Nenek Sarung

Keponakan-keponakanku memanggil ibuku nenek. Supaya tidak ada kebingungan dalam penyebutan nenek, karena masing-masing mereka punya 2 nenek (dari pihak ayah dan ibu), ibuku mereka panggil ‘Nenek Sarung’. Sedangkan nenek yang satunya mereka panggil ‘Nenek Haji’, karena sudah naik haji.

Sebenarnya aku bingung sejak kapan muncul sebutan ‘nenek sarung’ itu, karena yang kutahu panggilan ini tiba-tiba sudah beredar di kalangan keponakanku. Yang dewasa terkadang jadi ikut-ikutan menyebut ibuku dengan panggilan ‘nenek sarung’ deh.

Maklum saja mengapa mereka memanggil ibuku dengan sebutan seperti itu. Pastinya karena ibuku (sering) mengenakan sarung (batik) saat di rumah. Sebenarnya waktu aku kecil dulu, setiap kali bepergian malahan ibuku masih memakai jarik lengkap dengan stagen, yang dipadankan dengan kebaya. Lambat laun ibuku beralih ke rok, yang saat itu kuanggap nggak pantas dikenakan ibuku karena menurutku beliau tampak cantik dengan jarik. Akhirnya aku bisa menerima ibuku memakai rok di luar rumah. Sebenarnya rok jauh lebih praktis dibanding jarik😀

Baru beberapa tahun terakhir ibuku belajar mengunakan daster panjang saat di rumah. Namun tetap tidak meninggalkan ciri khas beliau yang suka mengenakan sarung saat di rumah. Meskipun telah sering mengenakan daster atau rok, keponakanku tetap saja memanggil beliau dengan  sebutan nenek sarung😀

Nenek sarung yang memakai rok batik😀

Insya Allah pada bula Oktober tahun ini (2011) ibuku akan berangkat menunaikan ibadah haji di tanah suci. Saat kutanya pada keponakanku yang masih kelas 4 SD, bila nenek sudah naik haji, maka bagaimana panggilannya?

Lalu ia menjawab, “panggil aja ‘Nenek Haji Sarung.'”

Hehe… tetap ada kata sarungnya😀

19 thoughts on “Nenek Sarung

  1. Hihihi.. cerita ringan yang lucu.

    Dulu saya manggil nenek dengan sebutan Mbah Uti (dari pihak ibu). Berhubung Mbah Uti punya adik kandung yang rumahnya berdekatan, cara membedakannya adalah dengan sebutan nama juga. Untuk Mbah Uti yang ibu kandungnya ibu saya, saya panggil Mbah Uti omah lor (rumahnya ada di sebelah utara), dan satunya lagi saya panggil dengan sebutan Mbah Uti omah kidul (rumah selatan), hehe..

  2. hiyaaa… ternyata kebingungan manggil nama sebutan buat eyang juga dialami yah. sama kayak saya juga, manggil eyang dari ibu dengan sebutan : EYANG.. kalo dari ayah, manggilnya sebutannya : EMAK (eyang mamak). Ngga tau, dari dulu manggilnya ngikut ortu aja.

    hahaha.. kalo dua-duanya naik haji, palingan dipanggil eyang haji dan emak haji😛

  3. hehehehe….teuteup sarung gak boleh ketinggalan dlm nama panggilan nenek ya Kak🙂

    Semoga keberangkatan Ibu ke tanah suci, dimudahkan oleh Allah swt,
    dipeliharakan selama dlm perjalanan pulang pergi juga selama berada disana ,aamiin
    Semoga Ibu juga selalu dalam kesehatan yg baik dlm menjalankan ibadah haji nanti ya Kak ,aamiin
    titip salam hormat utk Ibunda tercinta
    salam

  4. klo ak manggil nenek dan kakek dari pihak mama, ummi dan bapak, ngikut panggilan anak2nya ke mereka, klo dari pihak ayah, nyunda pisan, emak sama aki.
    hhihhi harusnya Nenek Sarung Haji atau haji nenek sarung😀

  5. Wah…jadi inget, aku manggil mamah-nya mamahku (bilang aj nenek susah amat :P) itu dengan sebutan “Mamah Lembuar”, karena dulu kalo mudik ke Ciamis (rumah nenek), kita nyebutnya pulang ke lembur hihihi…

    Semoga perjalanan Ibu ke sana lancar2 aja ya Ka. Aamiin..

  6. Ahhh …
    Saya bahagia mendengar berita ini …

    Semoga Nenek Sarung sehat-sehat selalu …
    Semoga menjadi haji yang mabrur …

    Salam saya Kakaakin

  7. Assalaamu’alaikum wr.wb mbak Akin….

    Alhamdulillah, kedatangan Syawal setelah berakhirnya Ramadhan sebentar lagi menjadi saksi kepada ibadah yang kita jalani. semoga keberkatan dan rahmat Allah akan mengiringi setiap langkah ke depan dalam kehidupan.

    Hadir ini, untuk mengucapkan Minal aidin wal fa’izin buat sahabat yang selalu berbagi kebaikan di dunia maya. Maaf dipohon jika ada kesilapan sepanjang silaturahmi selama ini. Semoga diberi kesihatan dan kebahagiaan di hari yang mulia ini.

    SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI
    MAAF ZAHIR DAN BATHIN

    Salam Ramadhan yang mulia dari Sarikei, Sarawak.😀

  8. hahhaa…panggilan yang lucu…
    nenek sarung..

    semoga nanti ibu nya pulang dari haji selamat
    dan berhak menyandang gelar “nenek haji sarung” hehe🙂

  9. kalo saya sampe sekarang panggil mbah dan nenek saya berdasarkan tempat tinggal mereka…
    mbah jiung, yang tinggal di Jl.H.Ung, Kemayoran..Nenek Kwitang, yang tinggal di Kwitang,,.Nenek Cengkareng..Mbah Depok….ahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s