Traktiran di Hari Ulang Tahun

Pertama-tama, Tante Akin mau kenalan dulu sama Kaka Hilwa yang akan genap berusia 10 tahun pada tanggal 29 Mei nanti. *salaman, cipika-cipiki*

Kaka Hilwa, karena Tante Akin tak pandai menggambar atau utak-atik komputer, jadinya tante mau cerita aja tentang ulang tahun dalam keluarga tante.😀

Sebenarnya dalam keluarga Tante Akin nggak mengenal perayaan ulang tahun. Kalau kebetulan teringat hari jadinya, kadang bapaknya tante mengajak berdo’a bersama saat akan makan, baca do’a selamat gitu (“Alhamdulillah masih diberikan umur dan semoga selamat dalam menjalani sisa usia”😀 ). Tapi kalau tidak ingat, ya…akan berlalu begitu saja🙂

Karena tak terbiasa merayakan ulang tahun, tante Akin juga tak terbiasa mengucapkan “selamat ulang tahun” kepada sahabat. Bila tante memberi ucapan selamat ulang tahun, biasanya akan terasa kaku😀 (Ehm, sebenarnya sampai sekarang Tante Akin masih merasa kaku dan canggung bila memberi ucapan selamat ulang tahun loh…😀 ).

Saat tante sekolah di SMP, tante mulai melihat teman-teman tante mengadakan traktiran saat berulang tahun. Ini yang membuat tante merasa iri. Tante ingin juga merayakan ulang tahun dengan cara mentraktir teman-teman makan di kantin atau di warung.

Kalau tidak salah, waktu itu adalah ulang tahun tante ke-12. Sebenarnya keluarga tante bukanlah orang berada. Bapak yang bekerja di pabrik dan ibu membantu dengan membuka warung kecil di rumah, membuat keluarga tante hidup dengan cara yang sederhana. Tetapi tante tetap merengek minta uang lebih kepada ibu agar tante bisa mentraktir teman-teman. Karena ibu tante yang sangat menyayangi tante, jadinya beliau memberi tante uang lebih.

Saat pulang sekolah, tante mengajak beberapa orang teman untuk mampir di warung yang menjual es campur. Es campur adalah jajanan mewah bagi tante. Karenanya tante merasa keren banget saat bisa mentraktir teman makan es campur. Tante lupa berapa persis jumlah yang tante bayar hari itu.

Gambar pinjam dari sini.

Setelah bertahun-tahun kemudian tante baru berfikir, bahwa tante telah memaksakan kehendak waktu itu. Dahulu tante tidak merasa kasihan kepada kedua orang tua tante. Padahal bisa jadi sejumlah uang untuk mentraktir, yang diberikan oleh ibu tante kepada tante itu adalah uang untuk membayar sewa rumah, atau uang untuk membayar sekolah tante dan saudara-saudara tante, atau mungkin saja uang itu ibu pinjam dari tetangga.😦

Kaka Hilwa, traktiran memang bagus, karena hal itu berarti kita mau berbagi dengan teman-teman. Tetapi tidak harus selalu mentraktir teman bila kita sedang berulang tahun. Alangkah baiknya bila uang yang ada digunakan untuk hal-hal yang lebih berguna, misalnya menyumbang ke panti asuhan. Yang penting banget adalah kita selalu bersyukur atas segala yang telah diberikan oleh Allah kepada kita dan hendaknya kita bisa mengisi sisa umur dengan kegiatan yang bermanfaat.

Sekian dulu cerita dari Tante Akin ya, Kaka Hilwa. Tante do’ain, semoga Kaka Hilwa cepat besar, di sekolah juara terus dan tak lupa semoga Kaka Hilwa jadi anak yaang sholehah🙂

Makasih banget buat mamahnya Kaka Hilwa dan Dede Syafiq yang telah membuat Tante Akin berbagi kisah traktiran di hari ulang tahun ini.

43 thoughts on “Traktiran di Hari Ulang Tahun

  1. selamat ulang tahun juga untuk hilwa ya kin, moga panjang umur dan sehat sentosa. tradisi ngerayain ultah sebenarnya di keluargaku juga jarang dilakukan kin, ayahku termasuk yg agak kolot dikit (heheheh bkn kolot sih sebenarnya cuma lupa istilahnya apa) kalo perayaan pake cake plus lilin gt dia gk suka, ultah lebih baik kirim makanan ke panti asuhan katanya heheh

  2. Wah ada yang ulang tahun ….😆 semoga diri ini masih kebagian es campurnya.
    Sukses untuk kontesnya mbak.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. Ah, ada yang lagi ulang tahun disini ya!
    Selamat…selamat, semoga Kakak Hilwa selalu sehat🙂

    Mbak, traktiran itu sekarang seperi sudah menjadi budaya, padahal seperti mbak bilang tidak semua anak memiliki uang lebih buat mentraktir teman-temannya…

  4. Saleum,
    Awalnya saya ucapkan dulu “Selamat Ultah” buat Hilwa, semoga jadi anak yang berbakti pada orang tua kelak. Saya selama hidup gak pernah buat acara ultah, males aja rasanya mbak. tapi saya sering nge MC kan kawan2 yng Ultah..
    Saleum dmilano

  5. ultah sebenarnya peringatan berkurangnya jatah hidup….
    tapi berbahagia karena bersyukur siy boleh-boleh aja….
    *peluk kak Hilwa*
    salam kenal kaka akin

  6. wah kalu traktirannya es campur gitu mau dunk Kak,,tapi tidak harus dengan traktiran juga untuk merayakan ULTAH,,,,oya salam untuk Kaka Hilwa selamat Ulang Tahun ya

  7. huuuaaa. Kakaakin, menyentuh kisahnya, aku suka lupa sama kondisi itu waktu kecil dulu, tapi sekarang udah agak lumayan ingetlah, tapi seringnya karena ‘perasaan gak enak’ sama mereka yang seirng nraktir aku, makanya pas ada moment istimewa aku gantian yang nraktir mereka…

  8. Kakaakin …
    Itu tulisan yang sangat sederhana …
    namun sangat menyentuh bagi saya …

    didalamnya terkandung makna yang sangat dalam …
    semoga hilwa – syafiq …
    anak-anak saya …
    juga anak-anak yang lainnya
    bisa mengambil pelajaran dari sini

    I like this Kak …

    Salam saya
    Semoga sukses di perhelatan Mama Hil-sya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s