Kabur

Ia memacu truknya secepat mungkin. Entah berapa puluh kilometer jalan yang telah dilewatinya. Pikirannya hanya satu, pergi sejauh mungkin dari tempat itu. Ia tak ingin diberhentikan dari pekerjaannya karena suatu kesalahan yang tidak dilakukannya. Bukan ia yang menyebabkan kejadian itu. Orang itulah yang bersalah.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Bagaimana bila orang itu mati? Ah, tidak mungkin, pikirnya. Tadi ia melihat orang itu masih bisa bernapas. Tetapi ia kembali berpikir bisa saja orang itu mati. Ia semakin ketakutan. Bila orang itu mati, bisa-bisa ia harus menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.

Ia menambah kecepatan truknnya tanpa mempedulikan bahwa ia harus bertanggung jawab. Ia sangat yakin bahwa dirinya tak bersalah. Bahkan ia telah melakukan hal yang benar dengan mengantarkan orang itu ke tempat yang tepat. Sekarang ia hanya perlu menenangkan diri dan menyembunyikan truknya di suatu tempat, hingga keadaan aman.

*****

Sementara itu di UGD puskesmas, para perawat sedang menangani sesosok tubuh tak dikenal. Setelah beberapa tindakan, akhirnya tak dapat terselamatkan jua. Tabrakan hebat telah membuat beberapa tulangnya patah. Untunglah ada seorang supir truk yang tadi mengantarkan sosok tak dikenal itu ke puskesmas. Jika tidak, bisa-bisa orang itu hanya tergeletak di pinggir jalan tanpa ada yang menolong. Si Supir juga menyerahkan dompet serta ponsel milik korban kepada petugas puskesmas, agar petugas dapat menghubungi keluarga korban.

Keluarga berdatangan kemudian dan memenuhi ruang UGD yang tak seberapa luas. Polisi yang datang belakangan sibuk mewawancarai beberapa orang, termasuk perawat dan mencatat ini itu. Tiba-tiba seseorang bertanya kepada perawat,

“Mengapa tidak ada yang sempat menyita kartu identitas, SIM dan STNK supir yang mengantar tadi? Dia nggak bakalan kabur seperti ini…”

Perawat itu hanya tersenyum sambil menjawab dalam hati,

“Meneketehe… tadi aku cuma sibuk mengurus pasien. Memangnya aku harus mencurigai setiap orang yang mengantar korban kecelakaan adalah orang yang menabraknya??” :(

About these ads

56 thoughts on “Kabur

  1. sudah sering kejadian macam ini, pelaku kabur, kasihan korban dan keluarganya. mari berdoa bersama-sama, semoga pelaku mendapatkan hukum karma. amiiin…

    naas bagi saia, tengah malam buta baca ini dan liat itu gambar. kaget sendiri :|

    • Hehe…
      Padahal hasil dari olah TKP oleh polisi dan menurut keterangan saksi, memang bukan supir truk yang bersalah…
      Melainkan korban itu yang terlalu ke kanan karena berusaha menyalip mobil di depannya…

    • kalau begitu, doanya dianggap tidak berlaku, dibatalkan, dan diganti, semoga yg sering ngawur dijalan tidak akan merugikan orang lain, tp cukup diri sendiri saja. amiin…

  2. Hmmm….persis kejadiannya dengan 2 org temanku yang meninggal karena kecelakaan.
    Saya tau…karena saya prnah mendampinginya hingga hembusan terakhir kedua org temanku secara bersamaan. :-(

  3. terkadang saya yang sedang mengendarai roda empat suka bingung dengan orang2 yg naik motor. Sepertinya mereka tidak menyayangi nyawa mereka sendiri karena suka seenaknya naik motor…..

  4. yah kasihan banget ya sopir trucknya Kaka, gitu lah resiko megang kendaraan besar, meskipun kendaraan kecil yang salah, pasti sopir truck yang dipenjara

  5. Bijaklah dalam berkendara,apapun kendaraannya. Semoga yang salah segera bertaubat, dan yg baik mendapatkan balasan yg baik pula.amiin.

  6. saya tetap tidak suka dengan isi hati perawat itu, tidak usalah “meneketehe”, sikapi aja dengan bijak
    …………………
    jujur mbak, sekarang ni halau kita perhatikan pelayanan rumah sakit terutama rumah sakit umum, tidak menerapkan PELAYANANAN PRIMA, kebanyakan tidak bekerja dari hatii :(

  7. duh! iya tuh klo sampe supir yang nganterin dicurigai, malah mendholimi orang baik
    dan akibatnya bisa2 lain x klo nemu yang begitu, orang jadi males nulungin, lha klo mpe ketiban pulung, iya kan? untungnya engga sampai begitu yah

  8. itu meninggal?.. aiih ngerinyaa… hemm.. semoga amal ibadahnya diterima disisi Tuhan YME.. kadang yang nganterin nggak harus yang nabrak.. namanya juga kejadian nggak disangka-sangka kaan..

  9. waduh.. ini cerita nyata ya?

    btw biasa kalo ke rumah sakit, bukannya harus melewati proses registrasi dulu ya? jadi yang nganter harus daftar dulu gitu dengan ngasih identitas nya?

  10. Di beberapa kota metropolitan lebih parah Mbak Akin, ketika ada korban kecelakaan tabrak lari yang bahkan sekarat atau tewas sekalian di jalan, jarang ada yang mau menolong, mereka rata2 males, karena kalo nolong malah seringnya ketimpa masalah, dituduhlah, dikeroyoklah, direpotin polisi lah, jadi banyak dari mereka ngebiarin aja para korban tergeletak di jalan… astaghfirullah

  11. kejadian seperti ini sepertinya makin sering terjadi dijalanan, karena kelalaian dalam berkendaraan yang rugi bukan hanya diri sendiri tapi juga kadang mencelakakan orang lain…

  12. Pingback: Mood Jelek « Try 2B cool 'n smart…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s