Saat di Mall

Apa sih yang Sahabat lakukan saat berada di mall? Cuci mata? Atau belanja-belanja? Kalau belanja pada tanggal tua seperti sekarang ini, biasanya sudah ngocek tabungan karena dompet telah menipis atau malah kosong, jadi mesti pandai-pandai menahan godaan. Terkadang ada yang ke mall dengan tujuan makan-makan di restoran yang ada di mall tersebut. Ada pula yang membawa anak-anak bermain ke tempat permainan seperti Timezone.

Aku tak ketinggalan mengunjungi mall hari ini, karena rasanya sudah lama banget nggak mengunjungi mall. Padahal sih sebenarnya terakhir kali ke mall baru 2 minggu yang lalu, saat kopdar dengan Mbak Lyna dan Muam :mrgreen:

Tujuanku kali ini adalah Mall Lembuswana, Samarinda. Aku ingin mengintip salah toko sepatu, apakah sepatu inceranku mengalami peningkatan diskon. Akhirnya aku menyadari bahwa punya sepatu karet saja tidaklah cukup, karena tak bisa digunakan untuk acara yang lebih formal. Ternyata diskon sepatu itu masih tetap 30 % saja. Padahal aku berharap mendapatkan potongan harga hingga 70 %, atau paling tidak 50 % lah. Hehe… Biasa, tampang modis (modal diskon):mrgreen:

Karena yang kuinginkan tak kudapat, aku berniat pulang saja dengan tangan hampa. Saat melewati atrium mall, aku melihat ada beberapa pameran. Salah satunya adalah pameran alat-alat dapur, semacam kompor yang dicolok listrik. Mereka menawarkan sebuah souvenir agar pengunjung mall yang lewat tertarik untuk mendengarkan promosi mereka. Aku sih sudah paham trik seperti itu, jika kita menerima souvenir dari mereka, berarti kita harus mendengarkan penjelasan mereka, belum lagi rayuan maut yang dengan gencar dilancarkan agar barang mereka bisa laku terjual. Dengan halus aku menolak souvenir yang mereka tawarkan.😀

Aku jadi teringat beberapa pengalaman saat melewati pameran produk atau penjual yang biasa menggelar dagangan di mall. Beberapa kali aku dicegat oleh sales produk pemutih wajah. Rupanya mereka sangat jeli memperhatikan target pasar. Tentu saja bukan karena kulit wajahku gelap, namun karena bintik-bintik hitam alias flek yang menghiasi wajahku. Mungkin Sahabat pernah melihat pameran produk pemutih wajah yang kemasannya berupa tabung plastik dengan gambar gunung pada labelnya. Untung saja aku tidak tergiur dengan produk itu, karena tidak jelas komposisi dan keamanannya. Dengan ucapan maaf dan terima kasih yang berulang-ulang, aku menolak tawaran tersebut.

Pernah juga beberapa kali aku tak sengaja melewati stand pameran produk untuk menurunkan berat badan. Lagi-lagi aku dicegat. Hmm, sepertinya karena melihat badanku yang bobotnya agak lebih dan agak banyak mengandung lemak ini😀 Tentu saja aku tak tertarik dengan produk tersebut, dengan alasan harga rangkaian produk itu yang sangat mahal bagiku. Aku berlalu saja dari stand itu😀

Terkadang sales yang menawarkan produk itu dapat bersikap manis saat mencegat kita yang sedang lewat di dekat stand mereka. Namun tak jarang mereka seperti memaksa bahkan terus mengikuti langkah kita saat kita menolak. Meskipun agak terganggu, menurutku sudah sepantasnya kita melancarkan jurus penolakan dengan cara yang halus.

Bagaimana dengan Sahabat?

Apakah sering ditawar-tawari produk saat asyik melenggang di mall?

:mrgreen:

52 thoughts on “Saat di Mall

  1. bener ya, tiap ke mall pasti ada pencegatan di pintu masuk atau keluar mulai produk wajah sampai kartu kredit, saya terima saja brosurnya tapi menolak halus dengan alasan terburu-buru😀

  2. kalau saya malah senang Kak ada yang promo gituan, asal dengan satu syarat SPGnya yang promo.. Apalagi promo rokok terbaru.. wuih itu kesukaan saya, karena jelas nanti ditwari sebagai tester hehe

  3. biasanya selalu jd target🙂
    tapi segera berkelit..apalagi klo jelas2 ga ada niat membeli..

    klo mau ngilangin flek di wajah..coba aja produk yg ituuu tuu..yg kemarin bukunya sama kak akin heheh..promosi.com
    🙂

  4. Malam Kak Akin, Hani datang kesini sebagai Sales kecantikan ingin menawarkan product penghilangflek-flek hitam di wajah cantik kak Akin biar tambah kinclong:mrgreen:

