Topi Miring

Aku sudah bosan…

Aku sudah bosan karena dari hari ke hari antrian bensin premium di SPBU rasanya semakin panjang dan panjang saja. Sudah beberapa bulan ini Kota Samarinda berhiaskan antrian panjang yang tak jarang membuat macet jalan raya. Jika SPBU tampak sepi, itu biasanya hanya karena stok premium sedang kosong.

Sebenarnya yang tidak antri adalah pada bagian pertamax. Namun rasanya aku belum siap untuk menggunakannya, karena harganya yang lebih dari dua kali lipat harga premium. Ingin ikutan antri premium, namun sering kali aku tak punya cukup waktu. Apalagi bila sedang buru-buru berangkat kerja, takut terlambat😦

Jadinya aku memilih si topi miring untuk sepeda motorku…

Bukan…

Bukan topi miring yang ini…

Yang ini diharamkan untuk dikonsumsi… Foto pinjam dari sini.

Seperti yang kita tahu, minuman keras berlabel Topi Miring (sering disingkat TM atau Tomi) banyak sekali dikonsumsi oleh orang-orang di sekitar kita, misalnya yang sering nangkring di pangkalan ojek, atau anak-anak muda pengangguran di muara gang. Topi miring banyak disukai para pemabuk karena (katanya) harganya yang murah. Biasanya minuman ini dioplos dengan berbagai bahan fantastis yang tak jarang membawa maut. Hmm… kata Bang Haji : “Sungguh terlalu!!”😦

Aku memilih yang dibawah ini untuk si Beib. Bebas antrian…😛

Bensin premium yang dijual di pinggir jalan biasanya  menggunakan botol bekas minuman berlabel Topi Miring. Kadang labelnya masih terpasang, kadang sudah dibersihkan.

Daripada harus antri panjang, mendingan aku beli di pinggiran aja deh. Insya Allah 100% murni, karena dulu-dulunya bensin dioplos dengan minyak tanah dan kita tahu sekarang harga minyak tanah jauh lebih mahal dibanding bensin premium😀

Sepertinya di daerah lain sama saja dengan Samarinda ya, banyak terdapat pedagang bensin pinggiran🙂

Kalau diperhatikan, sepertinya sebotol bensin ini tak mencapai takaran seliter ya… Di Samarinda bagian tengah kota, biasanya sebotol dihargai Rp 5.000. Tetapi di daerah pinggir kota seperti disekitaran tempat kerjaku, sebotol bensin harganya Rp 6.000. Lebih mahal😦 Yah… mendingan lah, daripada  mesti mendorong motor karena kehabisan bensin…🙂

Oiya, kalau tidak salah dengar dulu ada wacana untuk menertibkan pedagang bensin pinggiran ini. Tetapi menurutku sayang banget, karena bagaimanapun kita masih butuh. Apalagi bila antrian di SPBU masih puanjang banget😀

Namun terlintas juga pertanyaan di benakku, bagaimana sih cara pedagang bensin itu memperoleh bensin dari SPBU??😀

44 thoughts on “Topi Miring

  1. bener juga yaa … bagaimana sih cara pedagang bensin itu memperoleh bensin dari SPBU??😀 … kapan antrinya ??!!
    takarannya ‘botol topi miring ya? … antik juga … hehehe

  2. pedagang itu kan biasanya kulakan pake jerigen. tapi kalo nggak boleh, saya pernah diajarin triknya.. bawa motor yang gede (mega pro misalnya) yang tangkinya banyak isinya. Minimal 20 liter kalo penuh tuh, langsung diisi aja.. trus nanti nyampe dirumah tuh disedot lagi pake selang buat diliterin satu-satu gitu.

    kadang ati-ati juga, nggak 100% murni loh yang dipinggiran itu. atau kadng nggak tepat 1 liter pas

  3. ah iya, pedagang pinggiran… kalo menurut saya mereka sebenernya hebat, bisa cari peluang gini. Istilahnya ‘Out of the box’ kali ya😀

