Buku Coretan

Sudah awal bulan, saatnya melakukan rutinitasku. Gaji pensiunan suami juga sudah masuk ke bank. Sebuah buku kerja bertuliskan Tahun 2005 pada sampulnya sudah kuletakkan di atas meja makan, beserta sebuah pulpen hadiah dari membuka tabungan di salah satu bank syariah. Sebuah kalkulator kecil juga sudah terselip dalam buku kerja. Tinggal kaca mata yang belum ada. Kutengok kiri-kanan, mencari sampai ke meja di ruang tengah, tempat biasanya aku meletakkan barang-barang, ternyata tak ada juga. Mungkin ada di meja rias di kamar, pikirku. Tidak tampak juga kaca mata itu disana. Tanpa sengaja aku memandang ke cermin lebar meja rias itu, aku tersenyum. Kaca mata itu ternyata bertengger dengan manis di kepalaku.  Continue reading