli sendiri he he.

    Koleksi novel banyaaaak, berbagai macam genre, gado2 pokonya mah😀

  12. Aku koleksi novel juga, Mbak. Novelnya sudah satu rak penuh! Tapi kebanyakan teenlit dan chicklit. Karya harlequin emm… aku nggak tahu dan mungkin nggak mau tahu, dewasa ya? hehe…

    Salam kenal, ya, Mbak. Oh iya aku ikut give away yang di kisahku. Udah dicatat belum, Mbak. Atau Mbak Monda yang catat?🙂

  13. Koleksi novelku banyak dan disayang pula. Novel Harlequin? Banyak dan saya suka membacanya, memang untuk Harlequin yang dewasa (Harlequin ada berbagai jenis, untuk dewasa dan non dewasa), kadang memang terlalu bebas dalam penggambarannya, Namun harus kita pahami, itu adalah kondisi di dunia barat, jadi kita harus ingat itu.

    Saya suka baca novel, karena saya bisa ikut berpetualang ke berbagai dunia….dan suatu saat, pas saya bisa pergi ke London, saya senang sekali melihat nama jalan-jalan sebagaimana yang pernah diceritakan dalam novel Sherlock Holmes. Juga saat sempat mengunjungi Paris, Berlin, Dresden dan Amsterdam, saya ingat cerita tokoh dalam novel…

    Juga saat pergi ke Bandung, saya jadi ingat ceritanya Abdul Muis (Pertemuan), yaitu daerah pegunungan kapur tempat lokasi cerita itu awalnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s