Berburu Bebek di Samarinda

Gara-gara beberapa kali makan bebek saat bepergian ke Jatim tempo hari, aku jadi doyan makan bebek. Aku mengajak adik sepupuku, Mae, untuk menemaniku berburu bebek di Samarinda. Sebenarnya warung yang menyajikan hidangan bebek, biasanya bebek goreng, banyak tersebar terutama di malam hari yaitu berupa warung tenda pinggiran yang bertuliskan “warung Lamongan” yang juga menawarkan hidangan sea food. Tetapi bebek yang pernah kurasakan sangat ‘not recommended’, karena pake acara tarik-tarikan segala alias alot waktu memakannya😦

Beberapa warung bebek selain yang berlebel “Lamongan” yang kukunjungi antara lain :

1. Bebek Benjo.

Lokasi : Juffe (Juanda Food Festival) Jl. Ir. H. Juanda

Karena tempat makannya rada remang-remang, jadinya hasil jepretannya gak bagus. Tentang rasanya, menurutku mengecewakan. Sambalnya mirip sambal merah dan ijo di warung Padang. Harganya (aku lupa) sekitar Rp 20 ribuan/porsi.

2. Bebek Gepuk Kremes

Lokasi : Jl. Jend. Sudirman (Depan LP)

Sebelum digoreng, potongan bebek ini digebukin dulu pake kayu. Kupikir kremesnya bakalan agak kriuk-kriuk gitu. Ternyata kremesannya itu berupa bumbu tabur yang terbuat dari lengkuas yang diparut dan bumbu-bumbu lainnya. Rasa bebeknya lumayan, bumbu meresap sampai ke dalam daging bebek. Hanya saja sayang sekali, masih pake acara tarik-tarikan saat memakannya. Dagingnya masih kurang lunak. Lagi pula harganya lumayan mahal juga. Sepotong dada bebek remes tanpa nasi, harganya Rp 28 ribu😦

3. Bebek Goreng H. Salmet

Lokasi : Jl. Gatot Soebroto (Tikungan depan Planet Swalayan)

Nah, ini dia…

Warung bebek yang cabangnya tersebar dimana-mana. Pertama kali aku makan dulu saat aku ke Gresik. Aku baru-baru saja tahu tentang warung ini dari temanku yang juga menggemari bebek. Ternyata warung bebek goreng H. Slamet cabang Samarinda ini baru dibuka bulan Maret kemarin. Kuperhatikan, warung ini lumayan ramai pengunjungnya.

Sejauh ini, rasa bebek H. Slamet-lah yang paling te-o-pe be-ge-te menurutku, untuk wilayah Samarinda. Sambal koreknya yang khas itu bikin ketagihan. Meskipun aku harus bercucuran air mata dan air hidung, tetap saja aku belah mencocolkan daging bebek ke sambal itu. Daging bebeknya empuk, nggak pake acara tarik-tarikan lagi😀

Semalam aku mentraktir Mae yang sedang ultah, di warung bebek goreng H. Slamet. Tak tanggung-tanggung, kami memesan seekor bebek yang terdiri dari 2 potong dada, 2 potong paha, leher, kepala dan rampela ati. Harganya Rp 85 ribu, jauh lebih mahal dibandingkan saat di Gresik yang harganya hanya Rp 60 ribu. “Ongkos naik pesawat, Ka” kata Mae:mrgreen:

Hepi betdey, Dear…😀

_______________________________

Maaf banget, belum sempat berkelana di dunia maya… masih sok sibuk ini itu, termasuk sibuk tidur siang karena habis begadang jaga malam:mrgreen:

Insya Allah aku akan mengunjungi blog sahabat, as soon as possible😀

31 thoughts on “Berburu Bebek di Samarinda

  1. Wah …
    Bebek Slamet itu ada dimana-mana ternyata ya …

    Dan satu lagi ada yang namanya Bebek Mercon … (sepertinya kakaakin pernah merasakannya di Surabaya …)

    Hehehe

    Salam saya

  2. Samaan Kin, makan malam kami juga bebek cabe ijo, beli yang dekat rumah aja, lembut, dan murah banget dibandingkan Samarinda, 14 ribu sepotong

  3. yuhuu… mampir lagi.. tetep deh bebek emang aling maknyos. tapi dimana-mana saya nyobain bebek selalu masih terpesona sama bebek aseli surabaya. entah kenapa kalo makan bebek disini selalu enak, jarang kecewanya sih. hahaha..

  4. Kaka akin … berburu bebek di Samarinda?
    jadi ingat 😉 … kemaren di Pekanbaru saya n teman2 di jamu di resto H.Slamet asal Solo Kertosuro cabang Pekanbaru … harga 1 potong bebek @ Rp.80.000,-
    betolll … daging n sambelnya sedapppp n mantapppp dan lidahpun bergoyang …😆

  5. berburu bebek ya,,wah pasti bebek yang di goreng telah mati ya,,,gak bisa komen lainnya sih, yang pasti semuanya enak ya Kak

  6. Sama mbak saya juga berburu bebek di kampunk beru

    Ini sungguhan mbakk saya berburu bebek n kambink , kalo mbak makan bebek kalo saya tangkap bebek..😆

  7. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Akin…

    Enaknya makan bebek ya mbak. Saya belum pernah merasai daging bebek walau secarik. Harap suatu hari nanti bisa. Di sini, biasanya yang menghidang menu bebek adalah orang Cina. Orang Melayu sukar dicari, mbak kerana orang Melayu kurang menyukai daging bebek.

    Salam mesra dan senang dapat kembali bergabung di maya.

  8. mbak coba aja warung Bebek (tenda) UENAK di jl Jakarta Blok ES Loa bakung, Simpang 3, Aq uda nyoba makan sih kayaknya sesuai deh dengan namanya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s