Kawasan Citra Niaga Masih Menjadi Andalan

Menyusuri kawasan Citra Niaga, salah satu komplek pertokoan terkenal di Kota Samarinda, selalu menjadi hal yang menyenangkan. Kawasan yang kini memang kalah pamor dibanding mal-mal yang ada di kota ini, namun  tetap menjadi pilihan bagiku dan banyak orang. Salah satunya karena unsur nostalgia. Seperti halnya yang ingin kulakukan pada suatu sore beberapa hari yang lalu, saat sepeda motorku harus ‘opname’ di salah satu bengkel besar di Jl. Gajah Mada, aku memutuskan berjalan kaki dari bengkel menuju Citra Niaga. Sebenarnya aku bisa menggunakan moda transportasi angkot atau warga Samarinda biasa menyebutnya taksi. Namun rasanya sore itu sangat pas dinikmati dengan menyusuri jalan, menjadi semacam napak tilas. Lagipula jaraknya memang tak seberapa jauh.

Dalam perjalananku menuju Citra Niaga, aku melewati beberapa tempat penting milik warga Samarinda, yaitu Pasar Pagi dan Masjid Raya Darussalam Samarinda. Meskipun kini sudah berdiri megah Masjid Islamic Center beberapa kilometer dari Masjid Raya, namun masih banyak kegiatan yang berlangsung di masjid itu. Tak ketinggalan aku memandang ke arah tepi sungai Mahakam, di pelabuhan penyeberangan. Rumahku memang di Samarinda Seberang, namun sudah lama aku tidak menggunakan kapal untuk menyeberang sungai, karena kini terbiasa naik sepeda motor melalui jembatan Mahakam.

Setiap perjalanan merupakan hal yang bermakna, terutama bagi seorang blogger yang terbiasa untuk menuangkan pengalaman sekecil apapun ke dalam blog. Aku selalu berusaha untuk menyertainya dengan foto-foto, meskipun bekalku hanya kamera 3,2 MP yang tertanam di ponselku. Seperti halnya sore itu, tak lupa aku merekam sudut-sudut yang kulewati di sepanjang perjalanan dari bengkel di Jl. Gajah Mada hingga kawasan Citra Niaga.

Sesampainya di Citra Niaga, aku langsung menuju toko jam untuk memperbaiki jam tangan milik pamanku. Inilah yang kusebut nostalgia. Meskipun telah banyak mal yang berdiri di Samarinda, namun kawasan Citra Niaga adalah tempat yang sangat kusukai sejak dulu, waktu aku masih kecil. Banyak toko yang ada sekarang merupakan toko yang bertahan sejak awal berdirinya Citra Niaga. Misalnya toko jam yang ada di salah satu sudut, yang namanya diambil dari nama ibukota negara Jepang, Tokyo. Toko-toko jam yang ada di kawasan ini juga masih menjadi rujukan warga yang memerlukan jam tangan atau jam dinding.

Sebuah pusat perbelanjaan tak lengkap bila tak ada toko buku. Di Citra Niaga inipun ada toko buku yang sering aku kunjungi. Waktu kecil biasanya aku merengek kepada emak untuk dibelikan majalah Bobo atau Album Walt Disney. Kini aku sering ke toko ini untuk membeli buku atau novel religi. Lagi pula harganya lebih murah dibanding toko besar yang jaringannya ada di seluruh Indonesia,  yang baru belakangan ini muncul di Samarinda.

Ingin mencari oleh-oleh khas Kaltim? Memang kawasan Citra Niaga-lah tempatnya. Meskipun sempat terbakar, namun arena penjualan oleh-oleh ini dibangun kembali. Kain, sarung, kaos, pernak-pernik yang terbuat dari manik-manik dan barang khas Kaltim lainnya bisa diperoleh disini. Seperti di awal tahun 2011 saat aku mengadakan kontes di blog ini, aku membeli beberapa lembar kaos bertuliskan Kaltim untuk dijadikan tali asih. Dompet kecil yang terbuat dari manik-manik hasil kerajinan warga Samarinda yang di jual di kawasan ini, juga pernah kujadikan souvenir saat kopdar dengan beberapa orang blogger di kota lain. Tentu saja harus pandai tawar-menawar saat berbelanja.

Setelah merasa lelah, aku mampir di salah satu warung yang ada di Citra Niaga. Pandanganku beredar ke beberapa warung yang ada, mencari-cari apakah masih ada warung soto Banjar yang sering keluargaku kunjungi dulu, namun tak kutemukan. Mungkin ada di sisi yang lain. Kemudian aku memesan es campur untuk melepaskan dahaga. Kulihat warung-warung ini tetap ada pengunjungnya, meskipun memang tak seramai dulu.

Aku duduk di warung yang berada di pinggir lapangan tengah Citra Niaga. Areal ini dulunya sangat ramai. Aku masih ingat banyak kegiatan yang dilangsungkan di lapangan ini, mulai dari pameran buku, berbagai perlombaan, dan lain-lain. Panggung yang di sisi lapangan itu juga kerap menjadi tempat pertunjukan. Aku membayangkan keriuhan tempat ini saat dulu Citra Niaga menjadi satu-satunya tujuan utama warga Samarinda untuk berbelanja atau menghabiskan malam Minggu. Biasanya di akhir pekan aku beserta keluargaku turut ambil bagian dalam keramaian pengunjung.

Setelah adanya pemberitaan bahwa kawasan Citra Niaga yang ada sekarang akan dibangun kembali dengan penataan yang baru di tahun 2012, aku merasa senang mendengarnya. Meskipun masih dalam bentuk perencanaan oleh Pemkot Samarinda, aku sudah tak sabar membayangkan kawasan ini menjadi ruang publik yang mengusung konsep ruang hijau dengan pusat hutan kota di tengah kota, sesuai dengan yang diucapkan oleh Ir. Antonio Ismael Risianto. Antonio juga merupakan arsitek Citra Niaga lama yang membawa Citra Niaga mendapatkan penghargaan internasional, Aga Khan Award.

Semoga kelak kawasan Citra Niaga ini bisa kembali berjaya dan membawa manfaat besar bagi warga Kota Samarinda.

_____________
Semua foto yang digunakan pada tulisan ini adalah koleksi pribadi.

33 thoughts on “Kawasan Citra Niaga Masih Menjadi Andalan

  1. Orang2 sekarang lebih suka beli buku di toko buku yg ada di mall, padahal harganya lebih mahal..

    Mungkin, mereka takut gagap setelah baca buku yg dijual di toko Aziz…
    :mrgreen:

  2. @kin … menyeberangi sungai dgn naik sepeda motor melalui jembatan Mahakam.?
    Waaa … bayangan ku teringat ‘jembatan yg roboh – boh itu … hikss😦
    Hati-hati ya …🙂

  3. Saya di lahirkan di Kalimantan Tengah … tetapi sampai sekarang belum pernah ke samarinda … (jadi malu … heee). kapan-kapan akalau ada rejeki dan waktu ingin rasanya berkunjung kesana.

  4. Walau katanya lebih murah di Kebun Sayur (pasar di Balikpapan), namun di Citra Niaga barangnya lebih lengkap, seperti kaos berbagai warna. Ahh jadi kangen kesini Akin..terakhir ke Samarinda tak sempat mampir ke Citra Niaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s