Hindari Kerugian Saat Berbelanja

Kehidupan manusia kini banyak mendapatkan kemudahan karena banyaknya penemuan-penemuan. Salah satu yang patut disyukuri adalah adanya barcode yang kini telah digunakan secara luas dalam berbagai aspek kehidupan. Yang paling sering kita lihat di sekitar kita adalah penggunaan barcode pada barang-barang di toko modern atau supermarket. Saat akan membayar barang belanja, kita tidak perlu berdiri terlalu lama di depan mesin kasir, karena dengan alat pemindai barcode, harga barang dengan mudah terbaca. Harga dan pengenalan barang belanja telah diprogram sebelumnya, sehingga kasir tak perlu lagi mengetikkan harga barang di mesin kasir.

Toko tradisional atau warung seperti yang dimiliki oleh emakku, hanya menggunakan cara yang sederhana dalam pelabelan harga. Sebuah stiker kecil yang bertuliskan harga ditempel pada barang tersebut, sehingga konsumen tidak bertanya-tanya mengenai harga barang. Berbeda dengan toko modern atau supermarket yang biasanya hanya mencantumkan harga pada rak tempat barang tersebut tersusun. Jadi tidak perlu memberi label harga satu persatu. Hal ini tentu memperingan kerja karyawan toko. Saat konsumen akan membayar, kasir hanya perlu mengarahkan barcode yang memang sudah ada pada setiap kemasan ke arah alat pemindai, muncullah harga barang pada layar display di mesin kasir.

Salah satu fasilitas pendukung kenyamanan belanja bagi konsumen di toko adalah adanya alat pengecek harga berupa pemindai barcode yang dipasang pada tempat-tempat strategis di dalam toko. Jika konsumen merasa kurang yakin dengan harga yang tertera pada rak, atau bisa saja di rak barang tidak terdapat label harga, konsumen bisa mengecek sendiri harga barang. Tak perlu langsung menuju mesin kasir untuk mengetahui berapa harga barang yang akan kita beli.

Untuk menghindari kerugian saat berbelanja, sangatlah penting untuk memeriksa harga barang sebelum kita pergi ke kasir. Mungkin saja ada konsumen yang tidak mempermasalahkan bila ada selisih antara harga yang dipajang di rak dengan harga yang nantinya tertera di mesin kasir. Namun tentu saja merupakan hal yang merugikan juga bagi konsumen, bila ternyata harganya terpaut jauh. Berharap mendapatkan barang yang murah, ternyata yang dibayarkan di kasir malah lebih mahal.

Pernah sekali waktu aku berbelanja di sebuah supermarket yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia. Saat itu aku akan membeli gelas berbahan melamin. Dalam satu kemasan terdapat tiga buah gelas. Deretan label harga yang terdapat di rak barang kebutuhan rumah tangga tersebut cukup membingungkan. Sepertinya harga barang yang kupilih tidak terdapat di rak. Saat kucoba untuk membawa barang tersebut ke alat pengecek harga, ternyata alatnya sedang tidak berfungsi. Kupikir harganya tidak akan terlalu berbeda dengan harga barang saat kita belanja di luar supermarket.

Setelah selesai memilih barang-barang kebutuhanku, termasuk satu pak gelas melamin, akupun turut antri bersama pembeli lainnya di depan kasir. Saat tiba giliranku, satu persatu barang yang kupilih dipindai kasir. Saat kasir memindai  barcode yang ada pada kemasan gelas melamin, aku terkejut saat mengetahui ternyata harga gelas melamin tersebut (menurutku) sangat mahal. Beberapa puluh ribu rupiah. Aku mengurungkan niat untuk mengambil gelas itu. Lalu kasir kuberi tahu bahwa aku tidak jadi membeli gelas melamin itu. Setelah melakukan pembayaran aku lalu meninggalkan meja kasir.

Saat di rumah, aku memeriksa barang belanja yang kubeli sebelumya, sambil melihat-lihat kembali harga yang tertera pada struk belanja. Betapa terkejutnya aku, ternyata gelas melamin yang tadi kubatalkan, tetap termasuk dalam pembayaran. Padahal aku yakin sudah mengatakan pada kasir bahwa aku tidak jadi membeli barang itu dan dalam tas belanjakupun tidak terdapat gelas melamin. Ingin rasanya menyalahkan kasir yang telah membuatku rugi beberapa puluh ribu rupiah, namun bila dipikir-pikir, aku juga turut andil dalam hal itu.

Kesalahanku adalah tidak memperhatikan atau menanyakan kembali apakah barang yang tidak jadi kubeli itu sudah dibatalkan atau belum. Kesalahan selanjutnya adalah aku tidak memperhatikan struk belanja saat masih berada di depan kasir. Saat sudah berada di rumah, segala macam komplain tentu sudah tidak akan diterima lagi. Akhirnya aku harus pasrah saja.

