Dari Balik Jendela

Tya membuka tirai merah jendela kamarnya dan memandang keluar jendela. Pagi ini sangat cerah, namun pandangannya tetap berkabut.  Sisa air mata semalam masih memenuhi pelupuk matanya yang kemudian tak kuasa terbendung hingga membuat dua aliran bening di pipinya.

Sayup-sayup Tya mendengar lagu yang disetel tetangganya. Sebuah lagu mendayu-dayu yang dinyanyikan oleh Astrid, menambah sendu paginya.

Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku…

“Tidak dapat” kata Tya pada dirinya sendiri, seolah-olah sedang menjawab pertanyaan di syair lagu itu.

Andai saja…

“Ah, sudahlah. Tak usah berandai-andai ” kata lelaki itu semalam.

49 thoughts on “Dari Balik Jendela

  1. penuh makna dan dapat diartikan berbeda nih ceritanya.. apakah lelaki itu bapaknya, kakaknya, kekasihnya, atau yang nemu di jalan.. wahahaa

  2. Salam Takzim
    Izin memperkuat tali silaturahim, agar tak kendor apalagi putus. Banyak khasanah yang didapat semakin hangat terasa, Aku ga punya jendela, adanya nako
    Salam Takzim Batavusqu

  3. Akiiiiiin…
    maapkanlah blogger sesat yang baru mampir ini yaaaa….
    Inetku error seminggu kemaren soalnyaaaa…

    denger denger gosip kemaren abis roadshow yaaaa…
    teganya gak mampir ke Banduuuuuuung…hiks…
    kapan atuuuuuh????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s