  4. Namun terlintas juga pertanyaan di benakku, bagaimana sih cara pedagang bensin itu memperoleh bensin dari SPBU?? <— nah, ini perlu dicari jawabannya. segera investigasi dan bikin postingan bersambung … hehehe

    eh, topi miring yg 'itu' kok nampak serem ya?
    salam kenal

  5. Banyak jg di sini Kak, malah pas kmrn ke Bali banyak jg bertebaran di sana sini sepanjang Kuta-Legian, namanya Petrol heuheuheu… Aku sendiri kalo ga kepepet jarang bgt beli topi miring ini, dan memang beli Petramax biar ga ngantri atw belanja bensin di Shell *halah*

  6. kalo di pangkalpening sini, tiap jumat baru deh antrian puanjaaaaaaaaaaaanggg dari sabang sampe meroke *eh

    pokoknya puanjaaaaaaaaaangg, tapi ngantri solar

  7. Pedagang bensin eceran begitu sangat membantu kak, apalagi buat rumah2 yang jauh dr SPBU. jadi sebaiknya jgn di gusur, kasian jg sama penjualnya.

  8. jangan-jangan premiumnya abis karena para pemilik premiumnya berkolaborasi berdagangnya dengan para penjual topi miring, mbak akin🙂

  9. para penjual bensin eceran cukup memantu dalam mendistribusikan secara merata ke sudut2 tempat yang jauh dari SPBU,apalagikalau yang kehabisan bensin di jalan,keberadaan mereka sebagai pedagang kecil sangat dirasakan manfaatnya,yang perlu ditindak adalah oknum pengusaha yang menjualBBM keluar negeri secara gelap

  10. Aku jarang banget Kaka beli bensin yang botolan, disamping mahal, takut juga klo dicampuri minyak gas ato solar,..

    Di Samarinda sering kekurangan bensin ya Kaka, sebaliknya, di Surabaya malah sedang ngetrend bangun SPBU baru…

  11. wahh disana susah bensin yach Kak…untung di jakarta masih aman2 aja…….kayaknya penjual bensin eceran dpt untungnya krna takarannya dikurangin mbak…jd kalo beli 1 liter ngga penuh 1 liter….berarti untungnya tipis banget yachhh…

  12. Penjual eceran macam itu memang dibutuhkan di desa-desa. Bahkan juga di kota besar yang jarang SPBU nya. Kalo lagi naik motor trus bensin habis, biasanya yang menyelamatkan adalah pedagang2 eceran itu….hihihi cerita pengalaman pribadi..

  13. wah, di makassar malah banyak SPBU baru yang dibangun, makanya nggak pernah ada antrian panjang,🙂
    tapi memang sepetutnya bersyukur karena seringkali pedagang2 pinggiran yang banyak menolong kita disaat2 genting and kepepet😀
    salam hangat ^_^

  14. Kiiiiiiin…
    baru selesai nonton 49 days…
    *makanya jarang bw…hihihi…*

    Sukaaaaaa banget ama jalan ceritanyaaaa…
    Tapi sebeeeeeel banget ama endingnya…hiks…

    mengapa…oh..mengapa harus ada ending seperti ituh di dunia inih…
    *penganut paham hepi ending yang sangat fanatik…hihihi…*

  15. Saya juga sering beralih ke bensin eceran, tapi sewaktu saya service motor saya. Ternyata banyak kotoran di tangki motor saya. Setelah itu saya jarang membeli di eceran lagi, tapi kalau mendesak. Terpaksa deh beli juga..heheh

  16. Iya saya juga bingung kenapa tukang bensin eceran bisa dapat bensin segitu banyaknya ya??sedangkan kalau kita mau beli pakai botol ja, terkadang tidak boleh.Bingung saya!

  17. Satu lagi kondisianeh di negeri kita tercinta….kalau memang ga bisa memasok ke spbu…mendingan kasih swasta aja distribusinya…tokh kalau ngawur kerjanya tinggal ganti lagi….perusahaannya…gitu aja koq repot banget yah ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s