Karena berkaitan dengan sejumlah uang yang harus dibayarkan, maka kita perlu berhati-hati dalam berbelanja. Tentu saja kita tak ingin mengalami kerugian saat berbelanja. Jadi, manfaatkanlah alat pengecek harga dengan memindai barcode yang ada pada kemasan barang. Kemudian saat di depan kasir, tak ada salahnya untuk memperhatikan apa yang dilakukan oleh kasir pada mesin kasirnya. Teliti struk belanja sekali lagi di depan kasir, agar tidak menyesal setelah tiba di rumah.

____________________________________

Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Cerita Unik Belanja di BloggerPemula.Com.

36 thoughts on “Hindari Kerugian Saat Berbelanja

  1. semoga nantinya lebih teliti ya kak.aku juga terbiasa memeriksa struk saat masih dilokasi krn pernah mengalami harga yg tertera durak dan kasir berbeda setelah komplain kasirnya yg melakukan kesalahan

  2. aku termasuk yang kadang suka cuek sama barcode dan struk. ambil lalu bayar, begitu di rumah, baru di cek. pernah kejadian, kembaliannya kurang, mau balik lagi, kejauhan. alhasil ya sudah, mengikhlaskan kembaliaannya itu. makasih sharingnya ya mba🙂 gutak buat kontesnya

  3. ^_^ saya juga begitu….ambil barang, bayar..gak terlalu memperhatikan struk….tapi sampai dirumah kaget (meneliti satu-satu daftar barang)…mmm setelah dirinci ada barang yang dirasa terlalu mahal……^_-^

  4. ya, memang kadang cek dan ricek lagi barang bawaan kita kudu dilakukan di depan kasir.. biasanya lihat struknya dulu sih.. hanya saja kadang waktu dan tempat serta kondisi yang terburu-buru tidak memungkinkan. hmm.. pelajaran untuk lain kali yah🙂

  5. aku pernah ngalamin, harga nilai tertera berbeda dengan yang dikasir, rasa kecewa terobati oleh kualitas barangnya, tapi setelah itu malas rasanya belanja ketempat sana..

  6. wah untung saya selalu cek belanjaan dulu sebelum ninggalin tuh kasir. serem juga itu gelas jadinya keitung padahal udah bilang gak jadi beli ya. emang pas di depan kasir harus bener-bener perhatiin sang kasir nya juga ya. dan cek ulang belanjaan pas meninggalkan tempat kasir.

    tetep semangat atuh ya met taun baru🙂

  7. iya, seringnya asas percaya saja sama kasir. Pernah ngalami, waktu ada disc, karena gak merhatiin dan gal liat struk stlh di print ternyata nilai discountnya gak di masukin dalam charge harga…

  8. Belum pernah tuh mbak melihat alat itu untuk memindai harga barang sblm di beli di kasir di Kota Samarinda ini. Bagus juga tuh alat dipasang di tempat yang strategis. Kira2 di mall apa ya ada?

  9. Ketidak ketilitian macam ini sering bikin jengkel. Kalau aku bisa ingat dari pagi sampai pagi lagi. Bukan saja karena harus kehilangan uang untuk benda yg tak perlu, kecorobahan itu bikin ngenyes hati, ” kok aku gagabah banget yak?”
    Semoga kakak akin gak seperti itu🙂

  10. Lain kali klo kita blum yakin sama hrganya sbaiknya sblum kasir mulai mnghitung blanjaan, minta dicek dulu hrganya ka biar ga kjadian kek gini lg. Aku biasanya juga merhatiin stiap kali kasir nyorot barcode dan liat ksesuaian hrga di layar kasir yg mnghadap kita…
    Intinya memang kudu teliti…
    Sukse yaaa ngontesnya🙂

  11. aku selalu ngecek struk belanja sebelum beranjak dr kasir, krn beberapa kali pernah kelebihan atau kekurangan , ini juga dulu awalnya pernah belanja bayar kelebihan, krn kasir salah menghitung

    sukses buat kontesnya ya

  12. sebenarnya bisa koq mbak kalo mo komplain…cuma agak ribet aja heheheh…..kalo aku dah terbiasa utk teliti sebelum membayar karena aku udah hampir 10 tahun belanja utk kebutuhan kantor…kalo aku ngga teliti bisa2 kantor merugi dan kinerja aku dianggap buruk sm kantor….tapi kalo belanja utk kebutuhan pribadi aku malah jarang teliti hihihi….sukses utk kontesnya…

  13. eyampun Kin, lain kali hatihati yaa.
    klo bundo baru kmrn belanja minyak goreng untuk keprluan syukuran, belinya banyak jadi nyari yg harganya miring.. nanya ke petugas yang berada disekitar sana apakah harga yg tertera sudah benar.. petugas tsb bilang iya.

    ternyata sampe kasir, harganya gak sama. lebih mahal sekitar 5 ribu.. klo beli banyak kan kerasa banget bedanya. hedeehh..:D

  14. kadang saat belanja yakin dengan harga yang tempampang pada etalase barang, padahal bisa jadi ada kesalahan antara data dan tulisan pada etalase

    scan barcode yang disediakan untuk cek harga bisa dipergunakan untuk memastikan harga sebuah barang

  15. cek harga sebelum membeli barang
    dan jangan lupa cek juga uang kembalian karena saya mengalami ada kasir yang nakal mengurangi jumlah uang kembalian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s