Telpon dari Arab

Siang ini, saat aku tidur siang untuk bekal jaga malam nanti, aku dibangunkan oleh tanteku. Beliau menyodorkan ponsel beliau kepadaku.

Buruan, telpon dari emakmu” kata tanteku.

Kuterima ponsel itu dengan bahagia. Semenjak emak tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji, baru kali ini aku mendengar suara beliau.

Assalamu’alaikum, Mak

Wa’alaikumsalam. Mamak menuju Arafah ini. Banyaknya orang… Dari seluruh dunia ada semua…

Suara emak terdengar sangat senang.

Mudah-mudahan sehat-sehat aja ya, Mak

Aamiin

Mak, ini siapa yang gantikan kartu hapenya?

Tanpa sadar aku menanyakan pertanyaan yang tidak penting, karena rasa penasaranku. Emakku sangat tidak mengerti ngutak-atik ponsel, tahunya hanya untuk menlepon dan menerima telpon saja.

Ada keluarganya Bu Anita yang bantu. Sudah ya, Assalamu’alaikum

Wa’alaikumsalam warahmatullah” telponnya kututup.

Aku sangat bersyukur dapat mendengar suara emakku. Aku ingat, Bu Anita adalah istri dari kepala kloter tempat emakku bergabung. Sebenarnya ini bukanlah kali pertama beliau menelpon ke tanah air. Sudah beberapa kali beliau menggilir menelpon keluarga. Kakakku sampai menasehati beliau agar fokus kepada ibadah saja, namun kakak iparku membela emak.

Beliau kan rindu juga mendengar suara kita” kata kakak iparku.

Beberapa hari yang lalu ada paman kakak iparku yang sudah menjadi warga negara Arab Saudi dan tinggal di Mekkah, mencari emakku ke tempat beliau menginap. Paman itu tak bertemu dengan emak, karena emak sedang jalan-jalan. Padahal paman itu ingin bertemu ibuku sekalian mengambil titipan makanan ringan dari kakak iparku untuk keluarganya. Mendengar bahwa emakku bisa jalan-jalan di Arab sana, aku juga senang. Berarti beliau ada yang menemani, dan bisa bergaul juga.😀

Sementara emak di Arab, kondisi rumah agak berantakan. Maklum saja, tanteku tinggal sendirian mengurus warung sembako emak. Sebenarnya ada salah seorang pamanku datang dari kota lain, turut membantu. Namun karena tidak tahu harga barang, jadinya susah juga.

Akupun bermalam di rumah emak, untuk membantu menangani hal-hal domestik, seperti memasak dan bersih-bersih. Saat tanteku pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan warung, tinggal aku dan pamankulah yang menjaga warung. Bisa dibayangkan bagaimana paniknya kami karena banyaknya barang yang tak berlabel harga, apalagi kami tidak hapal letak barang-barang.

Beli jintan” kata salah seorang pembeli.

Nanti saja ya datang lagi. Tante sedang ke pasar” sahutku setelah celingukan mencari dimana letaknya bumbu dapur itu.😀

Beli cukuran jenggot” kata seorang bapak-bapak.

Maaf, Pak. Saya nggak tau harganya” jawabku sambil garuk-garuk kepala.

Di tengah kepanikan di warung, aku berpikir emakku dan juga tante adalah wonder women. Karena meskipun sudah lansia, beliau masih bisa berkarya di warung kecil itu. Subhanallah🙂

Hmm… aku jadi merindukan emak. Sangat. Belum pernah serindu ini.🙂

Semoga beliau sehat wal afiat dan kelak bisa menjadi haji yang mabrurah🙂

50 thoughts on “Telpon dari Arab

  1. Aamiin ya Rabb..:) semoga jadi haji yang mabrur..
    mba, kalo emaknya telpon lagi minta doanya ya biar Nay enteng jodoh..:) katanya doa orang berhaji itu capet dikobulkan, Insya ALLAH (^_^)

