[Lagu] Anakku Sazali

Apakah Sahabat suka ditimang-timang?

Biasanya orang tua sangat suka menimang-nimang anaknya. Bila anak masih muat dalam gendongan, anak akan digendong sambil diayun-ayun. Terkadang kata-kata pujian dilontarkan untuk anak. Tak jarang sebuah lagupun didendangkan.

Banyak pula orang tua yang masih menimang-nimang anaknya hingga anak beranjak besar. Biasanya dilakukan orang tua ke anak perempuan. Namun tak jarang pula anak laki-laki masih ditimang juga, mungkin dengan maksud hanya ingin menggodanya. :D

Saat aku beranjak besar, aku sangat benci ditimang! Tetapi bapakku sangat sering menimangku, mungkin karena aku satu-satunya putri beliau dan bungsu pula. Biasanya aku langsung menghindar, atau bila tak sempat, aku pasti menggerutu dalam hati, “ah, ngapain sih bapak kok masih menimang-nimang aku”. Tak jarang kata ‘ah’ terucap pula saat aku berusaha menghindar. :(

Seingatku hingga aku SMP, masih sering kudengar bapakku mendendangkan sebuah lagu tempo dulu. Yang kutangkap hanya beberapa baris pertama lagu itu saja.

“Anakku sazali dengarlah…
Lagu yang…”

Namun kini setelah bapakku wafat di tahun 2004, aku jadi sedih saat teringat lagu itu. Terlebih lagi saat aku tak sengaja menemukan lagu yang sering beliau dendangkan untukku itu dalam deretan lagu-lagu P. Ramlee. Apakah sahabat mengenal P. Ramlee? Seorang penyanyi legendaris dari Malaysia yang karya-karyanya terkenal hingga ke Indonesia, diantaranya ‘Engkau Laksana Bulan’ dan lagu yang dinyanyikan oleh Ahmad Dhani, ‘Madu Tiga’.

Ini adalah syair lengkap dari lagi Anakku Sazali, P. Ramlee.

Anakku Sazali dengarlah
Lagu yang ayahanda karangi
Sifatkan laguku hai anak
Sebagai sahabatmu nanti

Anakku Sazali juwita
Laguku jadikan pelita
Penyuluh di gelap gelita
Pemandu ke puncak bahagia

Andainya kamilah kembali
Menyahut panggilan Ilahi
Laguku sebagai ganti
Dijiwamu hidup abadi
Menjagamu wahai Sazali

Anakku Sazali dengarlah
Lagu yang ayahanda karangi
Sifatkan laguku hai anak
Sebagai sahabatmu nanti

(sumber)

Untuk mengunduh disini.

Tak kuasa aku menahan derai air mata saat mendengar kembali lagu ‘Anakku Sazali’. Ingatanku melayang ke masa-masa kecil menjelang remajaku dulu saat tinggal bersama kedua orang tuaku. Meskipun kini aku belum memiliki anak, tetapi aku mencoba meresapi dan menduga-duga, bagaimana perasaan bapakku dulu saat menimang diriku. Rasa sayang. Rasa sayanglah yang tersirat dari tindakan beliau kepadaku.

Aku yakin setiap orang tua sangat menyayangi anak-anaknya. Namun dulu aku tak mempertimbangkan bagaimana perasaan beliau saat aku menolak untuk beliau sayang-sayang. Padahal waktu yang beliau miliki sangat terbatas, di sela-sela kesibukan bekerja di pabrik plywood. Tidakkah beliau bersedih saat putrinya yang (dulunya) mungil menghindar saat beliau mencoba mengelus kepalanya?

Astagfirullah. Semoga bapakku tidak terluka karena sikapku. Terlebih lagi aku kemudian tinggal dengan tante dan omku semenjak aku sekolah di bangku SMA hingga sekarang. Aku bahkan tak sempat merawat beliau dengan sungguh-sungguh saat penyakit stroke menghinggapi beliau, padahal aku adalah seorang perawat. :(

Mungkin tulisan ini adalah penyesalanku. Namun kita sudah diajarkan untuk tidak boleh menyesali yang telah terjadi. Semoga Allah memberi kesempatan padaku untuk berbakti kepada orang tuaku yang masih tersisa, yaitu ibuku. Tak ketinggalan do’a yang (insya Allah) setiap harinya selalu kupanjatkan untuk kedua orang tuaku.

