Sibuk-sibuk Jelang Lebaran

“Capek?” Tanya tanteku padaku siang tadi.

“Nggak. Tadi kan di rumah sudah minum segelas es sirup.” Sahutku sambil tersenyum:mrgreen:

Dengan semangat tanteku melangkah menembus lautan manusia di seputaran daerah Pasar Pagi Samarinda. Matahari sudah bergeser sedikit dari puncak kepala dan panas teriknya mampu membuat bintik-bintik hitam di wajahku semakin bertambah. Ketularan tanteku, akupun ikut bersemangat.

Manusia sudah sebegitu banyaknya memenuhi pasar. Jalan raya di sekitar pasar jadi macet. Sepeda motorku harus parkir agak jauh dari pasar. Bangunan yang sebelah kanan pada gambar diatas adalah Pasar Pagi, terdiri dari 3 lantai. Lantai 1 terdiri dari los sayuran, ikan/daging, pecah belah dan beraneka kebutuhan lain. Lantai 2 diisi oleh pedagang pakaian jadi dan toko emas. Lantai 3 (sepertinya) juga berisi pedagang pakaian jadi, maklum aku belum pernah sampai ke lantai 3😀

Teman-temanku banyak yang suka berbelanja di pasar pagi lantai 2, karena menurut mereka di lantai 2 itu sudah mirip Mangga Dua, Jakarta. Entah apakah yang dimaksud adalah pasar pagi Mangga Dua, atau ITC Mangga Dua😀 Barang-barang sekelas butik, bisa mereka peroleh dengan harga yang lebih murah. Tetapi murah bagi mereka, bukanlah murah bagiku. Bagiku uang Rp 100 rb, bisa untuk  membeli 2 atau 3 tunik atau kaos muslimah:mrgreen:

Kulihat tanteku mendekap erat tas yang beliau bawa. Pengalaman kecopetan beberapa tahun yang lalu saat jelang lebaran juga, cukup membuat tanteku jera dan lebih berhati-hati. Tujuan kami hari ini adalah tempat penjual pecah belah. Tanteku ingin membeli piring yang sesuai dengan hidangan yang rencananya akan disajikan lebaran nanti, karena piring-piring yang ada di rumah terlalu besar atau terlalu kecil. Saranku buat Sahabat, pilihlah jenis hidangan lebaran yang nggak bakalan ngerepotin, seperti misalnya nggak mesti nyari-nyari wadah yang sesuai. Mending kalau ke pasar langsung nemu, kalau tidak? Mesti keliling kota mencari wadah yang pas:mrgreen:

Memang, tak ada piring yang kami bawa pulang, hehe… Ini berarti bakalan ada sesi hunting piring selanjutnya😀

Setelah keliling pasar, kami menuju toko kue. Tanteku memesan beberapa buah puding untuk diambil pada H-1. Padahal aku sudah menawarkan diri untuk membuat puding, namun ternyata tanteku tidak cukup percaya dengan kemampuanku, hehe… Dari pada nanti rasanya tidak enak, tanteku lebih memilih pesan saja di toko. Kuintip kue kering yang dipajang di toko itu. Wow, harganya menggila *lebay*. Setoples (mika) kecil, ada yang mencapai Rp 85 rb. Sepertinya beratnya tidak mencapai 500 gr. Butuh budget berapa untuk mengisi toples-toples kue di atas meja tamu?😯

Tujuan kami selanjutnya adalah pasar Ramadhan yang terletak di lapangan parkir GOR Segiri, Jl. Kesuma Bangsa Samarinda. Karena masih agak siang, sekitar pukul 15.00 wita, jadinya masih agak sepi. Kami kemudian membeli beberapa makanan untuk berbuka puasa (bagi yang puasa:mrgreen: ). Hampir setiap hari selama Ramadhan (sejak beberapa tahun yang lalu), tante dan omku selalu belanja untuk berbuka di pasar ini😀

Para pedagang termenung menantikan pembeli😀

Penjual mainan anakpun tak ketinggalan ambil bagian di pasar Ramadhan, seperti halnya pedagang balon karakter ini.🙂

Ini foto yang kuambil beberapa hari yag lalu. Di sisi kanan pasar ada panggung yang bertema After School ramadhan Satu Hati. Pada gambar adalah penampilan dari pelajar-pelajar salah satu SMU di Samarinda.

