Cinta Itu…

Secangkir kopi diatas meja tamu itu masih mengepul. Suara jangkrik menghiasi malam yang dingin. Sesekali terdengar suara kendaraan bermotor melintas di jalan depan rumah.

“Apakah kamu cinta sama aku?” Suara itu pelan, namun terdengar mantab di telingaku.

Kutatap mata lelaki yang duduk di seberangku ini. Apakah aku mencintainya? Tanyaku dalam hati. Belum, rasanya aku belum bisa menjawab pertanyaan itu saat ini.

“Bagaimana?” Ia bertanya lembut.

“Hmm…” Hanya gumaman yang keluar dari bibirku. Lalu aku terdiam.

Sulit bagiku untuk menjelaskan maksud di hatiku. Karena bagiku cinta adalah sebuah rasa yang indah antara laki-laki dan perempuan, yang disertai dengan tanggung jawab terhadap Allah Ta’ala, diri sendiri dan lingkungan, dan berada dalam sebuah ikatan yang disahkan melalui sebuah ijab qobul. Aku tak yakin lelaki itu dapat memahami pemikiranku.

Lelaki itu menyesap pelan kopinya, sambil memandangku yang hanya diam. Ia kemudian menghela napas.

“Biarlah seperti ini dulu. Nanti kita lihat bagaimana kelanjutannya.”

“Oke,” sahutku singkat.

Suasana kembali hening. Kami seolah-olah kembali ke alam pikiran masing-masing.

“Memangnya lelaki seperti apa yang menjadi kriteria pilihanmu?” Lelaki itu kemudian bertanya dengan santai sambil merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan sekotak rokok.

“Sama seperti yang kukatakan dulu padamu, waktu pertama kali kita bertemu. Aku mengharapkan seorang pria yang tidak merokok dan…” kalimatku sengaja menggantung, menunggu reaksinya.

“Sebatang?” Tanyanya mengharap ijinku. Aku menggeleng.

“Menurutku rokok itu tidak menyehatkan”

“Oke, oke,” sahutnya sambil mengangkat kedua belah tangannya. Ia memasukkan kembali kotak rokok itu ke sakunya.

“Satu hal lagi kriteria lelaki yang kuharapkan untuk menjadi suami, yaitu sholeh,” ucapku perlahan.

“Sholeh?” Lelaki itu kemudian terdiam. Aku memandang telunjuknya yang mengetuk-ngetuk meja. Dahinya berkerut sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya.

“Mungkin itu agak sulit, karena aku sholat seminggu sekali. Saat hari Jum’at saja.”

Aku terkejut dan mendongak setelah mendengar ucapannya. Aku mengucap istigfar dalam hati. Sholat bolong-bolong saja sudah buruk, apalagi bila hanya seminggu sekali.

“Oh, begitu ya…” aku  yakin ekspresiku seperti orang bodoh, dengan mulut yang menganga.

“Tetapi nanti kalau sudah berumah tangga kan bisa diingatkan oleh istri,” sahutnya santai.

Astagfirullahalazim. Aku kembali mengucap istigfar dalam hati. Bagaimana kelak aku bisa membina cinta dalam sebuah rumah tangga yang dirahmati Allah Ta’ala, bila fondasinya saja tidak kokoh. Bukan, bukan hanya tidak kokoh, namun hampir tak ada fondasi.

Aku masih terdiam di ruang tamu itu, sambil memandang cangkir kopi yang isinya kini tinggal ampasnya. Lelaki itu telah lama pergi dan menyisakan keraguan yang semakin besar di dadaku. Aku menghela napas, kemudian beranjak dari tempat dudukku. Aku tau kemana harus mengadu, yaitu kepada pemilik cinta Yang Maha Agung.

______________________________________

Tulisan ini saya ikutsertakan di acara 5thAnniversary Giveaway: Ce.I.eN.Te.A yang diselenggarakan oleh zoothera.

Waktu 5 tahun dalam berumah tangga itu belum lama. Sebagian orang yang kukenal masih membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk benar-benar bisa memahami pasangan masing-masing. Banyak sekali diantara mereka yang bisa bertahan dalam membina rumah tangga, hingga usia mereka jauh melebihi usia Rasulullah SAW, atau hingga maut menjemput. Semoga rumah tangga Mbak Anis dan Mas Angga pun bisa bertahan selamanya, terus bersama dalam menggapai kebahagiaan dunia dan kebahagiaan di akhirat kelak. Aamiin…

Gambar dari sini.

