Junior

Setelah cukup lama bekerja di suatu tempat, biasanya kita akan memiliki junior. Junior secara umum berarti seseorang yang lebih belakang tercatat sebagai pegawai di tempat kerja kita, dan atau memiliki usia yang lebih muda. Bila berkaitan dengan kelulusan pendidikan, junior berarti yang lulusnya belakangan dibanding kita. Kehadiran junior di tempat kerja, biasanya disambut baik oleh para senior. Namun tak jarang banyak pula yang kesal dengan kinerja para junior ini.

Menjalani tahun ke tujuh bekerja sebagai perawat di puskesmas rawat inap, tentunya aku pernah mengalami beberapa kali penambahan junior. Saat seniorku pensiun atau rekan seangkatanku pindah tempat kerja, beberapa tenaga baru akan diterima, baik yang sudah PNS atau PTT (Pegawai Tidak Tetap)/honorer. Beberapa dari pegawai baru ini ada yang telah berpengalaman bekerja di tempat lain, ada pula yang baru lulus atau fresh graduate.

Menurut pengalamanku di tempat kerja, memiliki junior adalah hal yang menyenangkan. Biasanya para junior ini bekerja dengan semangat yang menggebu. Datang ke puskesmas paling duluan pada setiap giliran jaga. Paling semangat setiap ada tindakan, karena hal ini juga akan mengasah keterampilan mereka. Yang senior-senior tinggal membimbing dari samping sambil mengawasi pekerjaan mereka.🙂

Seperti yang kuungkap pada awal tulisan, bahwa tidak semua orang suka bekerja dengan ‘anak baru’. Ternyata tidak semua rekanku bisa enjoy akan kehadiran para junior. Pernah ada seorang pegawai baru yang kemudian keluar dari puskesmasku, padahal baru bekerja beberapa hari. Usut punya usut, ternyata dia dicuekin oleh rekan yang pernah jaga bareng dia. Sebagai seorang pegawai baru yang fresh graduate, tampaknya dia belum terbiasa dengan kondisi kerja apalagi di tengah malam. Saat itu rekan sedang sibuk mengurus pasien, dia dengan nyamannya rebahan di kasur. Alhasil, dia diabaikan oleh si senior. Kondisi yang demikian tentu sangat tidak nyaman baginya, hingga ia memutuskan untuk keluar dari puskesmas.

Akhir-akhir ini aku dan rekan-rekan belajar untuk berlaku lebih baik kepada para junior kami. Junior yang baru lulus kuliah, tentulah memiliki pengalaman yang sangat minim. Meskipun saat kuliah mahasiswa sudah lumayan banyak mendapat porsi praktik kerja lapangan, baik di rumah sakit maupun di puskesmas, namun tetap saja berbeda antara kondisi praktik dan dunia kerja yang sebenarnya. Terlebih lagi tanggung jawab yang diembannya saat bekerja juga lebih besar dibanding saat masih berstatus mahasiswa.

Beberapa hal yang kami lakukan dalam menghadapi para junior kami, antara lain :

1. Membimbing.

Junior yang minim skill dan pengalaman, diusahakan untuk berpasangan jaga dengan senior yang memang ingin berbagi ilmu dan mau membimbing. Diharapkan agar mereka bisa belajar banyak, setidaknya mengenai kebiasaan dan cara kerja. Tidak semua orang berjiwa pengajar/pembimbing, atau mungkin sebenarnya belum siap untuk membimbing rekannya🙂

2. Menghindari marah.

Teguran halus lebih bisa diterima dibandingkan amarah dan harus dilakukan di belakang pasien/klien. Bila senior menegur junior sambil marah-marah, terlebih lagi di depan pasien serta keluarganya, maka hal tersebut hanya akan menimbulkan dendam. Tak ada yang suka bila dimarahi dan atau dijatuhkan harga dirinya.

3. Menyadari bahwa kita juga pernah seperti mereka.

Tak ada yang bermanfaat dari sifat arogan. Sering kali kita merasa lebih baik karena sudah senior, padahal dulunya kita juga berada di level bawah. Waktu masih berstatus pegawai baru, kita tentunya sering celingak celinguk, memandang kesana-kemari sambil kebingungan apa yang mesti dikerjakan. Dengan menyadari hal ini, maka kita dapat sepenuh hati bekerja sama dengan junior yang nantinya akan sama dengan kita, bukan junior lagi.😀

*****

Satu hal yang baru kusadari, ternyata aku bisa menjadi tukang perintah juga😀 Memiliki junior membuatku semakin pandai memberi instruksi. Saat berada dalam situasi tertentu, terlebih lagi saat dokter berhalangan hadir, maka seniorlah yang menjadi pemimpin dalam situasi tersebut dan harus berani dalam mengambil keputusan. Demikianlah hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan antara senior dan junior, dimana insya Allah nantinya akan membuahkan pelayanan yang terbaik kepada setiap pasien yang datang.