    Hani semenjak di Bali udah jarang ke mall karena mall di Bali gak seseruh di Jawa, he he he he

    Ke Mall pasti ada tujuannya, window shopping, shopping, nongkrong, nonton Film dna tentu sj semuanya gak sekaligus…

  5. dulu malah saya pernah kehilangan sahabat saya di mall kak, gara2 waktu kami turun dari eskalator, temen saya itu tiba2 ditarik oleh sales pemutih badan, saya yang nggak tahu terus aja jalan.. sadar2 dia udah nggak ada.. hahahahahaha😀

  6. saya suka ditawarin mobil mbak…..padahal penampilan saya ga meyakinkan lho….pernah akhirnya saya ikut mendengarkan mereka menjelaskan produknya (sambil nungguin anak dan istri yg masuk ke supermarket)…hehehehe

  7. kok amel jarang ditawarin ya? ga pernah ketemu yang sampe maksa2..
    apa mungkin udah dari tampangnya itu kelihatan kalau ga bakal beli.. hehehe

    amel mah kalau ke mall pasti yang dicari kalau toko buku,.ya tempat makannya… kalau lagi butuh sesuatu baru liat2 ke toko sepatu dan baju..

  8. Waaaah kalo di mall sih jelas kita harus siap dihadang massa.. eh, salah, dihadang salesman/girl.🙂
    Tapi selama ini saya sekeluarga belum pernah dihadang secara paksa oleh sales. Kami hanya melambaikan tangan tanda “nggak, terima kasih” dan mereka akan menyudahi bicara mereka.🙂

  9. Bukan hanya di Mall saja para sales itu bergrilya tapi kerumah², saya sering sekali kedatangan tamu sales yang logatnya sedikit memaksa, tapi tetap jurus jitu saya keluarkan dengan alasan “gak punya duit” hehehe…

  10. Saya ?
    mmm … agak jarang kak …

    Bahkan para pemberi sampel entah parfum atau mas/mbak sales perumahan … jika saya lewat didepan mereka … saya suka dilewatin …

    Orang didepan saya dikasih brosur / sampel … saya dilewatin … orang dibelakang saya dikasih lagi …

    Sakit kak … Sakiiiittt sekali … Saya di cuekin …

    Mungkin mereka melihat wajah saya kurang prospek mungkin … kurang menjanjikan … hahaha …

    Hahaha

    Salam saya Kak

  11. saya mah ke mall, bukan untuk belanja.. untuk jalan2 aja, hahaa.. makanya gak ada yg nawarin produk,, coz keliahatan ‘kere’-nya kali yaaa… hehehee

  12. wah , sering bener ini Kak
    kalau gak alat kosmetik, pastinya kartu kredit dgn segala kemudahan (ini kata mereka yg menawarkan lho) 😛

    biasanya sih bunda begitu melihat mereka mendekat, udah aja langsung melambaikan tangan tanda gak mau .
    dan, sayangnya , sewaktu menawarkan , wajah mereka penuh senyum dan kata2 ramah, begitu ditolak, langsung berubah cemberut …hedeh…hedeh …😦
    salam

  13. saya tauu saya tauu… obat oles yang gambar gunung itu.. hihihi, saya pernah ditawarin soalnya.. katanya bisa menghilangkan item dan memutihkan wajah.. tapi mikir juga, apa segitu hopelesnya itu sales sampe nawarin ke cowok. (atau jangan-jangan mereka nganggep saya… err)

  14. Mbak sepertinya sampean memang cocok untuk di jadikan model iklan produk tersebut. Makanya sering di tarik-tarik untuk mencobanya😆

    Aku sendiri tidak pernah karena memang tidak pernah (jarang) ke mall, takut kesasar.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  15. paling males klo ditwarin dan dikasih brosur….
    bikin tambah rusak aja nih hutan kita hehehe
    stu lagi dtambah pake maksa pula…
    biasanya seh yg maksa tuh dr CC produk tuh, menawarkan segala macam kemudahan, eh stlh giliran tahu kerjaan kita lgsg aja dia mundur perlahan hahaha

  16. saya pernah mengalami, diberi sovenir dan digiring ke kantor mereka. ditawarkan berbagai macam barang dengan harga yang sungguh ruaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrr binasa dengan ukuran tas saya sekalipun

    tapi berhubung SPGnya okeh, jadi kerasan juga sih lama-lama

    he.. he..

  17. sekarang mah udah g di mall lagi kakak, di stasiun atau di jembatan penyebrangan juga sudah gencar hehehe.. ya saya tolak terus si kakak..ngapain beli gituan ya kalau g perlu..😀

  18. Iya Kak aku jg pernah tuh hampir aja beli kompor listrik itu… Bisa2nya ya trik2nya.. Hehe.. Klo mnrt aku sih, asal produknya memang bagus, harusnya gak usah pake trik2 apalagi maksa.. Ya gak kak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s