56 thoughts on “Cinta Itu…

  1. Mmmmmm, apakah itu kisah nyata Jeng?? *keluar deh indra detektipnya emak Double Zee*

    Gudlak yah Say. Dan semoga Kaakin juga segera menemukan Sang Pangeran Cinta. Kalo udah ketemu undangannya jangan lupa yah Ka kirim ke Miri🙂
    ___________________
    Kaka Akin: Nyata apa nggak ya? Hmm…err…eng… emm… *garuk-garuk kepala😀

  2. Sebaiknya cintanya jangan diterima, abis ndak cocok dengan si wanita itu…kayaknya diriku masuk dalam kreateria itu (hehehe…)
    ___________________
    Kaka Akin: Hehe… nyari2 yang sesuai dengan kriteria… 

  3. “Lelaki itu telah lama pergi dan menyisakan keraguan yang semakin besar di dadaku”——–> Saya pun akan di hinggapi keraguan yang semakin besar jika menemukan kenyataan yg similar dengan konteks tersebut
    ___________________
    Kaka Akin: Hmm… perlu dipertimbangkan ulang ya…

  4. KERENNN banget postingannya mba..

    kriteria kita samaan mba🙂

    Nay juga gak suka sama cowok yang ngerokok #curcol😀

    guud luk ya mba kontesnya…^^
    ___________________
    Kaka Akin: Wah… toss dulu sama Nay😀

  5. Kkaaa baguss, semoga sucses yaa…

    Dan semoga menemukan yang sesuai kreteria😉

    *tadi awalnya aku kira judulnya cinta dalam segelas kopi, hiiihiii…
    ___________________
    Kaka Akin: Aamiin… semoga nemu yang sesuai :oops: 

  6. Akiiiiiiiin…
    *peyuk duluuuuuuu*…
    maapkanlah aku yang jarang mampir mampir sini yaaaaa🙂

    Akiiiiiin…
    kenapa endingnya dibikin meng gantung seperti ituuuuu??
    Aku kan penganut fanatik paham hepin ending!!!!

    Ayo dibikin hepi ending Kiiiiiin…hihihi…
    ___________________
    Kaka Akin: Haha… Kalo cerita yang beginian, menandakan bakalan ada sekuelnya, Mbak😀

  7. “cinta adalah sebuah rasa yang indah antara laki-laki dan perempuan, yang disertai dengan tanggung jawab terhadap Allah Ta’ala, diri sendiri dan lingkungan, dan berada dalam sebuah ikatan yang disahkan melalui sebuah ijab qobul”

    suka sama kalimat di atas. ngomong2 soal si lelaki, g banget deh mbak. masa iya cuma jum’atan doang shalatnya?😦
    ___________________
    Kaka Akin: Hmmm…😦
    Katanya sih masih mending, daripada cuma sekali setahun doang😥

  8. ini… Kerennnn!!!🙂
    aku mendoakan semoga kau dapat lelaki yang terbaik, sesuai keinginanmu, dan terbaik menurut Allah SWT,,,

    sukses dikontesnya kak..
    *sstt,, dan sukses juga menemukan yang ganteng ituh..🙂
    ___________________
    Kaka Akin: Aamiin… makasih atas do’anya ya, Mama Osar🙂

  9. Ah, tinggalkan saja lelaki itu Ka *wink2*.
    Keren kak postingannya, gudlak ngontesnya yaa
    ___________________
    Kaka Akin: Hehe… insya Allah akan kutinggalkan saja, Rin😀

  10. eh, siapa kiranya si dia yang memasukkan sebungkus rokoknya ke dalam saku?
    #mari cari tau – ala detektif –
    ___________________
    Kaka Akin: Ada deh…😀

  11. pengalaman nyata nih kak?.. hohooho, harus sholeh tapi bukan berarti yang namanya sholeh kan?.

    iya bener, menikahlah karena agamanya.. kalo agamanya aja masih acakadut agak susah juga yaa.