________________________________________

Tulisan ini disertakan pada Giveaway Pertama “Anakku Sayang” yang diadakan oleh Mbak Mauna.

Met milad yang ke-4 buat Dik Fathan  ya…😀

31 thoughts on “Junior

  1. yang paling penting tuh poin nomor tiga ya, pernah jadi junior juga. tapi jadi senior enak gg enak sih, enaknya berasa keren gimana gitu, gg enaknya tua deh😛
    __________

    Kaka Akin : Hahaha… emangnya kenapa kalo jadi tua😀

  2. Hmm si Kaka nih senior yang baik hati dan tidak sombong..
    Seharusnya memang begitu,seperti poin2 di atas..

    Tapi aku merasakan jadi junior loh,
    Rasanya di cuekkin,di diemin,cuape deh..
    Teganya ya kak..
    __________

    Kaka Akin : Kadang senior merasa posisinya terancam, karena si junior jauh lebih keren performanya [:))]

  3. mamah pernah merasakan jadi junior waktu kerja, awalnya kaku dan kikuk tapi karena pengertian senior bisa mengikuti juga akhirnya
    __________

    Kaka Akin : Alhamdulillah, senior mau menerima kita dengan baik ya, Mah [:)]

  4. bener bgt poin no. 2 tuh….

    Kerjaan apa aja kalo ada yg marah2 ataupun hanya bersuara dengan nada tinggi, bikin gak enjoy kerja.. Junior-nya bisa jadi tambah layu..
    :mrgreen:
    __________

    Kaka Akin : Hehe… kasihan kan kalo malah berhenti kerja gara2 nggak kerasan [:)]

  5. sayapun begitu, pernah jadi junior juga ditempat kerja sekarang.
    __________

    Kaka Akin : Dulu masih kikuk, sekarang sudah lihai pastinya…

  6. kadang senior sering bertindak semaunya
    __________

    Kaka Akin : Hehe… itulah sifat yang kurang baik dari beberapa senior. Syukur-syukur bila tidak menindas junior ya…

  7. iya Kin, saling menghargai dan menjaga sikap antara junior dan senior itu penting.. karena memang kita saling membutuhkan.
    __________

    Kaka Akin : Kalo mesti kerja sendiri, mana tahhaan [:))]

  8. Poin no 3, kayaknya kunci pamungkasnya ya Kak🙂.
    sukses dikontesnya ya Kin.
    # juniorku kalau dicuekin bisa bahaya ^^.
    __________

    Kaka Akin : Hoho… kasihan lah Si Junior-nya Pu [:))]

  9. Saling asah, saling asih dan salin asuh, mungkin bisa menjadi jembatan ampuh untuk membuat harmonis hubungan antara junior dan senior ini ya, mbak…sama-sama tahu posisi, sehingga bisa saling menghargai🙂

    Huaaaa, selamat lomba, mbak…sukses!
    __________

    Kaka Akin : Setuju banget, Mbak. Saling menghargai, itu penting banget [:)]

  10. poin ketiga itu penting banget kak..
    semoga nanti kalau junior datang,, saya pun bisa mebimbing dengan baik..
    __________

    Kaka Akin : Hehe… Sepertinya dirimu akan menjadi senior yang baik ya… [:)]

  11. Junior manapun pasti akan bersyukur banget kalau punya senior yang baik dan memberikan 3 point tersebut, siip dech pokoknya😉

    Sucses ya ngontesnya…
    __________

    Kaka Akin : Kasihan juga kalau sampai ada lagi junior yang berhenti kerja gara-gara senior [:))]

  12. Ada juga memang senior yang ga sabaran menghadapi junior, padahal namanya juga junior yaa…
    Kalau senior yg baik biasanya jadi obrolan setiap malam tuh sama junior…🙂
    __________

    Kaka Akin : Hehe… kalao udah klik, enak juga kerjanya, Mbak [:)]

  13. saling menghargai, mengerti dan menghormati…
    dan setuju sama yg lain juga, bahwa point ke 3 memang cocok deh pokokny,,,😀
    smoga sukses kak ngontesnya
    __________

    Kaka Akin : Hehe… makasih ya, Mab [:)]

  14. aku pernah ngrasain jd junior…tp alhamdulillah yg senior mau ngajarin krn wktu itu mau cuti melahirkan…eh pas seniornya masuk lagi, posisinya yg aku gantikan tetap aku yg pegang…yg senior malah tergusur hihihih…..

    sering jg jd senior…..tp yg junior kalo diajarin ngga cepet nangkep…alhasil malah yg juniornya pada berguguran hihihi…..
    __________

    Kaka Akin : Wah, jadi berasa gak enak sama senior itu ya, Mbak [:))]

  15. Intinya harus bisa beradaptasi dengan baik.

    Sering jadi senior tapi nggak pintar mengawasi junior, malah ikutan main2 sama junior.
    __________

    Kaka Akin : Haha… seniornya malah terpengaruh ya… [:))]

  16. Senior belajar menjadi junior yang baik jika suatu saat menjadi junior lagi..
    Dan junior belajar menjei senior yang baik karna suatu saat akan menjadi senior..
    Semangat..