Jika boleh aku berpesan kepada Sahabat sekalian, tak peduli apa yang pernah kita perbuat di masa lalu, berbuat baiklah dan berbaktilah kepada kedua orang tua.

__________________

Tulisan ini disertakan pada “Bingkisan dari Kami” yang diadakan oleh Mbak Ketty Husnia.

About these ads

73 thoughts on “[Lagu] Anakku Sazali

  1. eeeeeem.,. saya ga bisa inget dulu pernah ditimang ga ya..tapi kalau denger adek bungsu saya ditimang waktu kecil sering banget..
    lagu madura,, tapi ga tau judulnya

  2. Iya ka,kita ga boleh hanya menyesal.karna,hanya menyesal takkan merubah apapun..
    Tetap semangat ka!
    Waktu yang membuat kita memahami dan mengerti.. :-)
    #lebaaaay..

  3. Tulisan ini bikin meweeek ;( Duhai Ayah Bunda cintamu tak akan terbalas, sering berdo’a yuk buat mereka :)

    Tapi iya ya anak perempuan yang mulai besar suka malu kala ditimang Ayahnya…

  4. ‎​الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
    Saya masih punya orangtua dan masih bisa berbakti kepada beliau.
    Untuk kaka, jgan bersedih…sabar ya? Doakan beliau saja semaksimal mungkin, karna kita hanya bisa berbakti kepada beliau dengan doa. Hanya doa.
    Salam

  5. makin berasa setelah punya anak sendiri, itu yang sy rasain sekarang ..semua orang tua selalu punya niat baik buat anaknya.

    sukses dengan kontesnya ya …

  6. jika orang tua kita sudah tiada, saya rasa doa yang tulus dari seorang anak sebagai tanda bakri kepada mereka

    wow.. giveaway lagi? meluncur ke rumah mbak Husnia ah..

  7. Kunjungan perdana, begitu membaca tulisannya sy ikut sedih. Insya ALlah beliau diterima disi-Nya. Bener banget penyesalah tak akan menyesalkan masalah. SY yakin do’an anda akan membahagiakan beliau & Insya Allah beliau diterima disisi-Nya.

  8. Duh, sedih banget sih tulisan diatas. Memang sesuatu akan kita sesali takkala ia sekarang hilang dari diri kita.

    Saya pribadi sangat menyukai lho lagu2 melayu tempo dulu karena sifatnya yang evergreen :)

  9. Ah meleleh bacanya mbak….
    Kadang kita tidak menyadari sesuatu hilang sampai memang kita tidak memilikinya lagi :(

    Anw lagu Anakku Sazali ini bagus yah..
    Syairnya juga bermakna

  10. kalo saya paling senang ditimang-timang, jadi rasa sayang ortu terasa menyalur ke diri kita. Kita bisa mendengar detak jantung mereka. Bisa melihat tatapan sayang mereka kepada kita, dan sebagainya.

    Hikz alhamdulillah ortu saya masih lengkap, masih ada waktu untuk melihat mereka tersenyum bahagia

  11. Kaaaak……….lagu ini juga lagu waktu aku kecil suka ditimang ayahku
    nama Sazali nya diganti dgn namaku :)
    aku ingat Kak, yang nyanyiin lagu ini dulu penyanyi malaysia yg terkenal P.Ramlee……..
    karena ayahku suka memutarkan plat dan gramofonnya bagi lagu2 ini…….

    dan, biasanya belum habis lagunya, aku udah keburu tidur…… :D
    kenangan indah yang benar2 takkan terlupakan :)

    semoga sukses ya Kak di kontes ini
    salam

  12. rasa bersalah itu wajar kin.. bundopun pernah memiliki rasa tsb thd Alm nenek.. tapi tak ada guna hanya berhenti di sana.. sekarang Akin jadi perawat sejati yang bisa membuat Bapak bangga, dansemoga dilapangkan jalan beliau lewat amal ibadah Akin sebagai keturunannya yang shalihah, amiin.

  13. membaca serius dari awal, sampai terharu banget jadi kangen sama ayah,,eh ternyata kontes toh,,tapi aku gak pernah di nyanyikan lagu waktu mau bubuk hehehe

    Semoga menang ya Kak

  14. dhe jadi kangen sama abah kak.. bener banget, dulu kadang dhe suka ngehindar kalo abah mulai mengelus kepala dhe, mungkin karena dulu dhe ngerasa udah bukan anak kecil lagi.. semoga bapaknya kakak mendapatkan tempat terbaik disisi Allah.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s