    goodluck ya untuk kontesnya.
    ___________________
    Kaka Akin: Haha… Kalo namanya Sholeh sih boleh juga, Phe. Yang penting dia sholeh😀

  12. Hehehe..
    cara bertutur khas kakaAkin, mengalir.. (tinggal nunggu produser)
    rajin kontes nulis deh… semoga menang…
    ** OOT: sarungnya haluuuuuus bangettttssss…..😀
    ___________________
    Kaka Akin: Haha… halus ya? Padahal bukan sutra😀

  13. Kerennnnnn.. cerita ini khas KakaAkin sangat..
    Semoga jangan sampai dirimu mendapatkan suami seperti tokoh pria di cerita ini yak dan kelak mendapatkan ia yang mencintaimu karena Allah amiinn…

    Btw, linknya udah masuk di apdetan list peserta lohhh…🙂
    ___________________
    Kaka Akin: Aamiin… Makasi ya, Mbak…😳

  14. Akin,
    Sering kita berharap, setelah menikah, akan bisa saling mengingatkan. Kenyataannya, apa yang sudah menjadi kebiasaan sulit berubah, kecuali dari diri kita sendiri. Jadi kalau laki-laki itu mengharapkan isterinya akan mau mengingatkan, maka sebetulnya dia tak layak untuk jadi suami….(hehehe…maaf, ini pendapatku lho). Bukankah saat dia sedang menginginkan seseorang, sama halnya dia menghadapi ujian ketaatan, dan apa sesuai dengan kriteria kita apa tidak. Kitapun juga diuji olehnya, apa sesuai?
    ___________________
    Kaka Akin: Hmm… bener juga ya, Bu. Belum tentu juga setelah menikah ia bersedia merubah kebiasaannya…

  15. wahh keren nech kak dibentuk jd seperti cerpen….sukses utk kontesnya….sssttt temen kantorku ada juga loch yg sholatnya seperti itu…cuma sholat jumat doang….sholat 5 waktunya kalo bulan puasa ajahh……

    smoga kakakin segera bertemu dgn jodoh yg sesuai kriteria….aamiin
    ___________________
    Kaka Akin: Aamiin… Makasih ya, Mbak. Moga2 terkabul🙂

  16. “Cinta adalah sebuah rasa yang indah antara laki-laki dan perempuan, yang disertai dengan tanggung jawab terhadap Allah Ta’ala, diri sendiri dan lingkungan, dan berada dalam sebuah ikatan yang disahkan melalui sebuah ijab qobul” Sepakat Kakaakin🙂

    Semoga semua akan indah pada waktunya. Amin

    Semoga sukses ikutan kontesnya🙂
    ___________________
    Kaka Akin: Yup. Allah Maha Tahu yang terbaik bagi kita🙂

  17. “Lelaki itu menyesap pelan kopinya, sambil memandangku yang hanya diam. Ia kemudian menghela napas.”
    Cinta itu indah
    getarannya juga laen
    Semoga sukses kontesnya🙂
    Salam🙂

  18. really – really long time not visit your blog mbak..
    maaf..maaf, penyakit bloggernya sudah sangat akut sepertinya

    dan untuk tulisan ini yang berjudul “cinta itu”…keren banget
    mengalir baca nya, ga tahu apa kebawa suasana ya..

    tp ngomong2 sepertinya kisah nyata ya mbak??
    dan sil setuju dengan prinsip mbak akin tentang calon suami itu
    harus yang sholeh

  19. Saya juga memberi larangan keras ama setiap cowok yg dekat dgn saya. Tp tidak ada yg menghiraukan. Tp alhamdulillah, saya dapatnya suami malah bukan perokok, jd ga perlu buang energi buat melarang🙂.
    SMoga Kak Akin mendapatkan seperti yg diharapkan. amiiin

  20. Ya ampun, bagus banget tulisannya…. Kalau dari segi cerita mungkin biasa aja, ya. Tapi cara penyampaiannya itu lho, enak banget dibaca, manis dan mengesankan, hehe….
    Nulis yg kayak begini lagi, dong😀

  21. Setuju dengan mbak lidya …
    Setuju dengan Ditter

    ini postingan sederhana …
    alurnya pun biasa saja …
    namun kata-kata yang dipakai …
    sangat menyentuh esensinya …

    Semoga sukses ya Kak …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s