  2. Semoga Emak sehat2 aja, yah…
    Dan kembali menjadi haji yang mabrur. Amin…

    Eh, gak gampang lho jaga warung kalau gak biasa. Bisa keder… Inget dulu waktu pertama kali kerja di rumah Bu Haji, suruh jaga warung juga hehehe…

  3. amin, semoga emak sehat & bisa menjalankan ibadah dengan baik …

    soal jaga toko, sama dgn saya kalo sdg berkunjung ke rumah mertua yg punya toko. Sering disuruh jaga, tapi tiap ada pembeli, pasti sibuk teriak2, soalnya gak tau harganya berapa .. heheh

  4. Alhamdulillaaaaaah saya ikut senaaaaaang!😳

    Semoga beliau sehat selama di sana ya, dan semoga beliau bisa pulang dengan selamat kembali ke Indonesia. Aamiin!😳

  5. Aamiin semoga emak menjadi haji mabruroh ya Kaa…

    Hmm, iya saat ini seluruh CJH sedang sangat2 butuh do’a, menjelang puncak haji. Saat inilah kondisi dibutukan seoptimal mungkin. Semoga emak dimudahkan melaksanakan semuanya dan sehat selalu ya…

  6. Semoga emaknya menjadi haji yang mabrur mbak
    Seorang ibu yang berada di tempat jauh emang wajar kalau kangen sama anaknya. bisa mendengar suaranya pun rasanya sudah sangat menyenangkan sekali.

  7. eh emak kita sama2 (pernah) punya warung ya mba
    dan ajaibnya bisa hapal semua harga di warungnya tanpa label
    yg bikin anak2nya sering ngomel karena disuruh jaga warung tp ga ada harganya
    tapi lama kelamaan ya kami hapal juga sih harga2, wlo tidak semuanya😀

    saya turut mendoakan agar emak sehat2 saja di sana sampai kembali ke Indonesia nanti, insya Allah hajinya mabrur ya mba🙂

  8. itulah salah satu kehebatan pebisnis, walaupun sudah “lansia” tapi hafal nama barang dan harganya..😀
    Semoga Emaknya kembali selamat ketanah air dan menjadi haji mabrurah

  9. waah..mba akin punya warung sembako?? yang mana sih mba warungnya? jangan2 tempat saya biasa ngisi minyak..hehehe..
    ehh..senangnya mba dapet telpon dari arab..dulu waktu orang tua saya ke Tanah Suci, saya juga seneng banget kalo dapet telp dari mereka meskipun isi telponnya nasihat-nasihat terutama mengingatkan utk sholat…
    semoga selamat yah mamaknya mba akin sampe ke Samarinda kembali…
    dan oleh-oleh coklat serta air zam-zam saya tunggu…hehehehe.🙂

  10. Ikut mendo’akan agar Emak selalu mendapat lindungan Allah. AWT. semoga kembali ke tanah air dengan membawa predikat hajji mabrur. Amin…

  11. Semoga selalu diberikan kelancaran buat emak untuk menunaikan keseluruhan rukun haji. terus diberi kesehatan, dan pulang ke tanah air menjadi hajjah yang mabrurah. aamiin..

    kapan nyusul kak?

  12. Saya ikut mendoakan Kak …
    Semoga Emak baik-baik saja …
    Sehat … khusyu … dan lancar-lancar saja menjalankan perintah NYA ini …

    Salam dan Doa saya

  13. smoga emak menjadi haji yg mabrur…..wahh repot juga yach jaga warung klo ngga hafal harganya heheh…..bikin daftar harga aja mbak…biar klo yg lain kebagian jaga warung ngga kebingungan…

  14. Semoga emak kamu menjadi haji yang mabrur… memang kayaknya apa yang mudah dilihat belum tentu semudah dilakuinnya. Saran kalau bisa nama barngnya dicatat terus dikasih label harga, biar gak bingung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s