Permen Gula Tarik

Satu lagi penganan masa kecil kutemukan hari ini. Saat aku berada di warung ibuku, aku melihat sebuah toples diantara deretan toples permen. Toples tersebut berisi permen yang dulu sering banget kumakan. Di kampungku (Samarinda Seberang), permen ini disebut ‘Golla Tare’ (bahasa Bugis). Sepertinya karena pengaruh suku Bugis yang banyak tinggal disana. Bila disebut dalam Bahasa Indonesia, jadi ‘gula tarik‘.

Berbeda dengan permen gula tarik yang banyak dikenal di daerah lain, permen ini tidak dibentuk macam-macam. Bentuknya lurus saja, dengan permukaan yang bergurat-gurat seperti kulit kayu. Sekali gigit, bisa langsung krauk krauk dikunyah, karena permen ini cukup renyah🙂

Waktu aku kecil dulu, aku cukup sering melihat tetanggaku yang bersuku Bugis, membuat golla tare’ ini. Kalau tak salah ingat, bahan-bahan permen ini adalah gula dan tepung. Setelah adonan masak, kemudian dikeluarkan dari wajan. Perlu dua orang untuk menarik-narik adonan berulang kali. Setelah mencapai diameter yang diinginkan (tidak terlalu besar), permen kemudian dipotong-potong. Kadang adonan diberi pewarna agar tampil lebih menarik.

Penampakan permen gula tarik

Permen gula tarik, maniiiss dan renyah😀

Permen gula tarik yang dijual ibuku ini dipotong kecil-kecil seperti ukuran permen pada umumnya. Padahal biasanya permen ini dipotong-potong dengan panjang sekitar 8-10 Cm. Ibuku memperkirakan pembuat permen yang dititipkan ke warung ibuku ini memaksudkan agar permen lebih mudah dijual dan lebih murah tentunya. Untuk 3 butir permen dijual dengan harga Rp 500. Langsung saja aku mengambil 12 butir dan membayar Rp 2.000 ke ibuku. Meskipun warung ibuku sendiri, tapi tetap harus bayar dong, supaya beliau tidak merugi:mrgreen:

Saat aku mencoba browsing dengan keyword ‘permen gula tarik‘ dan ‘golla tare‘, sangat sedikit sekali artikel yang berkaitan. Pada artikel ini, disebutkan bahwa golla tare’ adalah termasuk dalam penganan khas Sulawesi Selatan. Wajar saja beberapa tetanggaku yang bersuku Bugis, sangat lihai membuat permen ini.

Apakah ada diantara Sahabat yang pernah mencicipi permen golla tare’ ini??😀

49 thoughts on “Permen Gula Tarik

  1. jangankan nyobain rasanya, tahu namanya saja baru sekarang mbak, tapi nda nolak kok kalo dikirimin sampelnya, ga usah banyak-banyak setoples ajah, biar cukup sampai lebaran. hehehhe…

  2. melihat wujud permen gula tarik ini, saya koq sepertinya belum pernah mencoba. Mungkin di daerah asalku tidak ada kalee…. (surabaya ) kalau gelali banyak😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. Jaman sekarang permen bentuk dan rasanya bermacam-macam, gak seperti jaman saya dulu hanya ada permen lombok yang pake tusuk .
    Perlu sekali-kali ngemplok permen tradisionil ya nduk.

    Salam hangat dari Surabaya

  4. aku belum pernah nyoba kaka namanya aja baru denger, tapi kalau baca dari bahan dan cara pembuatannya disini dinamakan gulali, kalau yang pakai gula merah yah warnanya coklat tapi kalau pakai gula pasir bisa dikasih warna-warni dan berbagai bentuk…

  5. wow… sangat menarik ^^ kebetulan saya ada kunjungan ke makassar dan maros, apakah di sana masih menjual penganan khas seperti ini?

  6. Aku pernah makan permen ini. Enak banget. Boleh minta resep n komposisinya gak? Aku uda lama nyari gak ªđäª yg jual. °♥·♡τнäиκчöü♥·♡·°

  7. ini resep yg saya cariiiiiiiiiiii, soalnya saya waktu sd dulu suka sekali dengan permen ini, kalo dulu waarnanya macam2 ada merah muda, hijau muda,coklat muda, bentuknya persis sperti batang kayu dengan garis2l. kalau dimakan lalu nyess enak lembut,.mau dong resepnya

  8. Mestinya Permen Gula Tarre harus di lestarikan,artinya jangan sampai punah,karena itu sangat khas,dan unik.Ketika saya masih kecil saya sering beli,tapi saya belum pernah melihat cara membuatnya,kata anak si pembuat Gula Tarre, Permen itu dibuat dari gula merah/Aren,dan minyak kelapa asli,setelah dimasak dituangi di pelepah batang pisang,dlm bentuk memanjang,kira kira 1 meter,kemudian setelah agak dingin,dipegang pada kedua ujungnya dan ditarik,kemudian dilipat dua atau lipat empat,ditarik lagi,sambil di guling gulingkan di atas meja spy bentuknya menjadi bulat panjang seperti tangkai sapu,ditarik lagi,dilipat lagi,sampai beberapa kali, kalo sdh mulai mendingin,sebelum mengeras segera dipotong potong,sepanjang 10 cm,dibungkusdgn kertas minyak.Sayangnya saya tidak mendapat resep yg lengkap,apakah hrs menggunakan tepung terigu atau hanya Gula saja dan minyak Kelapa. Bentuknya memanjang,bergaris garis seperti kulit jagung yg telah kering,warnanya coklat muda keemasan,bagian luarnya kering sedangkan bgn dalamnya agak kaku ,sedikit kenyal seperti Caramel tapi agak kering.Anda peminat gula Tarre dapat melihat di Youtube.di luar negeri ada juga Gula Tarik tapi dibuat d gula pasir,yg diberi warna warni,dan diberi essence .rasanya beda dgn Gula Tarre yg di Indonesia.di Ternate juga ada,tapi dibuat dari Caramel gula Pasir,terus terang saja rasanya dan tekturnya berbeda.tidak sesedap Gulla Tarre yg terbuat dr Gula Aren.

    • Postingan yang sangat menarik, KHAS BUGIS-MAKASSAR really good ;)… Mari ikuti kami di Beberapa Media Sosial, di Instagram kami hadir dengan nama @SocialMediaMakassar, di Twitter kami hadir dengan nama @SocialMediaMks dan di Facebook anda cukup mengetik Social Media Makassar… Teruski lestarikan semua khas Bugis-Makassar😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s