    Sekali kali nitip teh..
    http://upidupid.wordpress.com/2011/10/20/hafalan-shalat-delisa-sebuah-novel/
    __________

    Kaka Akin : Hmm… bener banget ya…
    Kita gak mesti selalu menjadi senior. Siapa tahu kita akan pindah bagian atau tempat kerja. Maka kita akan kembali menjadi junior [:)]

  17. Hmmm..boleh juga tuh tip’s,,tapi kalau sudah kelewatan tetep marah jadi solusi untuk efek jera aja kak…

    Ternyata ini postingan untuk ngontes toh,,,semoga menang Kak

    Salam….
    __________

    Kaka Akin : Mungkin marah memang perlu, namun jangan sampai bikin malu ya…
    Hayuk, ngontes lagi [:))]

  18. jadi junior ada enak ndak enaknya🙂

    makasih kakak senior hehehehe🙂 bimbinglah aku semoga menang ..

    ups..🙂
    __________

    Kaka Akin : Haha… saya yang perlu bimbingan dari Senior Jumialely [:))]

  19. hmm….
    yang paling asik, jika sang juniornya aktif y ka..
    klo ada apa2 lgs tanggap, dan jk ga tau…sang junior mau ty ke seniornya…
    semoga, kaka bisa membimbing sang junior dengan hati….
    heheheh….:)
    __________

    Kaka Akin : Hehe… bener banget, Mbak. Kerjaan jadi semakin ringan [:P]

  20. memang kaka gampang-gampang susah membimbing orang baru, kalau kebetulan junior kita itu orang yg enak diajak kerjasama pasti kita pun enak untuk membimbingnya, tapi kalau ketemu orang yang ngeyel dan sok tahu, udah dech musti ekstra sabar…
    __________

    Kaka Akin : Hadooh, orang ngeyel itu amat sangat menjengkolkan! [:))]

  21. Lebih kepada ketika pertama kali kita terjun …kakak kelas kita mungkin beranggapan sama seperti kita ketika sudah pintar dan punya keahlian.

    Lulus kuliah kan bukan berarti kita bisa melakukan apa yang sudah kita terjini karna dimana tempat pasti sedikit berbeda.

    Tapi kadang ada keselnya juga mungkin buat kita yang udah jadi kakak kelas, yang para adik2 sok pinter atau sulit di kasih pengertian.

    Moga kakaakin bisa membimbing mereka jadi seperti kakaakin sekarang
    __________

    Kaka Akin : Hehe… ada yang bilang “anak-anak sekarang itu semakin sulit diatur” [:)]

  22. mau dunk jd Juniornya Kaka hihihi…

    tapi ada jg junior yg songong Ka, yg ga mau dibimbing, ngerasa udh pinter atw kita terlalu kuno, jadi wajar kan kalo disebelin *ups*😛
    __________

    Kaka Akin : Hahaha… kadang kita yang terlalu keukeuh pada ke-jadul-an kita ya?? [:))]

  23. sepakat Kak, saling menghargai, menghormati dan sebagai senior sebaiknya kita memang merangkul junior2 tsb, agar kinerja yg diharapkan dpt tercapai dgn baik .

    semoga sukses ya Kak di kontes ini
    salam
    __________

    Kaka Akin : Aamiin, Makasih ya, Bunda… [:)]

  24. jadi anak baru itu memang gk enak kak.. dulu dhe aja pas baru kerja, butuh waktu satu minggu dulu untuk bener2 adaptasi.. mesti sabar ekstra, soalnya kan anak baru itu masih belum dipercaya..
    __________

    Kaka Akin : Sulit banget ya, kalo kita gak dipercayai melakukan suatu pekerjaan [:)]

  25. pernah ngalamin jd junior jg yg dicuekin sama senior… hehehe…
    tp tergantung qta jg gmana bisa masuk ke lingkungan baru ya Kak…

    tp aku pernah jg jd junior yg selalu dicaci maki krn kesalahan2 sepele, atau malah nggak salah tetep dijutekin… yah cuma bertahan 2 bln ditmpt itu, aku lgs resign.. hehe

    senior itu berpengaruh sekali thd kondisi junior nya ya,..

  26. wah kontes lagi toh, hihi lagi musim. iya pernah juga tuh ngalamin kedatangan junior di kerjaan. emang bener harus inget kita juga dulu pernah di posisi itu, jadi harus bisa bimbing dan ya sabar gitu ma sang junior. harus pinter pinter jaga perasaan juga ya😀

  27. terima kasih atas partisipasi sahabat. anda sudah tercatat sebagai peserta Giveaway Pertama rumahmauna “Anakku Sayang”.

    terima kasih ka atas ilmunya. memang semua butuh proses sehingga bisa menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s