_____________________________________

Sudah malam 21 Ramadhan nih… Sudah sampe mana tadarusnya? Sudah berapa surah yang dihafal nih? *nanya ke diri sendiri*😦

43 thoughts on “Sibuk-sibuk Jelang Lebaran

  1. puasa kali ini temanya PRIHATIN, jadi hanya boleh sesekali ada makanan yang tidak biasa; selebihnya ya harus seperti biasa saja menunya.

    klo lebaran, kami blom repot2, karena sudah pasti mudik, dan ga ada yg datang dong?😀 tetap masak sih untuk para asisten yg ditinggal kerja

    jadi mba akin apa boleh pesan coklat u/ lebaran?😀

  2. Asik juga ya ada panggung sebagai wadah kreatifitas kaum muda …

    Boleh juga ide ini …
    orang terhibur
    dan anak-anak muda ini ada ajang unjuk gigi

    salam saya Kakaakin

  3. biasanya gara-gara sibuk ini itu jelang lebaran, manusia pada lupa kalau 10 malam terakhir seharusnya menggiatkan diri untuk beribadah, demi mendapatkan kemuliaan lailatul Qadr dan kesempurnaan ibadah. sayangnya dimana-mana, semakin dekat hari iedul fitri, ibadah makin merosot.masjid mulai sepi kembali. sungguh fenomena yang ajaib dan sudah sangat familiar di mata kita

  4. ooh jalan2nya lagi dispensasi dong mbak😀
    emang asik keluar rumah tuh tapi kalau panas dan ramai malah capeek sendiri udah mana meskipun lagi dispensasi sy sih segan untuk minum🙂

  5. Saya minggu depan sudah mudik ke Medan. Jadi ya repotnya packing2 sudah dicicil dari minggu lalu, terutama kebutuhan si kecil.
    Kalau buka puasa di Jakarta sih tidak ada kerepotan apa-apa, masih normal2 saja, tidak terasa terlalu ribet hehee..

  6. Bulan puasa hampir usai dan banyak kriminal yang terjadi,,jadi ahrus waspada…saya belum punya sarung lo Kak wkwkwkwkw

    Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Kak..

    • Waspadalah… Di pasar/mall atau dimana aja, rawan banget. Seolah2 para kriminal itu pada butuh duit buat lebaranan…
      Hehe… katanya sarungnya udah banyak…😀

  7. pasar ramadhan nya kok sepi ya Kak?
    apa krn masih siang,jd belum ada yg berbelanja?
    kalau di jakarta, pasar ramadhan , rame terus, krn enakan beli makanan matang saja, bisa langsung disantap, gak perlu repot masak
    ( ini nih si bunda aja lho, krn emang pemalas )😛
    salam

  8. alhamdulillah …. lebaran disambut apa adanya ….
    ke pusat pasar ramadhan juga jarang, cukup makan di rumah aja, hemat heeeee …..
    **************kalau di jalan pusat kota sy wah, parkir sepeda naik 500% (pernah ingitung ngak yach?)

  9. ternyata sama ya kak, dimana-mana namanya pasar apalagi mendekati lebaran udaaah ramenya hampir nyaingin orang haji.. hahahaha #lebay.. tapi kalo dhe angkat tangan, bisa pingsan di tempat kalo puasa2 diajak keliling pasar.. nggak kuat..😀

  10. nampaknya umat Islam semakin sibuk membelanjakan wangnya untuk lebaran dari mengejar malam lailatulqadar.. sedih banget.. ianya datang setahun sekali aja..

    Salam kenal dari blogger Malaysia

  11. wahh seru aych acara berburu barang2 utk kebutuhan lebaran…klo saya nyantai aja…soale sejak ibus aya ngga ada…klo lebaran ngga pernah ada tamu..paling tetangga aja yang pada datang…jd kue beli jadi aja….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s