Saatnya Kita Berhitung-hitung

Saatnya kita berhiiitung hitung hitung hitung hitung… *membacanya seperti Ruben dan Sarah di kuis Rengking 1*:mrgreen:

Guru matematikaku pertama kali adalah ibuku. Biasanya sebelum tidur, ditengah temaramnya lampu teplok, beliau mengajariku hitung-hitungan dengan cara yang sederhana. Obyek yang paling sering digunakan secara hayal adalah pisang goreng. Tentu saja kala itu aku sangat antusias, karena yang dihitung adalah makanan, hehe…😀

Satu pisang goreng, ditambah satu pisang goreng, sama dengan dua pisang goreng. Gambarannya seperti ini…

Belajar berhitung, sambil menghayalkan pisang goreng… Hmmm, uenyak😀

Dulu aku bukanlah murid yang cerdas dalam pelajaran matematika. Hanya saja pada daftar nilai ebtanas saat lulus SMA, nilai matematikaku 7 koma sekian. Lebih bagus lah bila dibandingkan dengan nilai Pendidikan Moral Pancasila yang hanya 5 koma sekian😳

Saat kerja, ilmu hitung-hitungan sangat jarang kugunakan. Jadinya otak rada lemot karena jarang diperas :D Sekarang ada sahabat yang memberikan teka-teki angka. Bila berkaitan dengan angka, berarti mesti pake hitung-hitungan. Bakalan susah nih, pikirku.

Pertanyaannya adalah 7+7+7 =….

Kupandangi barisan angka-angka yang menjadi panduan teka-teki ini.

5+3+2 =151022

9+2+4 =183652

8+6+3 =482466

5+4+5 =202541

6+5+9 =305479

Syukurlah, ternyata nggak perlu sampai buka buku matematika SMA. Jawabannya udah ketemu dengan pola seperti ini : a+b+c= [axb][axc][((axb)+(axc))-b]

Jadi 7+7+7=494991

Hmm… jadi ingat saat dulu akan ikut test CPNS, aku belajar test potensi akademik pada bagian deret-deret angka. Bila tak menemukan pola, maka kita takkan bisa mengisi lanjutan deretan angka yang ada. Namun pada saat tes berlangsung, karena malas menghitung dan sempitnya waktu, hitung kancing menjadi pilihan untuk menentukan jawaban😆

Sesuai dengan judul postingan teka-teki ini di Blog Sang Cerpenis, yaitu “Uji Otak Berhadiah Novel“, peserta diminta untuk memilih novel yang diinginkan diantara pilihan yang ada. Aku memilih Galaksi Kinanthi karya Tasaro GK.

50 thoughts on “Saatnya Kita Berhitung-hitung

  1. Aku paling lemah yang namanya hitung-hitungan. Makanya nilai matematikaku selalu rendah. Aku lebih senang pelajaran sosial. Tapi bagaimananapun perlu juga sih kita memperdalam ilmu hitung menghitung ini agar mengasah daya otak kita untuk berpikir secara lebih cepat🙂

    Semoga menjadi pemenang dalam kontes yang diikuti. Kayanya kakaakin memang rajin banget ya ikutan kuis:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s