Apakah Aku Boros?

Mendadak curhat…

Aku teringat beberapa waktu lalu seorang teman mengutarakan keinginannya meminjam uang dariku. Dengan tersenyum aku menanyakan berapa yang ia butuhkan. Aku terkejut saat ia menyebutkan jumlah sekian juta rupiah.

“Aku nggak punya uang segitu” sahutku.

“Ah, masa’ sih kamu nggak punya. Kamu kan masih single. Gajimu kan nggak dipakai buat ngongkosin keluarga. Tabunganmu pasti banyak,” cerocosnya. Kebetulan memang ia sudah berkeluarga.

“Beneran, aku nggak punya uang segitu banyaknya.”

“Ah, yang bener. Berarti kamu boros banget dong. Padahal kan gajimu…” Ia mulai menghitung-hitung gajiku. Karena kami sesama pegawai negri, ia tahu kisaran penghasilanku. Gaji sebulan kemudian dikalikan setahun, lalu dikalikan sekian tahun aku bekerja. Ia meyakini sebuah angka fantastis pastilah tertoreh di buku tabunganku.

Gambar pinjam dari sini.

Aku hanya tersenyum menanggapi hitung-hitungannya. Namun dalam hati aku merasa seolah-olah aku tak dipercaya untuk mengelola keuangan, keuanganku sendiri. Aku disebut sebagai seorang yang boros. Padahal, tentu saja berapapun saldo di buku tabunganku, itu adalah urusanku dan biar aku sendiri yang tahu, meskipun jumlahnya masih lebih kecil dari nominal yang ingin dipinjamnya.

Kurasa aku tak perlu memberi pengumuman apa saja pengeluaranku selama ini, kemana saja uang yang dibayarkan kepadaku setiap bulannya, apakah ada yang kusisihkan untuk tabungan atau tidak.

Yang jelas aku dan keluargaku baik-baik saja, itu yang terpenting.

35 thoughts on “Apakah Aku Boros?

  1. hehe, mbak marah yah?
    boros klo untuk hal yang bermanfaat saya pikr nggak masalah. yang penting tak ada kepentingan utama yang terabaikan. rese’ juga yah tuh temennya , hehe

    salam hangat

  2. Ada pendapat … dari penghasilan kita, minimal ada 10% untuk dialokasikan untuk tabungan. Namun jika masih single, belum memiliki tanggungan, dan belum mulai mencicil rumah, seharusnya sih setoran tabungan bisa lebih besar sampai dengan 40% dari penghasilan pun bisa…

  3. I’ve been there Kaaaa…. “dituduh” boros krn ga bisa minjemin sejumlah uang ke seorang teman. Aseli deh, ngeselin bangeeett.. Sabarlah Ka, mari kita buktikan tabungan kita banyak suatu saat nanti *sigh*

  4. katanya sih, org boros ato gak bisa diliat dari tingkat kerapatan antar jari bila didekatkan antar jari. dan apabila semakin banyak/ lebar terlihat celah, maka bener2 boros tuh orang😀

    nice..
    sempatkan juga mengunjungi website kami di http://www.hajarabis.com
    sukses selalu!!

  5. hehhee,..kurang kerjaan aja tuh orang, ngitung gaji orang lain. gak dipinjemi ya gak usah maksa donk.. ya kan mbak?😀
    mending pinjemkan ke saya ajah, hahaha..

    insya Allah berkah, meski gaji sudah habis. Jangan lupa minta doa dari ibu nanti kalo di sana mbak..

  6. Benar, tak usahlah orang lain tahu berapa tabungan kita. Silakan orang lain menghitung-hitung pendapatn kita setahun berapa, yang pasti jumlah pastinya hanya kita yang tahu.🙂

  7. wahhh berati orang itu hitung2annya mantaf yachhh…tapi dia ngga tau…meskipun masih single kebutuhan juga banyak…seperti ngasih orangtua…mumpung msh single kan…takutnya klo udah merid ngga bisa ngasih lagi…atau bisa ngasih tapi jumlahnya ngga sebesar ketika msh single…..

    aku paling sebel sm orang yg suka ngitung2in harta kita…ngga ada kerjaan banget tuch orang…dipikirnya yg butuh uang cuma dia aja kalee….

  8. Sini tak cabe mulut temanmu itu.
    Urusan apa dia ngitung2 harta orang dan ngatur2 harta kita mau diapakan. Kalau dia harus meminjam uang darimu, means dia memang tak bisa mengatur keuangan dengan baik…

  9. Yup mbak, tidak ada hak orang lain buat mengatur keuangan kita, apalagi kita juga tidak memintanya…
    Boros dan irit *atau pelit* itu hak prerogatif para pekerja yang terima gaji…hehe, kalo saya sih cuman nebeng ngaturin gaji suami😛

    Apa kabar, mbak?
    Kangeeeeen!

  10. Temanmu yang aneh, Akin…
    Dia mengatakan itu agar Akin mau meminjamkan uang….
    sebaiknya tak terjadi saling meminjamkan uang antara teman apalagi dalam jutaan rumah, selain pertemanan rusak, bisa jadi musuh. Penolakanmu sudah benar, kalaupun Akin punya, bukankah itu untuk tabungan Akin?

    Sarankan pada temanmu….lain kali, kalau ada yang pinjam uang..
    Jika dia PNS, atau punya penghasilan tetap (di perusahaan, atau apa saja)…silahkan datang ke Bank, ada namanya Kredit komsumtif…dari gaji tadi setiap bulan nya akan dipotong sekian persen untuk membayar angsuran.

    Kalau dia wirausaha, Bank akan menilai kelayakan usahanya…..

  11. Kiiiiiin….
    Menikmati hidup itu perlu kiiiiin…
    ngapain cape cape kerja tapi gak menikmati hasilnya…ya kan?

    Mumpung belum perlu nabung buat masukin anak ke SD…hihihilll
    *itu mah aku*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s